
Julian berlari seperti jet darat saja, jika ada sesuatu yang menabraknya mungkin akan langsung hancur akibat benturan dengan kecepatan Julia.
Angin sangat kencang berhembus melewati para pejalan kaki membuat mereka berteriak histeris, akibat kaget.
" Awww !"
" Apaan tuh ?"
" Hantu lewat siang - siang begini ?"
Jelas saja semua orang terkejut karena angin yang mereka rasakan tidak wajar. sangat kencang tapi hanya sekelebat saja melewati mereka.
Julian tidak memperdulikan orang - orang. Dia hanya ingin cepat sampai di Rumah sakit untuk menemui Liyana.
Setelah berlari selama setengah Jam, Julian sampai di Rumah sakit miliknya itu. Ia langsung berjalan seperti biasa lagi. Terlihat Wan's, Alpa, Beta dan Vo Robot yang di tugaskan menjaga Rachel berjaga di depan Rumah sakit.
" Tuan Lewis !" Mereka semua serempak menyambut kedatangan Julian.
Julian hanya menganggukkan kepalanya saja " Vo, antar aku ke tempat Rachel dan Liyana !".
" Baik tuan !" Vo menunjukkan arah dimana Liyana di rawat.
Julian menyapu pandangannya ke lorong rumah sakit dan banyak sekali orang - orang yang berpakaian seadanya sedang menunggu bagian keluarga mereka yang sedang di rawat.
Walaupun masih terlihat murung tapi setidaknya ada sedikit harapan untuk mereka karena keluarga mereka di rawat tanpa dana sepeserpun.
" Tuan kemari !" Vo menegur Julian yang mau berjalan lurus.
Julian bersukur masih bisa membantu mereka, tapi dia juga belum tenang jika melihat banyak warga yang masih sangat miskin di Anarka.
Julian berpikir untuk membimbing mereka semua agar bisa bekerja dan dia akan membuatkan lapangan pekerjaan untuk mereka nantinya.
" Tuan ini kamarnya " Vo menunjukkan sebuah kamar Vip yang digunakan untuk merawat Liyana.
Julian membuka pintu, dia masuk kedalam dengan langkah gontai, Hatinya berasa tersayar sesuatu ketika melihat wajah pucat Liyana yang terbaring di ranjang rumah sakit.
Matanya terasa panas ketika semakin mendekat pada Liyana. Tangannya meremas dada yang terasa begitu perih itu.
" Liyana maaf !"
Hanya kata maaf yang mampu keluar dari mulut Julian sambil ambruk di samping ranjang Liyana. Rachel yang menjaga Liyana terkejut dengan kedatangan Julian. Ia langsung memapahnya berdiri.
" Julian bangunlah dan duduk di kursi "
Rachel mencoba untuk memapah Julian, tapi Ia seoalah tidak mau bangun dan hanya menunduk sambil menitihkan air mata saja.
" Plaakkk !"
" Bangun Julian !" Rachel membangunkan Julian dengan menampar menggunakan kedua tangannya. Agar Julian tersadar dari lamunannya.
Julian langsung mendongak menatap wajah Rachel dengan tatapan sayu seolah tidak memiliki semangat hidup lagi.
" Julian jika kamu seperti ini, siapa yang akan melindungi kami ?, Liyana sudah baik - baik saja, sekarang yang perlu kamu lakukan mencari cara bagaimana melindungi kami. Bukan malah menjadi seperti ini Julian sadarlah !"
__ADS_1
Perkataan Rachel bagaikan tamparan buat Julian. Ia tersadar jika masih banyak yang harus dia lakukan bukan cuma berdiam diri di situ saja.
Julian memegang tangan Rachel yang memegang kedua pipinya, ia tersenyum " Terimakasih Rachel. Aku lupa jika bukan waktunya untuk berdiam diri saja "
Rachel menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Ia sangat yakin jika Julian akan melakukan sesuatu untuk mencegah semuanya.
Julian berdiri dan mendekati Liyana dan mengecup keningnya " maaf aku tidak bisa melindungimu, tapi aku janji kali ini pasti bisa melindungi kalian semua !"
Julian menunjukkan tekad yang kuat, pasalnya dia tidak ingin para wanitanya menjadi korban para Monster yang berkeliaran mengincarnya.
" Rachel kamu jaga Liyana dengan para Robot, jika ada sesuatu segera hubungi kakakku oke " Julian memegang pipi Rachel dan meninggalkannya.
Rachel menatap punggung Julian " itulah yang aku suka dari kamu Julian. Tekad kamu yang kuat membuatku yakin jika kamu pria yang bisa di andalkan !"
Faktor Daya Rachel Claus : +1
Target Harem tersentuh dengan Tekad Host.
Faktor Daya Rachel Claus Sekarang : 100%
[ Selamat Target Harem telah mencapai penaklukan 100%, Host akan mendapatkan uang 100 Milyar Dolar dari penaklukan dan 20 Poin peningkatan .Host bisa memperbaharui penampilan Target Harem yang sudah ditaklukan menggunakan Poin Peningkatan ].
Poin peningkatan Host : 20
[ Status ]
Nama : Julian Lewis
Umur : 28 Tahun.
Saldo yang bisa anda belanjakan : 10.100.978.000.000 dolar.
Poin peningkatan Kekuatan : 10
Kekuatan : 99
Vitalitas : 70
Semangat : 67
Kecepatan : 60
Kecerdasan : 80
Status : Manusia Super.
Ultimate Harem :
Celia Moon : 101% Daya Tarik.
Natali Loin : 101% Daya Tarik.
Rachel Claus : 100% Daya tarik
__ADS_1
Keterampilan :
(Capoeira
Gulat
Karate
Crav Maga
Kung fu
Muay Thai
Judo
Jujutsu
Tinju
Taekwondo
Silat
Marketing, Manajemen, Ekonomi,, Balet, Piano, Dokter, Memasak, Hacker, )
Tingkat Ketrampilan : 80 Poin.
Setiap peningkatan Atribut kecerdasan, Atribut ketrampilan akan Naik, Atribut Normal ketrampilan di Bumi rata - rata 10 Poin, semakin tinggi Atribut maka Ketrampilan akan semakin di luar jangkauan manusia biasa.
Setiap Pria Dewasa Normal pada umumnya memiliki 10 poin di setiap Atribut ]
Julian tersenyum saat melihat faktor Daya tarik Liyana menjadi Ultimate. Itu artinya selain dia mendapatkan banyak uang dan poin kekuatan tambahan. Rachel sudah pasti akan selalu bersamanya.
Julian seperti biasa menggunakan Ponselnya untuk menghubungi Rafael " Rafael bilang pada Darius !, Keluarkan senjata yang dia buat dan Robot Teen. Aku akan pergi berburu !"
" Baik Tuan !"
Julian langsung bergegas kembali ke Mansionnya dengan kecepatan seperti dia berangkat. Kalau dia bisa terbang lebih memilih terbang saja.
Setelah setengah jam akhirnya Julian sampai di rumah. Para wanitanya semua sudah pulang ke Mansion, saat mendengar Liyana di rumah sakit, mereka langsung meninggalkan pekerjaan mereka.
Para wanita Julian sedang bersiap untuk menjenguk Liyana dengan Mobil mewah yang Julian belikan untuk mereka.
" Julian " Mereka semua menatap Julian saat melihatnya pulang.
" Bagaimana keadaan Liyana ?" tanya Celia khawatir.
" Dia tidak apa - apa, hanya butuh istirahat saja " Julian mengusap puncak kepala Celia.
" Kalian pergilah kesana temani Rachel, aku ada urusan sebentar " Julian langsung meninggalakan mereka semua.
Para wanita Julian tahu jika pria mereka akan mencari pelaku yang melukai Liyana untuk itu mereka tidak menanyakan mau kemana Julian akan pergi.
__ADS_1
Mereka semua langsung pergi termasuk Natali yang Julian suruh untuk menjaga mereka. Karena Natali sosok sentral untuk mengalahkan para Monster ciptaan Profesor C5.