
Julian membawa masakannya kedalam kamar Rosi, dia tersenyum ketika mellihat Rosi yang masih terbaring dengan memakai selimut, karena dia tidak mengenakan sehelai benangpun.
Julian menaruh Makanan di laci dekat ranjang " Ayo makan dulu " Julian membantu Rosi untuk bersender diranjang.
Rosi meringis kesakitan ketika tubuhnya bergeser walau hanya sebentar saja, Julian yang melihat hal tersebut tersenyum getir.
" Masih sakit Ros ?" tanya Julian lembut sambil mengelus pipinya.
" Sedikit " jawab Rosi berbohong.
Gunung kembar Rosi menggelantung keluar ketika selimutnya lupa ditarik ke atas, entah kenapa Julian tiba - tiba melihat pemandangan tersebut.
Rosi yang melihat itu langsung menutupi gunung kembarnya dengan selimut, karena dia takut jika Julian kembali terangsang.
Julian tersenyum kecut ketika Rosi melakukan hal tersebut, Rosi juga sedikit canggung, pasalnya Julian sudah melihat seluruh tubuhnya tanpa sehelai benangpun, tapi dia seolah tidak memperbolehkannya untuk melihat kembali.
Julian menghela napas " Ya sudah kamu makan dulu "
Rosi mengangguk, Julian dengan telaten menyuapi Rosi, dia juga sesekali menyuapi dirinya sendiri.
Kecanggungan Rosi perlahan menghilang karena makanan Julian sangat enak, jadi dia tanpa ragu memintanya disuapi lagi dan lagi.
Tiba - tiba pintu kamar diketuk.
" Tok
" Tok
" Tok
" Ros, kamu didalam kan ?" terdengar suara Walcot yang sudah pulang.
__ADS_1
Rosi terkejut, karena dia belum mengenakan sehelai benangpun, dia takut jika Ayahnya akan memarahi tindakannya yang berani berhubungan badan dengan Pria di rumahnya sendiri.
Julian yang melihat wajah cemas Rosi, dia meletakkan piring di laci dan tersenyum " Kamu tenang saja, biar aku yang menjelaskan pada Ayahmu "
Julian dengan berani menghampiri pintu, dia seolah tidak takut dengan apapun yang ada didepannya.
Rosi yang melihat hal tersebut hatinya terenyuh, dia benar - benar dangat mengagumi Julian yang tidak kenal takut.
" Aku harap bisa menjadi pendamping hidupmu seumur hidupku Julian " ucap Rosi dalam hati.
Faktor Daya Rosi Dail : +1
Target Harem tersentuh dengan kejantanan Host.
Faktor Daya Tarik Rosi Dail Sekarang : 97%
[ Karena Target Harem mencapai penaklukan minimal, Host akan mendapatkan 10 kekuatan setiap 1% daya tarik meningkat ].
Poin Kekuatan Host sekarang : 118
Kejantanan seorang Pria bukan hanya bisa di ukur hanya dengan dia bisa berkelahi atau tidak.
Banyak faktor lain juga yang bisa menunjukkan kejantanan seorang Pria, contohnya seperti Julian sekarang yang mau menemui Ayah Rosi walaupun dia sadar akan dicurigai telah melakukan sesuatu pada anaknya.
Karena hal tersebutlah faktor daya tarik Rosi meningkat lagi, dia menganggap jika Julian pria yanga bertanggung jawab.
Julian membuka pintu " Tuan Dail, anda sudah pulang ?"
Walcot terkejut " Julian !, kamu masih disini ?"
Julian tersenyum, dia mencoba untuk tetap tenang " Sebenarnya saya sudah mau pulang tadi pagi, tapi Rosi tidak enak badan, jadi saya merawatnya sampai anda kembali, maaf telah lancang tidak meminta ijin Tuan Dail terlebih dahulu " jawab Julian Sopan.
__ADS_1
" Apaa !!!, Ros, kamu tidak apa - apakan ?" Walcot langsung masuk kamar.
Tapi Julian menanahannya " Tuan Dail, lebih baik kita bicara di luar saja, dia sudah baik - baik saja, biarkan dia beristirahat setelah makan tadi "
Walcot menghentikkan langkahnya, dia menghela napas " Ros, kamu istirahat saja dulu, Ayah mau bicara dengan Julian di luar "
Rosi menghela napas lega kemudian menganggukkan kepala tanpa buka suara sama sekali, karena jika dia sedang sakit biasanya seperti itu, jadi Walcot percaya kalau Rosi sedang sakit.
Julian dan Walcot meninggalkan kamar Rosi, mereka berdua menuju ruang tamu, Julian membatin " Syukurlah tidak ketahuan, jika sampai ketahuan rencanaku semuanya akan nerantakan !"
Julian mengikuti Walcot dengan patuh, kemudian mereka duduk di ruang tamu dengan berseberangan.
" Julian, saya berterimakasih karena kamu telah merawat anakku " ucap Walcot tulus.
Julian tersenyum kecut " itu hanya hal sepele, anda tidak perlu membahasnya "
Walcot menghela napas " Julian, aku harap kamu mau menjaga putriku, walaupun dia sedikit ketus tapi dia sebenarnya wanita yang baik, hanya saja dia kelurangan kasih sayang ibunya, jadi sifat feminimnya sedikit terkubur dalam dirinya, aku yakin kamu orang yang tepat untuk membuatnya berubah "
" Tuan Dail, saya tidak bisa menjanjikan hal yang belum bisa saya pastikan, tapi saya akan berusaha sebaik mungkin untuk menjaga Rosi ketika bersama saya " Ucap Julian yakin.
Walcot tersenyum " kamu memang Pria yang mengagumkan Julian "
Walcot diam sebenatar kemudian berbicara lagi " Oh iya, aku sudah membuatkan Ijin perusahaanmu, jadi kamu sekarang bebas melakukan ekspor, impor, asalkan kamu harus ingat janjimu !"
Julian terkejut karena Walcot hanya butuh satu hari saja untuk membuat ijin ekspor, impornya keluar, padahal Julian mengira jika hal tersebut akan berlangsung cukup lama.
Tapi nyatanya Walcot sangat cepat melalukan tugasnya, Julian tersenyum " Terimakasih Tuan Dail " ucap Julian sopan.
Mereka berdua ngobrol rencana kedepannya hingga beberapa saat. setelah semuanya selesai, Julian langsung pamit undur diri, dari kediaman Dail.
.
__ADS_1
.
.