System Harem

System Harem
Liburan


__ADS_3

Tidak ada yang lebih indah daripada sebuah kebersamaan, walaupun banyak masalah untuk mengarunginya, setidaknya ada sebuah tempat untuk sedikit mencurahkan keluh kesah kehidupan.


Begitulah yang Julian pikirkan sekarang, dia sadar semakin banyak wanita, bebannya akan bertambah berkali lipat.


Tapi bukankah itu sebuah resiko yang harus dia hadapi, jika dia mengingat malam - malam yang indah saat melewati bersama para wanitanya, seharusnya itu menjadi pengingat kalau dirinya masih bisa bahagia walau badai datang menerjang.


Kekuatan dia, kekayaan dia dan ketampanan dia, semuanya dia dapatkan dari para wanita yang menemaninya saat ini, itulah alasan kuat kenapa Julian tidak bisa melepaskan para wanitanya.


Julian masihlah Julian yang dulu, dia bukanlah manusia yang seperti kacang lupa pada kulitnya, karena dia bisa mencapai titik terhebat dalam hidupnya dengan menaklukkan para Wanita, jadi dia juga ingin mengakhiri hidupnya bersama para Wanitanya itu.


...***...


" Rosii !, ayo bangun, kamu nanti di tinggal loh !" Celia menarik kaki Rosi hingga kakinya menggelantung ke lantai.


" Apaan sih Cel, aku masih ngantuk, hoaammm.. " Rosi menguap sambil mengucek matanya.


" Ya sudah aku bilang Julian kamu gak akan ikut oke !" Celia berkacak pinggang dan pergi meninggalkan Rosi.


" Astaga... !, aku lupa !" Rosi menepuk jidatnya dan langsung bergegas ke kamar mandi.


Sementara itu di halaman Mansion yang sudah sudah rata kembali di tambal dengan tanah pegunungan, Julian dan semua wanitanya sedang bersiap-siap.


Celia keluar sambil menggembungkan pipinya, Alina bertanya " Mana Rosi Cel ?"


" Tau tuh, gak mau ikut mungkin !" ucap Celia kesal.


Alina menghela napas " kamu sabar yang Cel, dia itu memang kalau tidur kaya kebo, dia pasti ikut kok "


Alina tahu saudarinya itu dari kecil, jadi wajar saja kalau Celia sedikit marah, karena pasti saat membangunkan Rosi dia tidak kunjung bangun juga.


Memang biasanya yang membangunkan Rosi setiap pagi itu Alina, karena dia tahu betul bagaimana caranya membangunkan Rosi.


Tak berselang lama Rosi muncul dengan handuk masih terlilit di kepalanya " aku ikut !" teriak Rosi yang baru keluar dari Mansion.


Semua menatap Rosi, mereka semua tertegun saat melihatnya, Handuk terlilit di kepalanya, kancing baju yang tidak di tempatnya, sepatu yang beda warna.


" Bwahahaha.. " Yellow ketawa terlebih dahulu.


" Hahahaha


" Hahahaha

__ADS_1


Kemudian semuanya juga ikut tertawa sambil memegangi perutnya masing-masing saat melihat Rosi yang seperti itu.


Rosi melihat dirinya sendiri dari atas sampai ke bawah, dia pun terkejut dengan penampilannya sendiri.


Rosi kemudian menggembungkan pipinya sambil kakinya menghentakkan lantai " Kalian jahat ih.. Julian !" tajuknya manja.


Julian menghela napas, dia mendekati Rosi dan membenarkan kancing bajunya " lain kali kalau ada acara pasang alarm, jadi gak kaya gini kan ?"


" Aku juga ingin bangun pagi Julian, tapi tidak bisa " Rosi masih merajuk manja.


" Ya sudah ayo " Julian menarik koper milik Rosi, dan membawanya ke Mobil yang akan di naiki Alina, karena mereka berdua sudah janjian akan se Mobil.


Mereka semua naik Mobil, lima Mobil Julian siapkan untuk para wanitanya, sementara Darius dan Susan menggunakan Mobil sendiri.


Mereka semua berangkat, Robot yang ikut mereka hanya Alpa dan Dom, karena Robot yang lain dalam mode tidur.


Saat Mobil sampai di depan gerbang, Mobil pertama yang di naiki Julian tiba - tiba berhenti, membuat Yellow yang bersama Julian tersentak kaget.


" Ada apa ?" tanya Julian pada sopir.


" Tuan ada seorang gadis yang menghadang kita " jawab sopir sambil menunjuk kedepan.


Julian melihat kedepan, dia terkejut " Resty !"


" Kamu jahat Julian !, mau liburan tidak mengajak aku !" Resty memukul - mukul dada Julian.


Julian menghela napas " kami akan berlibur di alam terbuka, kamu kan takut kegelapan, jadi aku tidak mengajak kamu " ucap Julian sambil menahan tangan Resty.


" Pokoknya aku mau ikut !" Resty menggembungkan pipinya.


Julian menghela napas " memangnya kamu sudah bersiap - siap ?"


Resty langsung mengulas sebuah senyum " sudah, itu... " Resty menunjuk tas yang sedang di bawa Ayahnya.


Julian terkejut " Paman Lukas !"


" Lama tidak bertemu Julian " Lukas langsung memeluk Julian.


" Maaf paman, aku tidak mengunjungimu lagi, akhir - akhir ini aku sibuk banget " ucap Julian tidak berdaya, sambil melepas pelukannya.


" Aku tahu itu, Queen sudah menceritakan semuanya pada kami, oh.. ya dari semalam dia merengek mau ikut kamu berlibur katanya, apa boleh Julian ?" tanya Lukas pada Julian.

__ADS_1


" Tentu saja paman " jawab Julian langsung.


" Baguslah kalau begitu, paman titip Resty yah !" Lukas menepuk - nepuk bahu Julian.


Julian hanya tersenyum saja, sekarang nambah lagi wanita yang akan membuatnya sulit tidur.


Julian yakin cepat atau lambat, Resty pasti akan menyerahkan tubuhnya, walaupun Julian belum tahu kebenaran tentang hubungan mereka.


" Julian ada apa lagi !?" Darius berteriak dari mobil paling belakang.


" Sebentar kak !" saut Julian.


" Ya sudah berangkat gih, kasihan yang lain sudah menunggu " ucap Lukas melepas mereka.


" Ya sudah, kita berangkat dulu paman, Ayo Res !" Julian mengajak Resty ke Mobilnya sambil membawa tas milik Resty.


Julian duduk di depan bersama sopir, sementara Resty duduk di belakang bersama Yellow.


Julian memperkenalkan Resty padanya, Yellow hanya menanggapinya dengan senyum masam, karena Wanita Julian seperti peternakan saja.


Mobil pun langsung melaju kembali, terlihat para Wanita Julian sangat bersemangat, mereka semua sudah tidak sabar ingin menikmati indahnya alam terbuka.


Perjalanan mereka cukup panjang, karena gunung Ruin terletak di desa terpencil, perjalanan dengan Mobil membutuhkan waktu kurang lebih tiga jam perjalanan.


Setelah tiga jam mereka mulai memasuki wilayah Gunung Ruin, terlihat pemandangan yang masih Asri, karena belum tersentuh tangan rakus manusia.


Udara disana juga sangat sejuk, para Wanita Julian semakin tidak sabar saja ketika Mobil sudah mulai memasuki kaki gunung.


Mobil mereka berhenti di Desa kelahiran Celia berada, saat keluar dari Mobil Celia bergumam " Desa ini masih sama seperti dulu "


Celia kecil memang sempat tinggal disana, sebelum akhirnya dia menjadi gadis yang tidak memiliki tempat tinggal, walaupun ingatannya sudah sedikit kabur, tapi dia masih bisa merasakan kalau suasananya seperti dulu.


" Baiklah, aku akan ijin dulu pada pengelola tempat ini, kalian beristirahat saja dulu " ucap Julian dan langsung meninggalkan mereka semua.


Selepas dari kepergian Julian, terlihat dua orang Pria menatap para Wanita Julian dengan mata Berbinar.


" Wih... mantap nih Don, Bos pasti senang dengan berita ini !"


" Kamu benar Wil, Bos pasti akan memberikan kita banyak uang !"


" Ayo kita melapor sekarang !"

__ADS_1


Dua pria itu pergi setelah melihat para wanita Julian nan cantik Jelita, bagaikan bidadari yang turun dari langit.


__ADS_2