System Harem

System Harem
Kediaman Baru


__ADS_3

Melihat hancurnya Mansion Julian. profesor C5 langsung menyuruh S10 dan yang lainnya mundur. Karena dia pikir jika masalahnya telah usai untuk melukai orang yang disayangi Julian.


Tapi profesor C5 tidak tahu kalau Julian akan semakin memburunya jika mengetahui orang - orang yang dia sayangi terluka.


Julian yang baru bangun akibat pukulan Maxwel, dia kebingungan saat Maxwel dan S8 sudah tidak ada ditempatnya.


Sementara Rafael langsung menghubungi Julian " Ada apa Rafael ?!"


" Tuan, cepatlah kembali Mansion hancur !" Rafael memberikan pemberitahuan yang membuat Julian tertertegun sejenak.


" Jangan bercanda Rafael !" teriak Julian sambil berlari ke arah Mansion.


Julian berlari dengan kecepatan penuh, dia ingin melihat apa yang sebenarnya telah terjadi di Mansionnya.


Saat Julian sudah mendekati Mansion, benar saja Mansion miliknya sudah luluh lantak hanya ada puing - puing dan potongan tubuh para pelayan yang berserakan disana.


" Tuan Lewis, maaf aku telah gagal " Brown berbicara sambil menangis.


Julian tidak menghiraukan Brown, dia langsung mencari Bunker bawah tanah yang dia buat.


Julian terus mencari hingga menemukan keadaan Bunker yang hangus tapi masih utuh. Julian langsung memukul Bungker tersebut untuk membukanya.


Air mata Julian menetes saat melihat para wanitanya dan Kakaknya selamat, tapi mereka dalam kondisi yang lemah akibat benturan serangan Profesor C5.


" Julian !" Para wanita Julian memanggilnya dengan lemah.


Julian langsung mengeluarkan mereka satu persatu. Brown, Sebastian dan yang lainnya saat melihat para wanita Julian selamat. Mereka semua langsung mengerumuni dan memberikan pertolongan pertama.


" Rafael cepat cari rumah besar dan suruh Paul bawa beberapa Mobil kesini ! " Julian tidak mau membuang - buang waktu lagi karena para wanitanya sesegera mungkin harus istirahat.


Alpa bersama Natali juga sampai di Mansion, Natali terkejut saat melihat Mansion yang hancur itu " Julian apa yang terjadi ?"

__ADS_1


Julian menoleh kearah Natali, dia melihat kondisinya yang sangat lemah dan berantakan, apalagi dipapah Alpa membuat Julian sedikit merasa kasihan padanya.


" Apa kamu baik - baik saja Natali ?" tanya Julian lembut.


" Aku tidak apa - apa, cuma saja para robot yang bersamaku hanya tersisa Alpa. mereka semua berhasil di hancurkan para Monster itu, maaf Julian " Natali berkata dengan sendu.


" Nona Natali bicara apa ?, kami memang di ciptakan untuk melindungi anda dan Nona yang lainnya. kami bangga jika harus hancur untuk melindungi kalian, di tambah Nona Natali bisa membunuh mereka semua itu pencapaian yang luar biasa " Alpa tiba - tiba bicara layaknya punya perasaan seperti manusia.


" Kamu berhasil mengalahkan mereka?, astaga Aku saja tidak bisa membunuhnya walaupun mereka cuma dua orang " Julian Reflek memeluk Natali.


Tentu saja Natali sangat senang saat Julian memeluknya, walaupun itu hanya reflek darinya.


Natali membalas pelukan Julian dengan mata berkaca-kaca, dia sudah menunggu momen itu, setelah sekian lama akhirnya mendapatkannya.


' Ekhem ' Darius berdehem " bantu kami jangan bermesraan terus Julian ! " terus Darius pada Julian.


Julian pun langsung melepaskan pelukannya dengan Natali, dia kemudian melihat para wanitanya yang terlihat masih trauma dengan kejadian tersebut.


Rafael memberitahu Julian jika dia sudah membeli sebuah mansion di pegunungan Helias yang sedikit jauh dari pemukiman Warga.


Julian dan Rombongan langsung pergi kesana, Julian menemani Liyana yang kondisinya masih lemah. dengan Darius yang menyetir untuk mereka berdua dan Susan disampingnya.


" Julian, bagaimana hasil pertempuran kalian ?" tanya Darius sambil menyetir.


Julian menghela napas " kemampuannya diluar nalar manusia, aku hanya bisa menyentuhnya beberapa kali saja, kemampuannya seolah bisa mengendalikan Medan magnet sekitar sehingga aku tidak bisa menyentuhnya, tapi Natali berhasil membunuh semua lawannya, aku jadi semakin tidak yakin dengan diriku sendiri "


" Natali bisa begitu karena dia sudah ditanami Sel penelitian, sementara kamu hanyalah manusia biasa yang kekuatannya sudah di luar nalar, seperti itu saja seharusnya kamu sudah bangga " Darius menasehati Julian.


Julian tersenyum getir, pasalnya hanya dia yang tahu jika kekuatannya sudah melebihi manusia pada umumnya. Tapi kenyataannya kekuatan yang di bilang system sudah setengah Dewa belum bisa berbuat banyak untuk mengalahkan S10.


Julian sebenarnya tidak tahu kalau semua Atributnya harus di amalkan secara bersamaan, agar kekuatan, kecepatan, Durabilitas dan lainnya bisa bersinergi.

__ADS_1


Walaupun kekuatannya sudah di setengah Dewa, tapi kekuatan lainnya tertinggal dua digit angka yang membuatnya tidak bisa mengembangkan serangannya menjadi serangan yang matikan.


Contohnya ketika melawan S10 jika Vitalitasnya sudah mencapai 100 atau setengah Dewa. dia bisa menerobos dengan mudah penghalang tersebut.


Karena sebenarnya S10 merupakan pengguna Vitalitas bukan pengguna kekuatan magnetik yang seperti Julian pikirkan.


Dan kenapa Vitalitas S10 bisa kuat sampai seperti itu karena Profesor C5 terus menguji cobanya dengan berbagai Sel yang memiliki Vitalitas kuat.


Tak berselang lama rombongan Julian sampai di sebuah Mansion yang sudah di beli Rafael.


Mansion dengan ukuran lebih besar dari Mansion Julian sebelumnya itu sebenarnya lebih mirip Kastil kerajaan. Apalagi lokasinya di lereng gunung membuatnya semakin terlihat seperti istana kerajaan saja.


Semua pelayan Julian tercengang saat memasuki gerbang Mansion yang sangat besar dan mirip seperti gerbang kerajaan yang ada di film.


Para Wanita Julian juga ikut terkejut, pasalnya mereka mengira jika Julian akan membawa ke rumah sementara atau lebih kecil dari Mansionnya dulu, tapi ternyata malah di bawa ketempat yang lebih besar dari sebelumnya.


" Julian, sebenarnya kamu memiliki berapa Aset sih ?" tanya Darius penasaran.


Julian menggendikkan bahunya " hanya beberapa saja, tidak usah di pertanyakan "


Saat semua Mobil berhenti di depan Mansion tersebut, Mereka langsung turun dan masuk kedalam Mansion.


" Astaga apakah ini yang namanya istana ?" Celetuk Celia takjub.


" Seharusnya ini Mansion, tapi memang dari besarnya seukuran istana " Alina menimpali.


" Apakah kita akan tinggal disini Julian ?" tanya Okta memastikan.


" Tentu saja, kalian pilihlah kamar sendiri - sendiri " Julian membopong Liyana dan membawanya kesebuah kamar.


Para Wanita tentu saja langsung memilih kamar yang berada dekat dengan kamar utama. karena mereka tidak ingin jauh - jauh dari Julian.

__ADS_1


Sementara para pelayan langsung menuju kamar dekat dapur. Karena para pelayan tahu jika tempat mereka disana.


__ADS_2