System Harem

System Harem
??????????? Natali ???????????


__ADS_3

Lukas dan Resty yang selesai berkeliling, mereka berdua terlihat sangat senang, mereka berdua menghampiri Julian.


" Julian, Rumah ini sangat bagus !, apakah kamu yakin ingin memberikannya pada kami ?" tanya Lukas Serius.


" Tentu saja paman, jika kalian suka berarti aku tidak salah pilih rumah untuk kalian " jawab Julian sambil tersenyum.


Lukas berterimakasih pada Julian, karena berkat dia akhirnya dia bisa menikmati kehidupan dirumah idaman.


Sepanjang hidup Lukas sebelum dia di usir oleh istrinyapun, mereka hanya tinggal dirumah yang Notabenya Rumah kalangan menengah, sangat berbeda jauh dengan Komplek perumahan Mewah Kota Fornas yang memang di bangun untuk para Taipan Kota tersebut maupun pendatang.


" Resty, kamu temani Julian, Ayah mau istirahat dulu " Lukas tahu jika anaknya butuh untuk berduaan dengan Julian agar hubungannya semakin dekat.


Lukas langsung ke kamar yang sudah dia pilih saat berkeliling dengan Resty, Sementara Resty terlihat gugup ketika ditinggal berdua saja dengan Julian.


Resty duduk disamping Julian, dengan tersipu dia buka suara " Julian terimakasih banyak "


Julian yang memperhatikan tingkah Resty dia sebenarnya semakin panik, karena dia yakin jika Resty benar - benar sudah terpikat olehnya.


Julian menghela napas " Sudahlah Res, kita ini keluarga , jadi tidak ada salahnya jika aku membantu kamu "


" Cup !" Tiba - tiba Resty memagut Bibir Julian, sontak saja Julian terkejut, dia mendiamkan sebentar kemudian saat dia tersadar. Julian memegang bahu Resty dan menjauhkannya wajah Resty dari Wajahnya.


" Resty !, apa yang kamu lakukan ?!, aku ini kakakmu !" Julian sedikit meninggikan suaranya dan berdiri.


" Julian aku..."


Resty belum selesai bicara, Julian memotongnya " Sudahlah Resty, aku harap kamu tidak seperti ini lagi !, aku permisi dulu !" Julian bergegas meninggalkan Resty.


Resty terkejut, dia memanggil Julian yang semakin Jauh, tapi Julian tidak menggubrisnya " Julian .... Aku ingin bilang padamu jika aku tidak ada hubungan darah denganmu " gumam Resty ketika Julian sudah keluar dari rumah tersebut.


Julian langsung memasuki Mobilnya dan meninggalkan tempat tersebut, dijalan Julian menggerutu " System sialan !!, kalau begini terus bisa - bisa aku memakan sepupuku Sendiri !, mana Pusakaku tidak bisa melihat wanita cantik sedikit saja !"


Julian tidak tahu jika System bisa membedakan mana yang saudara dengannya dan mana yang bukan.


...***...


Di Lab Kecil milik Darius, terlihat Natali sedang bertarung dengan Mutan Buatan Profesor C5, yang sudah mengetahui Lokasi Darius.


Untung saja yang dikirim Cuma satu Mutan saja, jadi Natali yang belum terbiasa dengan kekuatannya tidak terlalu kewalahan.


" Groaaarrr !!


" Wuuuzzz


" Bak


" Buk


" Bak

__ADS_1


" Buk


Natali beradu pukulan dengan Orang yang berkepala Banteng, tubuhnya sangat kekar.


Tapi Natali mampu mengimbanginya, karena walaupun dia terluka, tubuhnya mampu beregenarasi cepat.


" Tuan Darius !, Nona Susan !, kalian siapkan Mobil !, kita akan pergi dari sini setelah ini !" perintah Natali pada mereka berdua yang dari tadi hanya menonton dari kejauhan.


Darius menganggukkan kepalanya, dia membawa Susan pergi dari tempat tersebut untuk bersiap pergi.


" Mati kau !!!"


Natali Mengeluarkan darah dari Lukanya dan merubah darah tersebut seperti Cambuk.


" Wuzzz


" Wuuzzz


" Sraaat


" Sraaatt


" Groaaarr


Darah cambuk Natali merobek kulit Mutan Banteng tersebut, hingga dia meronta kesakitan.


" Groaarrr


" Prraaattt


Kepala Mutan Banteng terlepas dari tubuhnya, darah mengucur keluar dari lehernya seperti air mancur saja.


" Bruugggg !


Tubuh Mutan Banteng jatuh, semua darah Natali kembali masuk kedalam Lukanya, dan kemudian luka tersebut menutup kembali.


" Sial !, ternyata musuh Tuan Dsrius sangat mengerikan ! "


Natali langsung ketempat Darius dan Susan, dia langsung memasuki Mobil.


" Tuan Darius !, Ayo kita pergi darisini !" Perintah Natali pada Darius.


Darius menganggukkan kepalanya dan langsung menyalakan Mobil untuk pergi dari tempat tersebut.


Darius menghela napas setelah sudah jauh dsri tempat persembunyiannya " Natali, kita akan kemana ?, aku sudah tidak punya tempat tersembunyi lagi " ucap Darius lesu.


Susan menimpali " Apakah kita akan terus hidup seperti ini ?, Natali apakah kamu punya tempat tinggal ?" tanya Susan.


Natali menganggukkan kepalanya " Ada Rumah bekas Suamiku dulu, yah walaupun itu kecil " ucap Natali santai.

__ADS_1


" Tidak apa - apa, setidaknya kita bisa tinggal disana untuk sementara waktu " ucap Darius.


Mereka bertiga menuju Rumah Natali dan Julian dulu, karena mereka tidak punya tempat tinggal lagi.


Adapun Natali sudah memutuskan untuk melindungi mereka berdua, karena baginya Darius dan Susan adalah penolongnya, soalnya Darius dan Susan bilang jika dia tidak senagaja menabraknya.


Adapu kenapa Natali tidak terkejut dengan kekuatannya, dia sudah diberitahu Darius secara perlahan - lahan.


Awalnya Natali sempat Syok ketika dia bisa mengendalikan darahnya, apalagi dia bisa menyembuhkan diri, Natali sangat takut jika dirinya akan menjadi seperti Monster seperti di film laga.


Tapi Darius meyakinkan Natali jika kekuatannya tidak akan merubah penampilannya, jika dia ingin hidup seperti manusia biasa, dia tinggal tidak menggunakan kemuatannya saja, akhirnya Natali dapat menerimanya dan malah senang dengan kekuatannya.


Mereka bertiga sampai dirumah Kecil yang dulu ditinggali Natali dan Julian, Rumah tersebut merupakan hasil kerja keras Julian.


Walaupun Rumah tersebut hanya berharaga 15 ribu dolar saja, Julian sangat bangga dengan pencapaiannya itu.


Mereka semua turun dari Mobil, Natali berjalan didepan, ketika membuka pintu Rumah, air mata Natali tiba - tiba menetes. Dia teringat dengan perjuangan Julian yang selama tiga tahun terus mencoba memberikannya yang terbaik.


Natali teringat semua dengan kenangan hidup bersama Julian.


Kenanangan yang dulu menurutnya sangat pait, tapi sekarang kenangan tersebut terasa manis, dia ingin merasakan kehidupan bersama Julian kembali.


Susan yang melihat Natali menangis dia mengusap punggungnya " kamu tidak apa - apakan Natali ?, Pria itu memang seperti itu, mereka kebanyakan tidak peka dengan Wanita " ucap Susan sambil menatap Sinis Darius.


Darius tersenyum getir, karena dia tahu jika Susan sedang menyindirnya, Dsrius hanya bisa menghela napas berat saja.


Natali buka Suara " Dia tidak salah, malahan aku yang bersalah dengannya, aku tidak pernah sedikitpun menghargainya, aku menyadari kesalahanku ketika dia mulai tumbuh menjadi Pria yang sangat kuat " ucap Natali Sendu.


Susan terkejut dengan pengakuan Natali, karena dia pikir jika Natali yang telah dilukai, tapi siapa yang menyangka jika Natali yang malah melukai.


Susan menyapu pandangannya keseluruh sudut Rumah tersebut, dia sekarang baru sadar jika Pria yang bersama Natali pasti seorang yang berpenghasilan rendah, karena itu Natali selalu meremehkannya.


Susan menghela napas " Sudahlah Nat, yang penting sekarang kamu harus membuktikan padanya jika kamu bisa berubah, aku yakin Pria itu sangat mencintaimu"


Darius menimpali " Benar itu Nat, seorang pria tidak akan mencintai orang lain lagi jika dia sudah menetapkan hatinya, walauun seburuk apapun orang yang dicintainya, dia tidak akan berubah pikiran begitu saja " Saat mengucapkan hal tersebut Darius seolah mendalaminya.


Susan mengernyitkan dahi, dia tidak menyangka jika Darius pandai juga merangkai kata layaknya pujangga yang mencari Cinta.


Walaupun sebagian banyak berdusta.


Tapi setidaknya sudah berusaha.


Perasaan Natali malah digunakan mereka berdua untuk saling mengungkapkan perasaan, mereka seperti Bocah ketika jatuh Cinta yang tidak berani saling membuka diri.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2