
Julian menghentikan taksi dan menyuruh Resty masuk kedalam taksi tersebut. Resty terheran - heran kenapa Julian tidak menggunakan Mobilnya.
Setelah taksi jalan, Resty bertanya " Kemana Mobil kamu Julian ?"
Julian tersenyum, dia mencoba berkilah " Waktu mau kesini Mobilku mogok, terpaksa aku naik taksi "
Resty mengerutkan keningnya, walaupun dia tidak pernah mempunyai mobil mewah, tapi dia yakin jika Mobil Julian tidak mungkin mogok. Tapi Resty tidak menanyakan hal tersebut, baginya Julian sudah datang saja dia sudah sangat senang.
Julian mengantar Resty sampai Rumah yang dibelikannya, ketika taksi sampai di depan rumah Resty, Julian buka suara ketika Resty turun " kamu istirahat dulu saja yah, besok kita bicarakan lagi masalah pekerjaan yang cocok untuk kamu "
Resty hanya mengangguk dan turun dari Mobil. Julian menyuruh sopir Taksi untuk kembali jalan.
Resty yang melihat taksi sudah jalan, dia baru teringat jika ingin menyampaikan sesuatu pada Julian " ah.. Gagal lagi deh !, padahal aku ingin bilang oada Julian yang sebenarnya !, bodoh, bodoh, bodoh !" Rwsty merutuki dirinya sendiri, sambil berjalan masuk ke rumahnya.
Sementara itu di dalam mobil Julian sedang melihat - lihat ponselnya.
" Ciiitttttt !
" Gletuk !"
" Aww !, hati - hati dong pak !" Julian menggerutu kesal karena dahinya membentur jok Mobil karena sopir Taksi mengerem mendadak.
" Maaf Tuan, tapi didepan ada perkelahian antar gangster !"
Julian terkejut, dia melihat ada perkelahian disana, semua orang juga panik dan balik arah.
" Tuan, kita balik arah saja yah ?" Sopir taksi juga ketakutan.
" Aky turun disini saja pak, ini uangnya " Julian menyerahk uang dan turun dari taksi.
Sopir taksi menggelengkan kepalanya " dasar orang aneh !, bodo amatlah, lebih baik aku menyelamatkan diri saja !"
Julian menyipitkan matanya, dia sedikit familiar dengan seseorang yang ada disana " Vladimir !" gumam Julian terkejut.
" System naikkan semua Atributku 10 Poin !"
[ Perintah diterima, mulai menaikkan Atribut ...10%..20%..30%..40%...50%...60%..70%..80%..90%...100%
Atribut berhasil ditingkatkan !]
[ Status ]
Nama : Julian Lewis
Umur : 28 Tahun.
Saldo Kredit Harem : 980.663.208.930.000
Saldo yang bisa anda belanjakan : 19.000.978.000.000 dolar.
Poin peningkatan Kekuatan : 24
Kekuatan : 79
Vitalitas : 65
Semangat : 64
Kecepatan : 60
Kecerdasan : 80
Status : Manusia Super.
Ultimate Harem :
Celia Moon : 101% Daya Tarik.
Natali Loin : 101% Daya Tarik.
Keterampilan : ( Marketing, Manajemen, Ekonomi, Taekwondo, Balet, Piano, Dokter, Memasak, Hacker ) Tingkat Ketrampilan semua meningkat menjadi 80 Poin.
__ADS_1
Setiap peningkatan Atribut kecerdasan, Atribut ketrampilan akan Naik, Atribut Normal ketrampilan di Bumi rata - rata 10 Poin, semakin tinggi Atribut maka Ketrampilan akan semakin di luar jangkauan manusia biasa.
Setiap Pria Dewasa Normal pada umumnya memiliki 10 poin di setiap Atribut ]
Julian langsung menerjang ke arah mereka semua.
" Bang !
" Bang !
" Bang !
" Arghhh
" Awww
Vladimir terkejut dengan kemunculan Julian. Tapi sedetik kemudian wajahnya bersinar cerah karena mendapatkan bantuan.
Julian perlahan mendekati Valdimir, sambil memukuli orang - orang yang memakai jas rapi. Karena Vladimir memukuli mereka juga.
Orang - orang yang memakai setelan jas tadinya hampir memenangkan pertempuran. Mereka mulai kewalahan ketika Julian datang.
Julian juga tidak memberikan ampun, dia akan memukul dan mematahkan tangan atau kaki mereka agar tidak bisa bertarung lagi.
E4 yang mengenali Julian karena dulu dia pernah dihajarnya ketika melawan Natali langsung menerjang. E5 yang ikut bersamanya juga ikut menerjang.
" Wuzzz
" Baaangg
Julian terhempas puluhan meter tapi dia masih berdiri tegap karena kecepatan refleknya membuat dia bisa menangkis serangan tersebut.
" Groaaarrr !
" Slaap
" Slaap
Julian dengan reflek cepatnya menghindar.
" Clap
" Arggghh
Seseorang yang ada di belakang Julian terkena jarum tersebut, sedetik kemudian dia langsung jatuh dan mulutnya mengeluarkan busa.
Julian terkejut, dia menegur Vladimir " Vladimir !, bawa semua anak buahmu mundur cepat !"
Vladimir menoleh ke arah Julian, dia melihat dua orang aneh yang sedang di hadapi Julian, satunya memiliki tangan besi dan satunya lagi memiliki rambut panjang menjulai ketanah dengan bentuk runcing.
Vladimir langsung berteriak " Semuanya mundur !!"
Orang - orang Vladimir dengan tergesa - gesa mundur dari pertempuran.
Orang - orang yang dibawa E4 dan E5 mengejar, tapi Julian dengan kecepatan kilatnya melumpuhkan mereka terlebih dahulu.
Saat Julian sedang melumpuhkan orang - orang berjas, E4 dan E5 menyerangnya lagi secara bersamaan.
Tangan E4 berubah menjadi Bor dan sebuah tombak tajam.
E5 juga menembakkan jarum bercunnya.
" Bang
" Bang
" Clap " Perut Julian tertusuk ujung tangan E4. Dia menggertakkan giginya dan menendang E4 sekuat tenaga.
" Duak
" Duaarr " E4 menghantam sebuah Mobil dan Mobil tersebut hancur.
__ADS_1
" Wuzz
" Wuzz
Jarum - jarum beracun menuju Julian, Julian langsung mencoba menghindar. Tapi sebuah jarum mengenainya.
" Clap
" Argghh
Julian melihat jarum yang menanjap di dadanya, dia langsung mencabutnya " Sialan !"
Julian memegangi perutnya yang mengeluarkan darah.
" Wuzzz
Julian langsung menerjang ke arah E5. E5 yang melihat itu dia langsung membalut seluruh tubuhnya dengan rambut landaknya yang merupakan jarum beracun.
" Buggg
" Duaarrr
Kaki Julian tertusuk banyak jarum beracun, tapi dia berhasil membunuh E5 yang tidak bisa menahan tendangannya hingga tubuhnya hancur.
Julian menghela napas lega, tapi tiba - tiba pandangannya kabur " Sial !, aku lupa jika jarum ini beracun !"
" Wuzzz
" Duaakkk
" Srrrtt
" Braakk
Julian terhempas puluhan meter dan berguling ditanah hingga dia menabrak sebuah mobil.
Julian berdiri dengan terhuyung - huyung " Hoekk !" Seteguk darah keluar dari mulutnya.
" Cih ! " Julian meludahkan darah yang tersisa di mulutnya. Walaupun pandangannya mulai kabur karena Racun E5. Dia mencoba untuk tetap bertahan. Tapi dia tidak akan bisa seperti itu jika Vitalitasnya sudah di luar nalar.
Karena Racun yang dimiliki E5 sangat mematikan, contohnya orang yang terkena racun hanya butuh waktu sedetik saja untuk tewas ditempat.
E1 yang tadi sengaja tidak ikut bertempur dan mengawasi pertempuran saja, dia baru keluar ketika Julian sudah kewalahan.
E1 terlihat menyeringai " bunuh dia !"
E4 meraung " Groaaarrr !"
" Wuzzz
" Bak
" Buk
" Bak
" Buk
" Enyah kau !" Julian menendang pas sekali di kepala E4.
" Duak
" Brugg
Kepala E4 terlepas dari tubuhnya, dan kemudian ambruk di hadapan Julian.
Julian terhuyung - huyung, tapi dia terkejut ketika merasakan ada orang dibelakangnya.
Julian langsung menoleh untuk memastikkan, benar saja E1 ada disana.
E1 menyeringai " Binggo !" E1 menembakkan Cairan beracun pada Julian. Julian tidak bisa menggunakan kecepatannya karen racun dalam tubuhnya mulai menjalar masuk keseluruh organ dalamnya.
__ADS_1