System Harem

System Harem
Rencana Membuat Robot


__ADS_3

Setelah Julian ke kamarnya, dia langsung memanggi Rafael.


" Rafael !, apakah kamu tahu siapa Profesor C5 itu ?" tanya Julian sambil merebahkan diri di ranjangnya.


Rafael langsung menggali informasi tentang Profesor C5. kemudian Rafel menjawab " Tuan Lewis, Profesor C5 memiliki nama asli Cristian Aldersen, dia anak sulung dari lima bersaudara. Profesor C5 sudah mempunyai hobi aneh ketika dia kecil, dia senang sekali membedah binatang dan mempelajari tubuh binatang tersebut. Kegilaannya mulai terlihat ketika dia masuk sekolah menengah, dia membunuh adik - adiknya sendiri dan menjadikan mereka sebagai bahan percobaanya, tapi hasilnya gagal, semua adiknya meninggal !"


" Polisi kemudian mengendus kegilaannya tersebut dan berhasil menangkapnya, Profesor C5 di jatuhi hukuman seumur hidup, tapi sayangnya hanya beberapa tahun saja dia di penjara. seseorang membebaskannya. dia Taipan ternama di Dunia Markus Holi yang memiliki Holi Wings industries. Markus melepaskan Profesor C5 karena dia tahu jika Profesor C5 menguji coba manusia dan Markus meminta profesor C5 untuk membuat serum yang bisa membuatnya awet muda !, dia berhasil tapi sayangnya kakak Tuan mengambilnya, ya dia auto marah lah !"


Setelah Rafael selesai berbicara, bukannya terkejut, Julian maah mengernyitkan dahinya ketika Rafel mengatakan jika kakaknya yang mencuri serum Profesor C5.


" Tunggu dulu Rafael ?, kenapa kamu tahu tentang kakakku ?" tanya Julian penasaran.


" Saya mendengar pembicaraan kalian, dan langsung mencari informasi tentang kakak anda, hasilnya positif, Tuan Darius Lewis adalah kakak anda !" Rafael berkata dengan tegas.


Julian langsung beranjak duduk " Kamu yakin Rafael ?, seberapa Valid data yang kamu cari ?"


" 100% Tuan Lewis !" jawab Rafael lagi.


Julian yang awalnya tidak percaya dengan Darius, sekarang dia percaya setelah Rafael sendiri yang memberitahunya, karena informasi Rafael selama ini tidak pernah meleset.


" Kalau anda masih ragu, lihatlah layar Ponsel anda !" Rafael memastikkan Julian.


Julian kemudian mengambil Ponselnya, ada beberapa foto yang masuk ke dalam Ponselnya, dia kemudian membukanya.


Benar saja terlihat Orang tuanya yang sedang bersama dengan Darius waktu masih berumur 9 tahunan, juga ada foto ketika Julian baru lahir, Darius dan Ibunya tersenyum menunjukkan dirinya yang masih Bayi.


Seketika air mata Julian menetes, dia tudak menyangka jika dirinya benar - benar memiliki saudara kandung.


" Oh Ya Tuan Lewis, saya juga sekalian mau memberi tahu anda, jika Vladimir sudah saya suruh menyiapkan orang terbaiknya untuk berjaga di Mansion anda !" ucap Rafael yang tidak tahu situasi.


Sontak saja di sela tangisnya Julian terkejut, karena bagaimana mungkin Rafael tiba - tiba saja berhubungan dengan Vladimir.


Jika melihat ekspresi Julian yang sekarang mungkin sangat aneh, menangis sambil terkejut itu bagaimana ?


Julian buru - buru menyeka air matanya " sejak kapan kamu berhubungan dengan Vladimir dan kamu tahu jika mereka bukan tandingan Monster - Monster profesor C5 bukan ?" tanya Julian heran.


" Setelah anda mengamuk dirumah Vladimir saya mengancamnya, dan dia mau menjadi bawahan anda !, untuk masalah itu anda tenang saja, saya sudah membuat data base chip yang bisa meningkatkan kemampuan seseorang walau hanya 15 menit saja, anda hanya oerlu mencari bahannya maka kita bisa membuatnya !" ucap Rafael dengan santai.


Jantung Julian hampir copot karena di buat terkejut terus - menerus oleh Rafael, dia sangat heran kenapa Ai yang di ciptakannya seperti Dewa saja yang sudah bisa menebak alur yang akan dia jalani.

__ADS_1


Julian menghela napas panjang untuk menenangkan pikirannya " Rafael !, aku tudak setuju jika kita menggunakan Manusia untuk melawan mereka, karena itu sama saja kita mempertegas kalau tidak ada bedanya Profesor C5 dengan kita ! "


Julian tidak menyetujui Rafael karena dia tahu jika tindakkan tersebut sama saja menjadikan manusia sebagai alat.


Julian memiliki ide Lain untuk melawan profesor C5, walaupun dia kuat tapi dia juga harus melindungi orang - orang yang dia sayangi, untuk itu Julian berencana membuat robot agar bisa melindungi mereka.


" Anda memang benar, bagaimana kalau buat robot saja ?, saya akan memesan perlengkapannya, besok agar sudah di kirim kemari bagaiamana Tuan ?"


Lagi dan lagi Julian di buat tercengang, dia benar - benar heran dengan Rafael yang bisa mengerti semua keinginannnya.


Julian menghela napas " Kamu atur saja bagaimana baiknya, kita akan membuat Robot yang paling sempurna di Dunia ini !"


" Baik Tuan Lewis !"


Tiba - tiba suara pintu kamar Julian diketuk


" Tok


" Tok


" Tok


Julian langsung beranjak dari ranjangnya dan membuka pintu " ada apa Celia ?"


" Di ruang tamu ada seseorang yang ingin bertemu denganmu " jawab Celia lembut.


Julian menghela napas " suruh dia menunggu, aku mau mandi dulu "


" Baik Julian !, Cup !" Celia mengecup Bibir Julian dan langsung meninggalkannya.


Julian menggelengkan kepalanya sambil tersenyum tipis,dia kemudian masuk kamar dan segera mandi.


Sementara itu diruang tamu, Darius dan Vladimir sedang berdebat.


" Berani sekali kamu membawa anakku Darius !" bentak Vladimir.


Darius menyeringai " Siapa yang membawa anakmu ?, orang dia yang membawaku kabur !"


" Brengsek !, kamu masih berkilah juga !?" Vladimir meraung marah.

__ADS_1


Susan memegangi Vladimir " Ayah, sudahlah.., lagi pula aku baik - baik saja kan "


" Kamu juga !, kamu itu wanita dewasa !, bukannya mencari pasangan yang bener, kamu malah ikut dengan orang yang masa depannya sudah tidak ada !" Vladimir membentak Susan.


Susan seketika menundukkan kepalanya, dia tidak berani menjawab jika Ayahnya sudah marah.


Darius yang melihat Susan di bentak, Emosinya membuncah, dia berdiri dan meraung " Vladimir !, dia itu anakmu !, apa pantas kamu membentaknya seperti itu ?!"


" Diam kau bajingan !, aku tidak sudi di ceramahi orang sepertimu !" Vladimir menunjuk - nunjuk Darius.


Celia yang baru datang terkejut ketika melihat ada pertengkaran yang menggema didalam Mansion Julian. tapi dia tidak berani melerai mereka berdua.


Beberapa pelayan yang mendengar juga berkumpul dan menonton dari kejauhan. mereka penasaran apa yang sebenarnya terjadi.


Beberapa menit kemudian Julian turun, Darius dan Vladimir sudah mau beradu jotos ditempat tersebut.


" Swuuusssh


Julian menggunakan kecepatannya dan mencekik leher Vladimir, sementara Natali yang ada ditempat tersebut dia menahan Darius dengan cambuk - cambuk darahnya.


Celia yang melihat kejadian itu otaknya berdengung, dia tidak bisa menangkap apa yang sedang terjadi kemudian pingsan.


" Apa kamu ingin Mati Vladimir !" Julia mencengkram leher Vladimir dengan kuat.


" Tu..Tuan Le..wis ma..afkan a..ku " jawab Vladimir terbata - bata.


Susan juga langsung bereaksi " Julian epaskan Ayahku !" Susan memukul - mukul tangan Julian yang mencengkram Ayahnya.


" Buugggg !


Julian melepaskan Vladimir dan dia pun langsung jatuh ke lantai.


Julian menghela napas, Darius juga ikut tenang setelah melihat Julian. Ketika Julian menoleh dia terkejut melihat Celia yang pingsan dan segera menghampirinya.


" Astaga Celia !, kamu kenapa Hei !" Julian menggoyang - goyangkan tubuh Celia tapi dia tidak bangun juga.


Akhirnya Julian membawa Celia ke kamarnya, setelah itu dia kembali ke ruang tamu, untuk berbicara dengan Vladimir.


.

__ADS_1


__ADS_2