System Harem

System Harem
Buruan Muncul


__ADS_3

Dua orang yang ikut balapan bersama Julian dan Larisa, mereka juga merasa kalau tidak ada artinya ikut balapan, awalnya mereka yang meremehkan Julian tapi sekarang keadaannya berbalik.


Di Mobilnya, Julian hanya menyetir santai sambil tersenyum, berkat kekuatan tubuhnya yang sudah setengah Dewa, di tambah matanya yang mendapat anugrah tatapan Elang dari System, dia tidak merasakan kalau sedang mengemudikan mobil dengan kencang.


Julian sangat santai, dia berkali - kali untuk melihat para lawannya yang sudah tertinggal sangat jauh dibelakang.


" Mobil yang sangat cepat, kamu dapat suku cadang mobil ini dimana Rafael ?" tanya Julian penasaran karena dia yakin pasti suku cadang Mobil tersebut sangat mahal.


" saya hanya memodifikasi mesinnya dan memperbaiki seluruh suku cadang Mobil saja tuan ! " Jawabnya enteng.


Julian menepuk jidatnya, dia lupa kalau Ai buatannya memang sangat cerdas, kalau hanya mengubah seluruh mesin tentu saja akan sangat mudah bagi Rafael.


Julian sampai di tempat putar balik, sementara yang lainnya masih jauh tertinggal di belakang.


Mereka bertemu dengan Julian lagi ketika sudah setengah jalan sesudah putar balik.


Julian menyunggingkan senyum pada mereka, sehingga mereka semakin tertekan saja saat mengemudikan mobilnya, mungkin hanya Larisa yang malah senang melihat senyum itu.


Tak berselang lama Mobil Julian sampai di garis Finis, semua orang yang ada disana menatap mobil Julian dengan kagum dan langsung mengerumuninya.


Julian turun dari Mobilnya, seorang yang memegang taruhan menghampiri Julian " Mobil yang bagus " Ucapnya sambil memberikan uang taruhan Julian.


" Terimakasih " jawab Julian sambil memasukkan uang ke dalam sakunya.


Beberapa menit kemudian, Mobil Larisa dan yang lainnya sampai, Dudle, Reina dan teman - temannya langsung menghampiri Mobil Larisa yang berhenti tidak jauh dari tempat Julian yang dikerumuni banyak orang.


Mereka semuanya tahu sifat Larisa yang tidak suka dikalahkan saat balapan, jadi mereka ingin menghiburnya.


Tapi kali ini dugaan mereka salah, ketika Larisa keluar dari Mobil, dia menyunggingkan senyum di bibirnya, membuat teman - temannya saling menatap satu sama lain, karena menurut mereka Larisa hari ini terasa berbeda.


" Larisa kamu baik - baik saja ?" pertanyaan Reina seolah mewakili teman - temannya.


Larisa bersender di Mobilnya sambil menatap Julian yang sedang dikerumuni banyak orang " selama dia yang memenangkan balapan aku tidak masalah " ucapnya lembut sambil pandangannya tidak terlepas dari Julian.


Sontak saja semua temannya menoleh ke arah Julian, Reina dan para wanita teman Larisa menganga karena ketampanan Julian di atas rata - rata.


" Tampan sekali " gumam Reina sambil meneteskan air liur.

__ADS_1


" Iya dia sangat tampan " temannya menimpali.


" Sudah begitu jago balapan juga, ah.. pria idaman " ucap teman lainnya.


Larisa menegur mereka dengan sinis " Hei !, dia incaranku, awas saja jika kalian mengincarnya juga "


Sontak saja Reina dan yang lainnya langsung berubah murung, mereka semua tidak berani membantah Larisa.


" Apa bagusnya pria seperti dia, ingat pria tampan biasanya hanya mempermainkan wanita !" ucap Dudles tiba - tiba dengan ketus.


" Dudles benar, masih mending kita - kita ini yang setia dengan para wanita !" ucap teman Dudles.


" Benar itu !" Pria di situ seolah tidak rela jika gadis - gadis yang biasa di sisi mereka tertarik dengan pria lain.


Larisa, Reina dan semua gadis yang ada di situ mengernyitkan dahi, mereka semua kemudian tertawa bersama.


" Hahahaha


" Hahahaha


" hahahaha


Ucapan Reina bagaikan Bom atom yang meledak di dekat mereka, walaupun mereka semua terlahir dari keluarga kaya, tapi nyatanya mereka masih mengandalkan uang saku dari orang tua mereka.


Semua pria disana menggaruk kepala mereka yang tidak gatal sambil nyengir kuda, karena ucapan Reina bukan hanya tepat sasaran, tapi kenyataannya memang seperti itu.


" Tidak usah di perjelas juga kali Rein, kasihan mereka seperti orang bodoh saja " Larisa menyeringai jahat pada Dudles dan teman - temannya.


" Ayolah, jangan mengolok-olok kami terus, mau bagaimanapun kami yang selalu bersama dengan kalian " ucap Dudles tidak berdaya.


Tiba - tiba kerumunan orang yang sedang bersama Julian minggir semua, seperti para prajurit yang akan menyambut rajanya.


Muncul seorang pria tampan bersama seorang Wanita berambut kuning, Mereka Dark dan Yellow.


Dark dikenal dengan sebutan Lotar disana, dia sengaja tidak memberitahu nama kodenya pada orang - orang disana agar tidak ada yang mengetahui identitas mereka.


Julian tersenyum tipis, karena akhirnya buruan dia datang juga, di tambah membawa Yellow yang Notabenenya memang Julian cari.

__ADS_1


" Lihat itu, Lotar datang !, sepertinya akan ada balapan seru hari ini !"


" Benar, aku yakin Lotar pasti akan menantang dia !"


Orang - orang membicarakan Julian dan Lotar. Larisa dan teman - temannya juga ikut penasaran, tapi mereka tidak mendekat ke sana.


" Yo, kita bertemu lagi !" Yellow langsung menyapa Julian dengan senyum Natali , yang membuat Julian mengepalkan tangannya.


" Lumayan juga mobilmu, apa kamu mau balapan denganku dan Mobilmu sebagai taruhannya ?" ucap Dark datar.


Julian menyenderkan tubuhnya di Mobil, dia mengambil rokok di sakunya, kemudian bicara setelah rokoknya menyela.


" Boleh saja, asal wanita itu juga masuk dalam taruhannya " Julian menatap Yellow, dari balik asap yang mengepul keluar dari mulut dan hidungnya.


Julian sengaja tampil berbeda di Andalas, dia yang dulunya tidak merokok, sengaja melakukan itu agar terlihat seperti orang yang berbeda.


Lotar mengerutkan keningnya, karena ada manusia yang berani menantang dirinya dengan menjadikan Yellow sebagai taruhan.


Lotar maju kedepan, dia mau menghajar Julian, tapi Yellow menahannya " terima saja, bukankah kamu sangat yakin dengan Akil mengemudi kamu ?"


Yellow menatap Julian sambil tersenyum " Jika kamu bisa mengalahkannya, aku akan menemanimu seharian penuh, apa itu adil menurutmu ?" ucapnya sambil mengedipkan matanya dengan genit.


Julian tertegun, rokok yang di apit dalam bibirnya terjatuh, ya dia benar - benar melihat sosok Natali dalam wajah Yellow, bukan hanya senyumnya saja, tapi sikap dan ekspresi wajahnya sangat mirip dengan Natali.


" Cih !, dasar manusia tidak tahu malu !" Ucap Lotar ketus, karena dia mengira jika Julian terpesona dengan Yellow.


Yellow juga tersenyum senang, karena dia pikir Julian menyukainya, padahal yang mereka berdua tidak tahu, Julian sangat marah karena kemungkinan besar, Yellow adalah Natali.


" Sepakat !, aku harap kamu memenuhi janjimu itu !" Julian langsung memasuki Mobilnya. Di dalam mobil dia mengepalkan tangan kemudian bergumam " aku pasti akan membawa tubuhmu kembali Natali dan memakam kan kamu dengan layak !"


Lotar dan Yellow juga menghampiri Mobilnya, Lotar buka suara sebelum memasuki Mobilnya " apa kamu tertarik dengan Manusia itu Yellow ?!" tanyanya ketua.


" Entahlah, mungkin iya mungkin juga tidak, tapi aku merasakan kalau pria itu sangat Familiar " jawabnya dengan Ambigu.


Lotar tidak bertanya lagi, dia masuk kedalam Mobil, meninggalkan Yellow sendirian dan langsung menuju garis start.


Julian juga langsung menuju garis start, semua orang sangat bersemangat ketika akan melihat balapan Lotar dan Julian yang Notabenya memiliki mobil yang sangat cepat.

__ADS_1


Taruhan pun semakin ramai, hampir semua orang mengikuti taruhan dan mereka semua cenderung memilih Lotar, karena mereka pikir Julian tidak mungkin bisa mengalahkan Lotar.


__ADS_2