
Rosi terkejut dengan kedatangan Julian ke kamar mereka, Rosi menatap Julian dengan menyelidik.
" Apa kamu mencari Alina Julian " Rosi menyilangkan tangannya di depan dada sembari menatap Julian dengan sinis.
Julian tersenyum " Aku mencari kamu Ros, ada yang ingin aku bicarakan denganmu " ucap Julian Lembut.
Rosi mengerutkan keningnya " Julian mencariku ?, apa tidak salah ?, Ros, kamu harus tenang, ini pasti rencana dia untuk mendekati kamu !" ucap Rosi membatin.
Rosi menghela napas " Ada apa kamu mencariku ?" tanya Rosi ketus.
Tapi Julian tersenyum tenang " Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan padamu, apakah kamu punya waktu sebentar untukku ?"
Karena ego Rosi masih lebih besar dari pada persaannya dia ragu untuk menerima ajakan Julian.
Tapi hati kecilnya berharap untuk berbicara berdua dengan Julian, Rosi terlihat bimbang dengan keputusannya.
Ketika dia akan menjawab, Alina menghampiri mereka " Siapa Ros ? "
Alina menoleh ke arah Julian " Eh.. Julian, Ada apa ?" tanya Alina lembut.
Julian tersenyum " Alina, kebetulan aku juga ingin Ngobrol dengan kalian berdua, apa kita bisa ke ruang tamu sebentar ?"
Seketika angan - angan Rosi, yang mengira jika Julian akan mendekatinya lenyap sudah.
Karena dengan Julian mengatakan ingin mengobrol dengan mereka berdua berarti Julian memang ingin berbicara masalah penting, bukan untuk mendekatinya.
Alinya mengangguk sembari tersenyum " Tentu saja Julian, kami juga sedang bosan di kamar terus "
Julian kemudian mengajak kedua wanita tersebut ke ruang tamu, tanpa basa - basi dia langsung mengutarakan maksudnya.
" Ros, Aku butuh bantuan kamu untuk mengenalkanku dengan Ayah Kamu, aku ingin membicarakan bisnis dengan Beliau, apa kamu bisa melakukan itu Ros ?" tnya Julian ketika sudah duduk di ruang tamu.
" Bisnis ?, bisnis apa yang ingin kamu tawarkan ke Ayahku, Kurasa dia tidak akan mudah menerima bisnis dengan sembarang orang " Ucap Rosi dingin.
Julian tahu jika Rosi pasti akan sulit di ajak bicara, pasalnya daya tarik dia masih 0%, jadi Julian harus pintar - pintar merangkai kata.
Otak Julian berpikir dengan keras, agar ucapannya nati berhasil membuat Rosi tertarik, bukan malah membuatnya menurunkan daya Tariknya.
Julian menghela napas, dia pura - pura bersedih " Ros, sebenarnya aku memiliki Sebuah Tambang Minyak di Quratar, tapi aku belum memiliki Ijin impor ke Provinsi Anarka, Aku ingin menawarkan ke Ayah kamu untuk membantuku mendapatkan Ijin tersebut, tentu saja tujuanku mengimpor Minyak Bumi dari Quratar untuk menekan harga disini, jika itu berhasil aku yakin Ayah kamu juga akan mendapatkan manfaat dari kerja sama ini " ucap Julian lembut.
__ADS_1
Alina terkejut, Karena Rose Luxury juga memiliki Pemasok dari Quratar, tapi dia tidak pernah mendengar nama Julian di antara pemasok tersebut.
Pemasok Rose Luxury adalah saingan Bisnis Alkatiri, secara kebetulan Julian bisa saja menghancurkan mereka jika dia bisa bekerja sama dengan kepala Polisi Anarka.
Tentu saja Alina langsung mendengarkan dengan baik apa yang akan di lakukan Julian selanjutnya, karena jika Julian akan Memasok Minyak Bumi ke Anrka secara besar - besaran, Alina harus mencoba masuk kedalam rencana Julian dan meninggalkan pemasoknya.
Karena Pemasok yang bekerja sama dengan Rose Luxury hanya memberikan mereka Ribuan Liter perbulan saja.
Rosi menatap Julian dengan aneh " Julian, apa kamu bodoh ?, dengan statusmu kamu harusnya bisa mendapat ijin dari pemerintah dengan mudah bukan ?!"
Faktor Daya Rosi Dail : -10
Faktor Daya Tarik Rosi Dail Sekarang : -10%
Rosi bukan orang yang bodoh, dia pikir dengan uang yang Julian miliki, tentu saja dia bisa membungkam pemerintah dengan mudah, tapi dia malah meminta bantuan Ayahnya, hal tersebut membuat Rosi yakin jika Julian punya niat yang lain.
" Sial !, ini wanita benar - benar keras kepala, padahal aku sudah berbicara selembut mungkin !, tapi tetap saja dia malah membenciku, sebenarnya apa sih mau kamu Rosi Dail !!?" ucap Julian dalam hati.
Alina hanya mendengarkan mereka berdua mengobrol, Alina juga setuju dengan ucapan Rosi, karena dia sudah melihat kekayaan Julian, apalagi dia mendengar sendiri jika Julian memiliki Tambang Minyak di Quratar, Artinya Julian sudah lebih dari mampu untuk menguasai Anarka.
Julian menghela napas " Aku tahu maksud kamu Ros, mungkin aku memang mampu untuk membuat ijin sendiri tanpa bantuan Ayah kamu, Tapi kamu tahu sendiri pejabat sekarang kaya gimana bukan ?, sesuatu yang diawali dengan kebaikan akan mendapatkan kebaikan juga, begitu juga sebaliknya "
Seketika Rosi dan Alina tercengang, mereka tidak percaya jika Ambisi Julian begitu besar, mereka berdua menatap Julian lekat - lekat, dari Wajah Jukian terlihat ekspresi Serius di sana.
Faktor Daya Rosi Dail : +10
Faktor Daya Rosi Dail : +10
Faktor Daya Rosi Dail : +10
Target Harem tersentuh dengan kemurahan hati Host.
Faktor Daya Tarik Rosi Dail Sekarang : 20%
[ Karena Target Harem menaikan Daya tariknya 20% anda akan mendapatkan 2 poin kekuatan tambahan ].
Poin Kekuatan Host sekarang : 70
.......
__ADS_1
Faktor Daya Alina Rose : +10
Faktor Daya Alina Rose : +10
Faktor Daya Alina Rose : +10
Target Harem tersentuh dengan kemurahan hati Host.
Faktor Daya Tarik Alina Rose Sekarang : +60%
[ Karena Target Harem menaikan Daya tariknya 30% anda akan mendapatkan 3 poin kekuatan tambahan ].
Poin Kekuatan Host sekarang : 73
Bukan Cuma Rosi yang daya Tariknya meningkat, Alina juga merasakan hal yang sama dengan Rosi.
Faktanya jika orang kaya mau berbagi itu adalah hal yang Luar biasa, apalagi Julian tidak pernah berniat mengungkapkan tujuannya pada Publik.
Julian diam - diam ingin merubah Provinsi Anarka yang Notabenya di penuhi dengan Tikus - Tikus berdasi dalam pemerintahan.
Ayah Rosi yang Notabenya seorang yang berjiwa Nasionalis sangat tinggi, tentu saja jika dia tahu hal tersebut Pasti akan mendukung Julian 100%.
Itulah kenapa Faktor daya tarik Rosi Naik, karena dia menemukan Pria yang selaras dengan pemikiran Ayahnya, dan juga masuk dalam kriterianya.
Sementara Alina terkagum - kagum dengan Julian, dia kagum karena pemikiran Julian sangat berani.
Karena jika Julian ingin merubah Provinsi Anarka, tentu saja dia harus bertarung habis - habisan dengan Para penghalangnya nanti yang Notabenya pejabat tinggi pemerintahan.
Jika Hal tersebut yang mengatakan bukan Julian mungkin Alina akan Ilfil pada orang tersebut, Tapi Julian berbeda, dia memiliki Kekayaan yang Alina tidak bisa bayangkan, Untuk itu Alina semakin memantapkan agar lebih dekat lagi dengan Julian.
Sementara Julian terlihat menyeringai senang, Karena Umpannya telah disambar kedua Target Haremnya.
Awalnya dia hanya ingin menaikan Faktor daya Tarik Rosi saja, tapi siapa yang tahu jika Alina juga ikut terkena kata - kata manisnya juga.
.
.
.
__ADS_1