
Selepas profesor Zonk memberikan perintah, ketiga penemuannya itu langsung pergi melesat ke berbeda arah.
White pergi ke Vlasir, dia akan membuat masalah disana dengan para taipan Benua tandus tersebut.
Black Pergi ke Agrasia, dia juga akan membuat keributan disana.
Sementara Blue, dia ke Anarka tempat Julian dan para wanitanya berada, mereka bertiga memiliki tujuan yang sama, menghancurkan dunia yang sekarang dan membuat dunia baru.
Alasan kenapa Profesor C5 dan Kenji tidak menuruti perintah Profesor Zonk, karena waktu itu Profesor Zonk belum memiliki Chip pengendali pikiran. Walaupun Profesor C5 dan Kenji memiliki pemikiran yang sama untuk menguasai dunia, tapi tidak di bawah perintah Profesor C5, jadi cara mereka berbeda.
Kali ini Penemuan Professor Zonk menuruti perintahnya berkat Chip pengendali pikiran, jadi mereka bergerak sesuai instruksi dari Profesor Zonk.
***
Di tempat Julian, dia sedang merawat Larisa dan Seila yang kondisinya memprihatinkan, kecantikannya menurun akibat dari serangan serangga Micro profesor Zonk.
" Kalian makan dulu yah, habis ini minum obat " ucap Julian lembut pada keduanya.
Larisa dan Seila sengaja dirawat di kamar Julian, mereka berdua masih terlihat lemas dan sedikit lemot, karena menurut Darius, saraf otak kedua wanita Julian itu terluka akibat serangga Mikro.
Larisa dan Seila hanya menatap Julian sambil sesekali membuka mulutnya, untuk menerima suapan demi suapan makanan yang Julian berikan, keduanya tidak berkata sepatah katapun seperti orang linglung saja.
Hati Julian sakit ? Itu sudah pasti, karena kedua Wanitanya itu tidak normal lagi seperti dulu, Julian hanya bisa berharap keduanya masih merasakan kasih sayangnya dan segera menjadi Ultimate Harem. Karena Julian yakin hanya dengan itu cara mengembalikan mereka seperti dulu lagi.
Rambut mereka terlihat sangat tipis seperti orang yang terkena kanker otak, tatapan mereka seolah hanya bertanya - tanya siapa dirinya.
Julian menatap mereka nanar, jika saja dulu dia tidak bertemu dengan keduanya, mungkin mereka berdua tidak akan seperti itu.
Tapi apalah daya Julian, Nasi sudah menjadi bubur, semua yang sudah berlalu tidak akan terulang kembali, dia hanya bisa berharap agar keduanya bisa seperti dulu lagi.
" Sayang... kamu mandi dulu yah ! Biarkan gantian aku yang merawat mereka " tegur Celia yang baru masuk kamar.
" Sebentar lagi, aku mau menemani mereka minum obat dulu " jawab Julian lembut.
Celia hanya mengangguk dan duduk disebelah Julian, dia tidak mengganggu saat Julian sedang menyuapi kedua saudarinya itu.
Sebenarnya Julian dengan kecerdasannya sudah berusaha membuat obat yang bisa menyembuhkan syaraf yang rusak, tapi apalah daya dia bukan tuhan yang bisa membolak - balik kehidupan manusia dengan mudah.
Walaupun obatnya ber efek, tapi itu hanya untuk sedikit merilekskan saraf otak mereka saja. agar kerusakan saraf nya tidak semakin parah.
Julian dengan telaten masih menyuapi mereka berdua, setelah selesai Julian langsung memberikan obat pada mereka berdua.
__ADS_1
Baru kemudian dia meninggalkan mereka berdua dan menyerahkan mereka pada Celia yang sudah ada disana.
Sementara itu di Vlaris dan Agrasia, White dan Black sudah mulai menghancurkan apapun yang ada di depan mereka.
Di Vlaris para Militer sudah berbondong-bondong untuk menghentikan White.
" Cepat ! Ungsikan semua warga !" Jendral Militer Vlaris memberikan perintah.
Kondisini disana sudah sangat mencekam, White dengan kekuatan Magnetiknya menahan beberapa serangan Tank dan membalikkannya pada mereka.
" Boommm
" Boommm
Tank yang menembaki White hancur, mereka semua tidak berdaya melawat kemampuan magnetik White.
" Arghh
" Tolooong
" Ibu.. hiks ..hiks..
White melayang di udara, dia mengumpulkan seluruh batangan besi di atas kepalanya, semakin lama batangan besi tersebut semakin besar hingga sebesar gunung.
Para Militer yang menyaksikan itu hanya bisa terdiam, mereka yang memegang senjata langsung menjatuhkan senjata mereka.
Mental mereka langsung hancur karena tidak ada yang bisa mereka lakukan untuk melawan White.
" Tuhan apakah ini akhir dari hidupku ?"
" Padahal aku belum merasakan indahnya tubuh wanita "
" Ah... ini semua sudah berakhir "
Para Militer Vlaris sudah tidak memiliki semangat bertarung lagi, walaupun jenderal mereka berteriak-teriak keras, tapi tetap saja Mental mereka sudah runtuh.
***
Di Agrasia Black dengan kekuatan Atomnya meledakkan apapun yang dia lihat.
" Boommm
__ADS_1
" Boommm
Tank ataupun senjata berat yang di keluarkan Militer Agrasia langsung hancur.
" Sial ! Apa dia Monster !?"
" Apa yang harus kita lakukan ?"
Para Militer Agrasia kebingungan, Jendral mereka juga sudah kehilangan ide untuk melawan Black.
" Boommm
" Boommm
" Arghh
Black semakin memporak porandakan tempat tersebut, tidak ada satu orang pun yang bisa menghentikannya di Agrasia.
***
Sementara itu di Anarka Blue berbeda dengan Black dan White yang bisa menghancurkan apapun yang mereka lihat.
Blue sedang berhadapan dengan para Klon S kode buatan Julian dan Darius.
Blue sedikit kerepotan, walaupun dia masih bisa menangani para Klon S kode.
" Booom
Klon S10 yang baru di buat beberapa hari lalu menghantam Blue, tapi dengan kekuatan perisai flesksibelnya Blue bisa menahan serangan tersebut.
Klon S kode bekerja sama untuk menahan Blue menghancurkan Anarka, walaupun ibukota Anarka sudah sebagian sudah di hancurkan Blue.
Di kediaman Julian, Rafael baru memberitahu Julian, karena Julian baru selesai merawat Larisa dan Seila.
" Apa kamu bilang Rafael ?!" tegur Julian geram.
" Benar tuan, sepertinya kali ini musuh anda lebih kuat lagi " jawab Rafael yakin.
Julian menghela napas " kenapa masalah selalu datang padaku " ucapnya tidak berdaya.
" Rafael aktifkan perlindungan magnetik yang kamu buat, lindungi tempat ini baik - baik !" Julian langsung melangkah pergi dari Mansionnya dan menuju lokasi Blue berada.
__ADS_1