System Harem

System Harem
Julian Masokis ?


__ADS_3

Julian berbaring disamping Rosi yang nafasnya masih tersengal - sengal, Julian memegang Pipi Rosi agar menghadapnya.


Rosi memaksakan sebuah senyum, walaupun dia sangat lelah, tapi dia tidak mau menunjukkan jika dia kelelahan, karena dia sadsr jika Julian telah membuatnya sangat puas.


Julian tersenyum, dia kemudian menggoda Rosi " Juniorku berdiri lagi, apakah kamu madih sanggup ?" Ucap Julian sambil menyeringai seperti iblis.


Jelas saja Rosi membelalakan matanya, karena mereka sudah bergelut dari pagi hingga tengah hari, tapi Julian masih saja ingin menambah.


Rosi mendekatkan kepalanya di dada Julian, dia berkata dengan lirih " terserah kamu saja Julian, tubuhku sepenuhnya milik kamu " Sambil mengatakan hal itu Rosi memegang Pusaka Julian, karena dia mengira Julian hanya berbohong.


Tubuh Rosi bergetar hebat, dia ketakutan saat memegang Pusaka Julian yang benar - benar kembali berdiri tegap layaknya torpedo yang akan dilepaskan.


" Julian, apakah kamu Monster ?, padahal kita sudah 5 jam bergelut, tapi Juniormu masih menginginkannya lagi " gumam Rosi dalam hati sambil tangan satunya memegang Goanya sendiri, yang terasa nyeri.


Rosi masih menelungkupkan wajahnya di dada bidang Julian, dia takut menunjukkan wajah tidak berdayanya pada Julian.


Rosi terkejut ketika Julian langsung menelentangkan dirinya dan dia berada di atasnya tersenyum jahat.


" Kenapa Ros ?, bukankah ini yang kamu mau ?, Ayo puaskan aku " Ucap Julian lembut.


Mau tidak mau Rosi memegang Pusaka Julian dengan kedua tangannya, dia menahan Napas dan memasukkan Pusaka jumbo Julian dalam Goanya.


" Arkhhh ! " Rosi membelalakan matanya sambil terpekik lirih. Karena Walau pusaka Julian sudah keluar masuk dalam Goanya, tetap saja ukurannya yang Jumbo membuat Goa Rosi penuh sesak.


Rosi menatap Julian dengan sendu, dia tidak berani menggerakkan pinggulnya, karena jika bergerak sedikit saja pinggulnya, Goa Miliknya auto terasa nyeri.

__ADS_1


Julian tersenyum, dia menggerakjan Pusakanya perlahan, Rosi menggigit bibir bawahnya, tangan Rosi mencengkram ranjang dengan sangat kuat, karena dia menahan nyeri yang teramat.


Tiba - tiba Julian mempercepat pompaannya, Rosi terkejut, dia berteriak - teriak tidak jelas.


" Julian Bajingan !, Arkhhhh!!


" Julian ... Arkhhhh


" Arkhhhhhh


Rosi sampai mencengkram punggung Julian dengan keras hingga Kukunya menancap di kulit Julian.


Julian yang merasakan jika Rosi sedang di luar kendali, dia makin mempergila pompaannya dengan kecepatannya yang sudah melebihi manusia biasa.


Rosi semakin berteriak kesakitan, walaupun masih ada kenikmatan yang dia rasakan, tapi Rosi sudah tahu jika pergelutan tersebut sudah tidak sehat lagi.


Rosi akhirnya jatuh pingsan dia sudah tidak bisa menahan pedih dalam Goanya akibat Pompaan Julian.


Julian yang hampir mencapai puncak dia tidak tahu jika Rosi sudah pingsan dan tetap memompanya, hingga tak berselang lama dia mencapai puncak.


Julian ambruk di atas Rosi dengan napas tersengal - sengal, dia kemudian berkata " Terimakasih Ros "


Julian merasa heran kenapa Rosi tidak membalas ucapannya, dia beranjak dari tubuh Rosi, dan menatapnya.


Betapa terkejutnya Julian melihat Rosi yang jatuh pingsan " Rosi !, kamu tidak apa - apakan ?" Julian memukul - mukul kedua pipi Rosi dengan lembut.

__ADS_1


Julian panik, dia tidak tahu harus bagaimana menghadapi hal tersebut, karena ini pertama kalinya dia membuat pingsan Wanita akibat pergelutannya.


Biasanya dia akan menyudahi pergelutan jika Wanitanya sudah terlihat tidak sanggup lagi melanjutkan pertempuran.


Tapi karena Rosi terlalu Masokis, dia tidak memikirkan hal tersebut, dia pikir jika Rosi masih menikmati pergelutannya.


Julian lekas memakai bajunya, dia menyiapkan air hangat dan membasuh tubuh Rosi dengan penuh penyesalan.


Ketika dia akan membasuh Lava yang mengalir dalam Goa Rosi, dia terkejut karena Goa Rosi yang tadinya begitu indah sekarang terlihat membiru karena bengkak.


' Glek ' Julian menelan ludah, dia berkeringat dingin ketika melihat hal tersebut " Astaga !, apakah aku terlalu bersemangat ?" gumam Julian bingung.


Tapi julian tetap membersihkan Area Goa Rosi dengan hati - hati, dia tidak ingin menambah rasa sakit yang telah dialami Rosi.


Julian menghela napas panjang " Kenapa aku jadi seperti ini ?, maafkan Aku Ros " Julian menatap Wajah Rosi yang terlihat memucat.


Julian merasa sangat bersalah, padahal awalnya dia ingin bersenang - senang dengan Rosi, tapi malah mengakibatkan hal tersebut, tentu saja sekarang dia menyesal karena telah merusak wanita yang ada didepannya tersebut.


Setelah membersihkan seluruh tubuh Rosi, Julian langsung mencari cara untuk menyembuhkan luka Goa Rosi dari Web, tapi sayangnya dia tidak mendapatkannya.


Julian merasa Frustasi, dia merutuki kebodohan yang telah dilakukannya pada Rosi.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2