
Saat Liyana bangun dari tidurnya, dia terkejut ada tangan yang mendekapnya dari samping. Sontak saja Liyana langsung menoleh, ketika melihat Julian tidur disampingnya , dia langsung tersenyum bahagia.
Liyana tidak henti - hentinya memandangi Wajah Julian yang baginya sangat mempesona, kalau tidak sakit saja mungkin dia minta digarap oleh Julian.
Ketika sinar Mentari mulai menjunjung tinggi dan masuk kesela - sela Jendela dan menyoroti wajah Julian, ia mengerjakan matanya. Ia mengucek matanya sebelum akhirnya membuka mata seutuhnya.
" Pagi Julian " Ucap Liyana lembut.
" Pagi Juga Liyana " Julian mengecup kening Liyana dan langsung duduk.
Liyana juga ikut duduk " Sarapan dulu yuk, tadi Pelayan membawakan aku sarapan " Ia mengambil sarapan yang ada di laci samping kamar tidurnya.
Liyana menyodorkan Roti selai pada mulut Julian dan langsung menggigitnya, setelah Julian menggigit dia juga melakukan hal yang sama. Mereka berdua sarapan satu potong Roti selai berdua dan meminum segelas susu berdua juga.
" Li... aku pergi dulu yah ?" Julian beranjak dari ranjang Liyana.
" Aku juga mau ke bawah, di kamar terus suntuk " jawabnya ringan.
Julian mengerti dengan apa yang di rasakan Liyana, jadi dia membiarkan Liyana ikut keluar dengannya. Di luar kebetulan Rachel yang sudah bangun sedang mau ke kamar Liyana untuk memeriksanya.
" Rachel kebetulan sekali, kamu temani Liyana yah ?, aku mau mandi dan ada sesuatu yang harus aku urus " Julian menitipkan Liyana pada Rachel dan dia pun langsung meninggalkan mereka berdua yang saling menatap kemudian tersenyum kecut karena tidak tahu apa yang Julian pikirkan.
Julian bergegas ke kamar mandi dan berganti pakaian, dia langsung menemui Natali di halaman belakang, karena Natali paling senang di halaman belakang Mansion.
Benar saja terlihat Natali, Susan dan Darius yang sedang mengobrol di bawah pohon rindang tempat Natali kemarin beristirahat.
" Pagi semuanya " Sapa Julian sambil menghampiri mereka.
Sontak saja ketiga orang tersebut langsung menoleh, Natali balas menyapa Julian dengan ramah " Pagi juga Julian "
Ketika Julian duduk, Darius langsung bertanya " kamu seperti buru - buru banget mau kemana ?"
__ADS_1
Julian menghela napas " Aku ingin segera mengakhiri pertarungan ini Kak, rencananya aku akan pergi menemui Profesor gila itu sekarang !"
" Apa kamu gila !" Darius langsung berdiri sambil meraung marah.
Darius berkata lagi " Julian, kamu tahu mereka sangat kuat, apa kamu mau menyerahkan nyawa begitu saja padanya !?"
Susan menimpali " kakakmu benar Julian, lebih baik kamu pikirkan lagi resikonya, jangan asal ambil keputusan saat hati kamu sedang ditutupi oleh dendam !"
Julian menggelengkan kepalanya " Kali ini aku yakin dapat mengalahkannya kak, percayalah padaku !, aku sudah tidak ingin masalah ini berlarut - larut lagi !" ucapnya tegas.
Darius dan Susan saling menatap, mereka berdua tidak melihat keraguan sedikitpun pada sorot mata Julian. Tapi mereka masih ragu karena Julian tidak mungkin bisa membunuh Profesor C5 begitu saja.
Natali buka suara " Aku percaya pada Julian dan aku akan ikut dengannya !"
Saat mendengar ucapan Natali, Darius menghela napas " Apakah kalian tidak bisa bersabar sedikit lagi ?"
Julian menggeleng dengan mantap " aku sudah bertekad untuk mengalahkannya, apapun itu caranya !"
Darius hanya bisa menghela napas berat mendengar keputusan akhir Julian yang ingin menyerang markas Profesor C5. Ia juga menatap Natali yang sama seperti Julian.
Julian dan Natali mengangguk, mereka berdua bersiap untuk berangkat ke markas Profesor C5.
Seperti biasa Julian membawa pedang besarnya, kali ini dia membawa Mobil biasa, karena para Robot hanya tersisa Alpa, R16 dan Queen yang menjaga Resty.
Kepergian Julian dan Natali tentu saja membuat para Wanitanya khawatir, tapi Julian sudah meninggalkan sebuah pesan berbentuk Video rekaman agar mereka tidak mengkhawatirkan nya.
Mobil Julian keluar dari Kota Vedas menuju Kota Rolis tempat Markas Profesor C5 berada dengan bantuan dari Rafael tentunya sebagai penunjuk jalan.
Julian mengerutkan kening ketika Rafael menuntunnya ke sebuah Hutan besar, yang terlihat banyak hewan buas disana.
Hutan Gura tempat berkembang biaknya satwa Liar, termasuk Binatang Buas. Di sana hampir semua jenis binatang Buas ada seperti, harimau, Singa, Serigala, Beruang dan masih banyak yang lainnya, termasuk Hewan berbisa yang mematikan.
__ADS_1
Hutan Gura sangat jarang di jamah oleh seseorang malah bahkan hampir tidak pernah di jamah, karena itu Ekosistem di hutan tersebut terjaga dengan baik.
Julian dan Natali turun dari Mobil ketika mereka sampai di pembatas Hutan yang berbentuk jaring besi yang mengitari seluruh bagian hutan agar para binatang Buas tidak menyebrang ke pemukiman penduduk setempat.
" Rafael, apa kamu yakin ini tempatnya ?" tanya Julian melalui alat komunikasi yang ada di telinganya.
" Benar Tuan, tempatnya ada ditengah hutan bawah tanah !" jawab Rafael yakin.
Julian menganggukkan kepalanya mengerti " Pantas saja semua Monster buatannya berhubungan dengan sel binatang !, jadi dia memilih tempat Ekstrim ini sebagai persembunyiannya " gumam Julian lirih.
Natali yang sedikit mendengar gumaman Julian bertanya " kenapa Julian ?, apakah kita salah tempat ?"
Julian menggelengkan kepalanya " tidak, benar ini tempatnya, hanya saja kita perlu masuk ke tengah hutan "
" Kalau begitu tunggu apa lagi ?" Natali langsung mau bergerak, tapi Julian menahannya.
" Tunggu dulu Natali pakai ini, jika kita terpisah nantinya aku bisa mencari kamu " Julian memberikan sebuah gelang sensorik yang bisa mendeteksi pemakainya.
Natali menganggukkan kepalanya dan langsung memakai gelang tersebut tanpa berpikir panjang.
Mereka berdua saling menatap, mengangguk bersamaan kemudian Julian melompati pagar jaring tersebut, Sementara Liyana menggunakan cambuk darahnya untuk melompat.
Mereka berdua sampai di dalam pagar dan langsung bergegas menuju tengah hutan, karena hutan Gura jarang tersentuh manusia, tentu saja rumput dan pohon Liar membuat mereka susah bergerak.
Di tambah belum apa - apa mereka di kejutkan dengan adanya ular berbisa dan berbagai hewan berbisa lainnya yang menyerang mereka.
Untung saja keduanya bukan manusia biasa, jadi mereka bisa melewati halangan - halangan itu dengan mudah.
Julian dan Natali tiba - tiba dikejutkan dengan segerombolan serigala yang langsung mengepung mereka berdua saat mau menyeberangi sungai.
Julian dengan sigap membopong Natali dan menggunakan kecepatan ekstrimnya, ia melompat ke atas pohon besar bersama Natali.
__ADS_1
" Tempat yang sangat menjengkelkan !" Julian menggerutu saat sudah di atas pohon besar tersebut.
Sebenarnya jika Julian mau membunuh para binatang bisa saja, tapi dia sadar kalau para binatang menyerang mereka untuk melindungi kelompok ataupun mempertahankan wilayahnya.