System Harem

System Harem
Perjanjian


__ADS_3

Ke esokan Harinya, Julian yang sudah mulai tenang karena sudah merenungi semua kenangan bersama Natali sepanjang malam. Dia keluar dari kamarnya pagi - pagi buta karena perutnya mulai merasakan kelaparan akibat dari kemarin tidak makan apapun.


Saat dia membuka pintu kamarnya, dia di kejutkan dengan para Wanitanya yang tidur didepan kamarnya sambil membawa selimut masing - masing.


Julian tersenyum getir ketika melihat mereka semua, kini dia sadar jika bukan hanya dirinya saja yang bersedih, melainkan para wanitanya juga merasakan hal yang sama.


Julian mendekati Celia dan berjongkok di sampingnya " Celia hei.., bangunlah !" Julian menggoyang-goyangkan tubuh Celia dengan lembut.


Celia mengerjapkan matanya, dia kemudian terbangun " Julian !" Celia langsung bersemangat dan memeluk Julian.


Karena suara Celia cukup keras membuat semua wanita Julian terbangun, mereka mengucek matanya, saat melihat Julian yang sedang di peluk Celia, mereka semua juga langsung bersemangat dan mengerumuni Julian.


Para wanita Julian begitu senang karena raut wajah Julian sudah terlihat baik - baik saja.


" Kruuuuyyuuuuukkk " Tiba - tiba perut Julian berbunyi, para wanita Julian mengernyitkan dahi mereka, sebelum akhirnya tertawa bersama karena mendengar perut Julian berbunyi.


Julian tersenyum kecut, dia tidak menyangka kalau gara - gara perutnya, kecanggungan yang terjadi seolah menguap begitu saja.


Mereka semua dengan kompak mengajak Julian ke Meja makan, Julian di perlakukan bagaikan raja oleh mereka.


Ada yang meladeninya menuangkan Air, menyuapinya makanan, sampai - sampai ada yang memijat pundaknya. Mereka semua bergantian untuk memanjakan Julian.


" Kalian tidak perlu seperti ini, aku sudah baik - baik saja " ucapnya sambil menerima suapan dari Rachel.


" Kami ingin memanjakan kamu satu hari ini, biasanya kamu yang memanjakan kami jadi sekarang giliran kami " Ucap Alina Yakin.


Liyana menimpali " Benar Julian, sesekali kami juga ingin memanjakan kamu "


" Benar itu dan jangan menolak !" Ucap Rosi tegas.


Para Wanita Julian tidak mau lagi dia terlarut dalam kesedihannya, mereka berharap dengan memanjakan Julian bisa membuatnya sedikit melupakan kesedihannya.


Sementara itu di tempat Darius, dia sudah berhasil memperbaiki Wan's, tentu saja Rafael juga turut andil di dalamnya.


Darius sadar kalau para robot harus segera di perbaiki, karena dia tidak tahu apakah sisa eksperimen profesor C5 masih ada atau tidak. Lebih baik sedia payung sebelum hujan pikir Darius.


" Halo Nona Susan " Wan's menyapa Susan yang membawakan Darius minuman dan beberapa buah-buahan.


" Halo juga Wan's " Jawabnya sambil tersenyum.


" Sayang istirahat dulu " Susan berkata dengan lembut.


Dariuspun langsung meninggalkan pekerjaannya, karena dia selalu luluh jika Susan sudah memanggilnya dengan ucapan Sayang.


Darius menghampiri Susan dan duduk disampingnya dan langsung makan buah-buahan yang di bawanya.

__ADS_1


" Apa Julian sudah keluar dari kamarnya ?" tanya Darius pada Susan.


" Sudah, dia sedang bermesraan dengan para gundiknya itu " jawabnya kesal. Entah kenapa Susan kesal jika melihat Julian yang sangat mesra bersama para Wanitanya.


" Baguslah kalau begitu " Darius menanggapi dengan santai.


Susan menghela napas, dia tidak tahu jalan pikiran kakak adik itu. Susan heran kenapa Darius sangat setia, padanya sedangkan Julian memiliki banyak wanita di sampingnya.


Memikirkan hal itu saja membuat Susan merasa bingung, dia curiga kalau Darius menyembunyikan sesuatu Darinya. Tapi Susan sadar kalau pikirannya itu tidaklah berdasar sama sekali, jadi di memendamnya dalam - dalam.


...***...


^^^Di J-Aliance Foundation, Furi dan Samanta semakin bingung dengan Aset Julian yang semakin hari semakin terus bertambah.^^^


Mereka berdua tidak tahu harus menilai Julian seperti apa lagi, karena bayarannya Julian sangatlah berkuasa.


J- Aliance Foundation dengan Rafael yang mengontrolnya, dia mulai merambah ke luar Negri, Bowl Industri saja sudah hampir dipastikan milik Julian dan Lusin Sekarang menjadi boneka Rafael seperti Furi.


Ludin menyerahkan sahamnya karena dia tahu jika tidak seperti itu semua Asetnya akan menghilang dan di kuasai Julian, dengan dia menyerahkan separuh Asetnya, setidaknya dia masih memiliki separuh saham disana, dia juga berpikir kalau Seila bisa bersama Julian Asetnya tidak akan lari kemana - mana, Jadi dia lebih baik menyerahkan dengan suka Rela daripada harus hancur seutuhnya.


Sekarang di Vlasir, J- Aliance Foundation mulai terkenal karena telah memiliki separuh dari saham Bowl Industri.


Sementara itu di Provinsi Geoul tempat Markus berada, sekarang dia sudah di tahan akibat keterlibatannya dengan Profesor C5, Markus terendus oleh pemerintah Anarka dan Gepuk yang bekerja sama untuk mencaritahu siapa yang mendanai penelitian profesor C5.


Markus di tangkap ketika dia mau melarikan diri ke negara lain saat dalam pengejaran, tapi Militer Goul berhasil memblokir seluruh penerbangan di negara tersebut.


Rafael juga tidak mengakusisi perusahaan Markus, karena Rafael pikir tidak ada gunanya sama sekali, pasalnya perusahaan Markus kebanyakan ilegal.


Berbeda dengan markus, Ludin tidak ditangkap karena mendapat jaminan dari Militer dan Kepolisian Anarka yang sudah bekerja sama dengan Julian, karena Rafael mberikan pesan pada mereka atas nama Julian jika dia yang akan menjaminnya. Untuk itulah Ludin aman - aman saja.


...***...


Di tempat Pemburu Mayat, mereka sedang menunggu seseorang di sebuah tempat terpencil yang jauh dari keramaian.


" Bos, sudah jam berapa ini ?, kenapa mereka belum datang juga ?" Si cerewet merasa lelah menunggu karena sudah hampir satu jam mereka disana.


" Diamlah bodoh !, mereka orang - orang yang sibuk !, jangan merengek terus !" bentak si Bos.


" Bos Lihat itu " Anak buah satunya menunjuk tiga buah Mobil yang menghampiri mereka .


" Akhirnya mereka datang juga " Si Bos langsung turun dari Mobil dan menyambut kedatangan mereka yang menginginkan mayat Natali.


Ketiga Mobil tersebut berhenti di dekat Mobil mereka, Dua orang pria keluar dari Mobil.


Yang satu sangat gemuk dan yang satunya sangat kurus, mereka terlihat berbeda sangat kontras sekali dalam bentuk tubuh.

__ADS_1


Si gemuk membawa Sebuah koper di tangannya, sementara si kurus berjalan dengan santai menghampiri pemburu mayat.


Si bos mengusap - usap tangannya bersemangat " Selamat datang tuan bo..."


" Klapp " sigemuk melemparkan koper yang isinya uang tanpaenunggu si Bos berkata.


" Mana barangnya !" tanyanya dengan nada dingin.


Si bos membuka Koper terlebih dahulu, ketika melihat tumpukkan uang di koper dia tersenyum " Bawa mayat itu keluar !"


Mayat Natali yang di bungkus dengan selimut di keluarkan dari dalam mobil.


" Swuzzz


Tiba - tiba di kurus sudah ada di depan dua anak buah pemburu Mayat tersebut. Dia membuka selimut dan melihat wajah Natali.


" Benar ini barangnya " ucap Si kurus pada si gemuk.


Si kurus langsung mengambil alih mayat Natali, dari tangan Sicerewet dan si kekar.


Si kurus membawa mayat Natali sang begitu ringannya seperti membawa kapas saja, dia langsung membawa mayat Natali kedalam Mobil.


" Urusan kita selesai sampai disini, jika kalian berani buka suara tentang kejadian ini maka !"


" Duaarr


Entah apa yang di lemparkan Si gemuk yang membuat tanah di dekat mobil Pemburu Mayat meledak dan berubah menjadi kawah besar.


' Glek ' para pemburu mayat menelan ludah, mereka tahu jika sedang berhadapan dengan orang - orang yang sangat menakutkan.


" Te..te..ntu saja tuan, kami akan menutup mulut rapat - rapat !" Si Bos bergegas menjawab.


Si gemuk hanya mengangguk dan pergi dari tempat tersebut meninggalkan para pemburu Mayat yang sedang ketakutan di tempatnya masing-masing.


Ketika kelompok tersebut sudah pergi, para pemburu mayat langsung menghela napas lega.


" Sial !, kamu kencing di celana ?" Si kekar mencium bau Pesing dari si cerewet.


Si cerewet tersenyum getir " Mau bagaimana lagi hehehe "


" Sudah, sudah, kita sudah mendapatkan uangnya, ayo pergi !" karena suasana hati Bos sedang baik dia melerai dengan wajah sumringah.


" Kamu duduk dibelakang !" Si kekar membentak si Cerewet.


" Biasanya aku juga duduk di belakang " jawabnya kesal karena selalu di marahi oleh Bos dan temannya itu.

__ADS_1


Para pemburu Mayat meninggalkan tempat tersebut dengan Mobilnya, mereka bertiga kembali ke Vedas untuk bersenang - senang karena telah mendapatkan banyak Uang.


__ADS_2