System Harem

System Harem
Kedatangan Jendral Militer dan Polisi


__ADS_3

Ke esokan harinya, Walcot dan Jacob Turner jenderal Militer Anarka menemui Julian di mansionnya.


Walcot yang baru pertama kali melihat mansion Julian tercengang, awalnya dia mengira jika Julian hanyalah anak orang kaya biasa. Tapi lama - kelamaan dugaan Walcot malah semakin melenceng jauh. Begitu juga Jacib dia sangat takjub dengan Mansion Julian sama seperti Walcot.


Mobil Walcot dan Jacob langsung di perbolehkan masuk gerbang Mansion, karena sekarang yang menjaga gerbang Rafael langsung. Para security sekarang di tugaskan menjadi sopir para Wanita Julian kecuali Alina yang sudah memiliki Brown.


" Cih !, ternyata ucapanmu bukan hanya bualan saja Pak tua !" Ucap Jacob takjub.


" Kamu juga sudah tua bangka Jacob !, setidaknya bisa hargai sedikit seseorang !" Walcot berkata dengan dingin.


" Kalau kita bertingkah lembut pada anak muda ini, yang ada malah kita akan di manfaatkan olehnya paham !" Jawab Jacob Yakin.


" Susah bicara dengan orang keras kepala sepertimu !" Walcot menghela napas berat.


Walcot memang keras kepala, tapi dia masih bisa sedikit mendengarkan orang lain, berbeda dengan Jacob harus di pukul dulu baru otaknya jalan.


Tak berselang lama Mobil mereka sampai di depan Mansion Julian.


Betapa terkejutnya Walcot saat turun dari Mobil dan melihat Alina yang sedang cipika - cipiki dengan Julian ketika mau berangkat kerja.


" Alina Rose !, kamu Alina kan ?" Walcot langsung menegur dengan tegas.


Alina langsung menoleh " Paman Walcot, lama tidak bertemu, gimana kabar paman ?" Ia tidak merasa canggung sama sekali dengan kedatangan Walcot.


Walcot menatap tajam Julian, tapi Julian hanya menggendikkan bahunya seolah itu hal yang biasa baginya.


Walcot menghela napas dan bertanya pada Alina " Kenapa kamu disini Alina ?"


" Loh, Rosi tidak bilang sama paman ?, kalau aku sudah tinggal bersama Julian ?" jawab Alina sangat percaya diri.


Wajah Walcot langsung memucat, jika dia punya penyakit serangan jantung mungkin akan mati di tempat karena terkejut mendengar berita dari Alina.


" Oh ya paman, aku permisi dulu yah, aku harus bergegas ke perusahaan, Bye paman " Alina langsung ke Mobilnya, Brown yang sudah menunggu langsung membukakan pintu untuk Alina.


Julian tahu jika Walcot sangat marah padanya. Karena Rosi juga tertarik dengannya.


Julian tersenyum getir, dia menghampiri Walcot dan Jacob dan mengulurkan tangannya " Tuan Dail, dan Tuan..." Julian sengaja menggantung ucapannya.


" Jacob Turner !" Jawab Jacob tegas sambil menyambut uluran tangan Julian.

__ADS_1


" Tuan Turner senang bertemu dengan anda, silahkan masuk " Julian mempersilahkan mereka masuk.


Baru saja mereka menaiki tangga Mansion, Celia muncul dan berpamitan sambil mengecup pipi Julian " Sayang aku berangkat dulu yah "


Walcot dan Jacob saling menatap, mereka berdua tidak percaya jika anak muda didepannya itu begitu sangat beruntung memiliki 2 bidadari yang ada untuknya. Tapi Walcot langsung tersadar wajahnya menggelap dia semakin marah dengan Julian.


Julian melambaikan tangannya pada Celia sambil tersenyum getir saat melihat ekspresi Walcot.


Mereka kemudian melanjutkan masuk ke Mansion, tapi saat baru mau mencapai pintu, wanita dengan seragam dokter keluar dari Mansion.


" Julian aku berangkat dulu, vitamin untuk kamu sudah aku taruh di laci kamarmu dan ingat diminum !, jangan sampai tidak !" Rachel juga mengecup pipi Julian dan pergi.


Rahang kedua kakek tua jenderal dalam bidangnya masing - masing menganga lebar. Mereka berdua tertegun dan lupa sejenak apa yang akan mereka lakukan sebenarnya ke tempat Julian.


Julian menepuk jidatnya, dia membatin " kalau tahu begini lebih baik aku undang mereka di kafe atau dimana saja, hadeh.... "


Julian sadar jika tindakan para wanitanya akan membuat Ayah Rosi membencinya, walaupun dia tidak akan menolak kerja sama untuk melindungi Anarka.


" Gawat, gawat, gawat, aku kesiangan, sayang aku berangkat dulu ada rapat pagi !" Dan lagi, baru saja mereka masuk satu langkah ke dalam Mansion Okta berlari dan mengecup pipi Julian.


Kedua pria tua itu akhirnya benar - benar kehilangan mood, sekuat apapun mental mereka dalam pertempuran. Tapi kenyataannya mereka berdua hanyalah manusia yang memiliki hati dan perasaan. Apalagi mereka berdua sudah di tinggal kedua istrinya puluhan tahun tentu saja gairah hidup mereka langsung meredup.


Note : Para Robot penjaga otomatis akan mengikuti Wanita Julian setelah mereka keluar dari amnsion. Artinya jika Wanita Julian tidak ada di Mansion, Robot tersebut akan selalu bersamanya. Contoh Resty, Liyana dan Seila.


Susan kemudian menegur " Siapa mereka Julian ?"


Jacob langsung buka suara pada Walcot " Pak tua, apakah kamu menyuruh aku datang kemari untuk mengenang masa mudaku ?"


Walcot menggeleng " Entahlah, aku dulu tidak seperti dia dan kamu juga sepertinya tidak "


" Huufffft !" Kedua pria tua itu menghela napas berat.


Julian tersenyum getir, sementara Susan mengerutkan keningnya " ada apa ini Julian ?"


" Tidak ada apa - apa kak, bisa tolong panggilkan Kak Darius ?, mereka ingin bertemu dengannya " Julian langsung memanggil Susan kakak. Agar Walcot dan Jacob tidak salah paham.


Benar saja wajah mereka berdua langsung sedikit berbinar " Oh...kakaknya " Ucap mereka berdua kompak.


Susan mengernyitkan dahinya sambil ngeloyor pergi memanggil Darius " dasar orang tua aneh !"

__ADS_1


Walcot dan Jacob belum Melihat Liyana, Resty, Natali dan Seila saja, jika mereka melihatnya entah apa yang akan terjadi dengan kesehatan mereka berdua.


Julian kemudian menyuruh keduanya duduk di ruang tamu, Ia memanggil pelayan dan menyuruhnya menyiapkan sesuatu.


Walcot kemudian buka Suara " Julian, apakah kamu bisa perlihatkan penemuan unikmu, yang kamu katakan padaku ?"


Julian tersenyum " Tentu saja tuan Dail "


" Prok


" Prok


" Prok


" Rafael apa kamu mendengarku ?" Julian pura - pura memanggil Rafael dengan tepuk tangan.


" Ya Tuan saya mendengar anda !" Suara Rafael sekarang mirip robot.


Walcot dan Jacob tercengang, mereka berdua benar - benar takjub dengan suara robot yang menjawab panggilan Julian.


" Rafael Matikan AC !" Rafael langsung mematikannya.


" Nyalakan lagi " Rafael langsung menyalakannya lagi.


Jacob langsung buka suara " Apakah itu Ai ?" ia pura - pura sangat dingin. Padahal dia sangat senang melihat Ai yang bisa mendengar manusia.


" Bisa di bilang begitu, tapi saya membuatnya untuk membantu pekerjaan rumah saja " Julian berkata dengan ambigu.


Walcot yang tidak menangkap maksud Julian menghela napas " Sayang sekali, padahal aku kira bisa digunakan untuk yang lain "


Jacob menatap dingin Julian " Anak muda, apa kamu sangat yakin dengan penemuanmu ini hingga berani bilang seperti itu ?, jangan sampai pihak militer menyita semua penelitianmu !"


Julian tersenyum tipis, dia menyilangkan kakinya layaknya seorang bos " Apakah anda yakin jika militer mampu melawanku tuan Jacob Turner ?" ucapnya santai.


" Slaapp !


" Klaaapp !


Jacob terkejut gerakannya ada yang menahan, padahal dia sudah menggunakan kecepatannya yang sudah di asah terus menerus di kamp militer semenjak dia belum jadi apa - apa.

__ADS_1


__ADS_2