System Harem

System Harem
Natali hanya pelampiasan saja ?


__ADS_3

" Ah... Lelahnya " Julian membaringkan tubuhnya di ranjang.


" System Naikkan semua atributku dengan semua Poin !"


[ Perintah diterima, Mulai menaikkan Atrubut Host....10%...50%...100%.


Atribut berhasil di naikkan !]


[ Status ]


Nama : Julian Lewis


Umur : 28 Tahun.


Saldo Kredit Harem : 989.663.208.930.000


Saldo yang bisa anda belanjakan : 10.000.978.000.000 dolar.


Poin peningkatan Kekuatan : 0


Kekuatan : 69


Vitalitas : 55


Semangat : 54


Kecepatan : 50


Kecerdasan : 70


Status : Manusia Super.


Ultimate Harem :


Celia Moon : 100% Daya Tarik.


Natali Loin : 101% Daya Tarik.


Keterampilan : ( Marketing, Manajemen, Ekonomi, Taekwondo, Balet, Piano, Dokter, Memasak, Hacker ) Tingkat Ketrampilan semua meningkat menjadi 60 Poin.


Setiap peningkatan Atribut kecerdasan, Atribut ketrampilan akan Naik, Atribut Normal ketrampilan di Bumi rata - rata 10 Poin, semakin tinggi Atribut maka Ketrampilan akan semakin di luar jangkauan manusia biasa.


Setiap Pria Dewasa Normal pada umumnya memiliki 10 poin di setiap Atribut ]


Julian langsung merasa tubuhnya fit kembali, dia memang sengaja ingin membuat tubuhnya kembali Vit dengan Atribut yang di naikkan.


Tubuh Julian sekarang sangat kekar, wajahnya juga memancarkan karisma yang tidak dimilikki manusia pada umumnya.


Julian baru mau tersenyum bangga, tapi dia mengernyitkan dahinya ketika saldonya berkurang 100 Milyar dolar.


" Raael !, apa kamu membeli perusahaan lagi ?" tanya Julian pada Rafael.


Rafael langsung menjawab dengan bangga " Benar Tuan !, Sekarang J-Aliance Foundationsudah menjadi Perusahaan Nomor satu di Provinsi Anarka !"


Julian menghela napas " Ya sudahlah, suka - suka kamu saja !"


" Tok


" Tok

__ADS_1


" Tok


Julian yang sedang mengobrol dengan Rafael terpaksa menyuruh Rafael untuk diam, Julian mengehela napas " siapa lagi sih ?, Celia, Liyana, Natali dan Susan padahal sedang pergi !"


Julian menggerutu sambil menghampiri pintu dan membukanya, betapa terkejutnya Julian ketika melihat Rachel yang berpakaian sangat ****.


" Rachel !, kenapa ka....mmmmmm !" Tanpa basa - basi Rachel langsung memagut bibir Julian.


" Sialan !, ini wanita kerasukan apa ?, kenapa dia tiba - tiba begini ?" Julian membatin tidak percaya, karena Rachel biasanya tidak agresive.


Julian menarik Rachel masuk dan menutup pintu dengan kakinya kemudian menguncinya.


Julian melepaskan pagutan Rachel " Rachel, apa kamu yakin ?"


Julian memegang pinggul Rachel untuk memastikkan niat Rachel.


Rachel malah memeluk Julian dengan erat " Kamu jahat Julian !, Wanita lain kamu beri waktu, sementara aku selalu kamu abaikan !"


Julian mengerutkan keningnya " Hei, apa maksud kamu Rachel ?"


" Apa kamu pikir aku buta, kamu selalu memanjakan Celia dan yang lainnya, tapi kamu tidak pernah seperti itu !, jika dengan menyerahkan mahkotaku kamu bisa memperlakukan aku seperti mereka, aku dengan senang hati ingin melakukannya denganmu !" Ucap Rachel tanpa basa - basi.


Julian terkejut dengan ucapan Rachel, pasalnya dia tidak pernah berpikir untuk mengabaikannya, hanya saja Celia dan yang lainnya saja yang terlalu agresive.


" Maaf Rachel, aku tidak bermaksud seperti itu " Julian membalas pelukan Rachel.


Iblis dalam diri Julian langsung membara, pusaka Julian langsung meronta - ronta.


Rachel terkejut dengan benjolan dari celana Julian yang tiba - tiba membesar, dia reflek memegangnya.


Rachel langsung terkejut, baru menyentuh dari luar saja dia sudah merasakan jika ada yang aneh dengan Pusaka Julian.


Rachel sudah tidak bisa mundur, mau tidak mau dia harus meladeni Julian, napasnya sudah mulai memburu. Dia berinisiatif untuk membuka seluruh pakaian Julian.


Ketika Julian sudah tidak mengenakan sehelai benangpun, tubuhnya bergetar hebat ketika melihat pusaka Julian, matanya membelalak seperti mau keluar dari tempatnya.


"Astaga, apakah benda sebesar itu muat di Goaku ? " gumam Rachel sambil memegang Goanya yang berkedut - kedut.


Jukian yang sudah tidak tahan, dia langsung membaringkan Rachel.


1x


2x


3x tidak masuk - masuk, padahal Rachel sudah menahan napas ketika Pusak Julian menyentuh mulut Goanya.


4x baru pusaka Julian masuk, itupun baru ujungnya saja Rachel sudah berteriak histeris " Julian sakit !!"


Rachel mencengkram pinggang Julian, Julian tersenyum dan ' Bless !'


Julian menyentak Pusakanya hingga tenggelam masuk dalal Goa Rachel. Mata Rachel membelalak.


Air matanya menetes bersamaan denga darah suci yang mengalir keluar dari dalam Goanya.


" Apa kamu tidak apa - apa ?"


" Pertanyaan bodoh apa itu !" ucap Rachel ketus.


Julian tersenyum getir, dia kemudian langsung memompa pusakanya.

__ADS_1


Rachel menggelinjang - gelinjang mencoba untuk melepaskan pusaka Julian, karena dia merasakan sakit yang teramat dan Goanya begitu penuh sesak.


Rachel menangis, tapi Julian tidak peduli, mode iblisnya sudah aktif jadi dia lupa jika orang yang digarapnya masih manusia biasa.


Hanya kurang dari satu jam Rachel sudah pingsan, kali ini Julian langsung tersadar.


" Plaaakkk !"


" Plaaakkk !"


Julian menamampar dirinya sendiri Bolak - balik " Kamu bodoh Jukian !, kenapa ini terulang lagi !, Argggghhh ! , sial !"


Julian duduk disamping Rachel dengan merasa bersalah, dia mengusap rambut Rachel dan menyelimutinya.


Walaupun dia masih menginginkannya, tapi dia tidak mungkin menggarap Rachel yang sudah tidak berdaya.


Tiba - tiba Natali aberteriak dari Luar " Julian kamu kenapa !!?"


Natali yang memang pulang terlebih dahulu dua mendengar teriakan Julian tadi makanya dia langsung ke kamar Julian.


Jukian menyeringai bagaikan iblis, dia membuka pintu dan langsung menarik Natali masuk.


Natali terkejut ketika melihat Julian yang tidak mengenakan sehelai benangpun.


Baru saja dia akan bertanya, tapi Julian langsung membopng Natali ke sofa dan merobek celananya.


Natali terkejut lagi " Julian ka... Arggghhhh !!" mata Natali membelalak dan menjerit karena Pusaka Julian terlalu besar.


Tapi karena dia sudah terbiasa berhubungan badan jadi Natali sedikit menikmatinya walau ukuran Pusaka Julian tidak seperti dulu lagi.


Natali menatap Julian sambil menggigit bibir bawahnya, dia melepaskan pakaiannya sendiri dan mencoba mengimbangi Julian.


Jukian tidak bertindak lembut sedikitpun pada Natali dia menghajarnya layaknya wanita bayaran. Tanpa menggunakan perasaan hanya ada napsu saja disana.


Natali mulai kewalahan ketika jam sudah mulai dini hari, karena Julian memompanya sudah hampir 6 jam.


Jika itu wanita biasa Natali mungkin sudah pingsan, Natali mulai bingung karena Julian sangat perkasa.


" Mmm..Ju..lian su..dahi..dulu.. Ki..ta istirahat.. Mmmm " Natali berusaha menahan Julian.


Sayanganya Julian makin Bringas, dia malah menghajar Natali sampai Natali susah untuk bernapas.


Goa dan Pusaka yang saling bergesekan mulai terkelupas, darah mulai keluar, sakit mulai terasa. Tapi berbeda dengan Natali, Julian tidak merasakan sakit sama sekali.


Natali mulai menitihkan air matanya, dia menatap Julian dan mencoba untuk tetap tersenyum " inikah kemarahanmu padaku Julian ?, kamu benar - benar mengabaikan rasa sakitku ?, tapi jika itu membuatmu puas aku akan tetap bertahan untukmu !" batin Natali lugas.


Permainan tersebut berlanjut hingga menjelang subuh, Julian mencapai Puncak yang pertama kali. Sementara Natali mengalami kejang, goanya pendarahan hebat.


Tapi karena dia memiliki regenerasi jadi itu tidak masalah, karena dia akan cepat pulih.


Julian berdiri, dia menatap Natali yang kejang - kejang di sofa, hatinya sedikit tergerak, dia membopongnya dan menaruhnya di ranjang disamping Rachel.


Natali mencoba tersenyum saat Julian mau meninggalkannya, dia mau berbicara tapi napasnya tidak beraturan jadi dia hanya bisa mengerlingkan matanya saja.


Julian meninggalkan kamar tersebut setelah mengenakan pakaiannya, dia ingin membuatkan makanan untuk para wanitanya, terutama Natali dan Rachel yang telah menemaninya malam ini.


Setelah keluar kamar dia menghela napas " kamu ini memang bodoh Julian !"


.

__ADS_1


__ADS_2