System Harem

System Harem
Kesepakatan


__ADS_3

" Tuan Dail, ada sesuatu yang ingin aku usulkan pada anda " Julian menatap Serius Walcot.


" Katakanlah !" Jawab Walcot tegas.


" Tuan Dail, aku memiliki seorang kakak yang kecerdasannya dia tas manusia Normal pada umumnya, dia juga berpengetahuan tentang sel - sel yang bermutasi, jika anda berkenan jadikanlah dia pemimpin pasukan Kusus untuk menaklukan monster - monster ini !" Ia mengatakan dengan ekspresi yang serius.


Walcot mengerutkan keningnya " Apakah perkataanmu bisa di pertanggung jawabkan Julian ?"


Julian mengangguk mantap " Aku sangat yakin, Kakakku pasti bisa mengalahkan mereka !"


Julian mengatakan hal tersebut agar dia lebih fokus ke yang lainnya, dari pada harus berhubungan dengan Walcot terus, jadi dia menjadikan Darius sebagai umpan.


Walcot menghela napas " Baiklah !, besok aku dan Jenderal Militer akan menemui kakakmu !, biarkan kami sendiri yang menilainya "


Julian tersenyum " tentu saja "


Julian kembali ke Mansionnya setelah mengobrol dengan Walcot. Sementara Rosi terpaksa ikut Ayahnya pulang, karena saat dia mau ikut dengan Julian, Walcot langsung menariknya.


Julian sampai di Mansionnya, dia langsung pergi menemui Darius untuk memberitahu apa yang dia lihat ketika melawan S1.


Darius terlihat sedang memperbaiki Wan's dan Alpa, Julian menarik kursi dan duduk disebelahnya.


" Kakak kira kamu beneran dipenjara " Darius nyeletuk ketika Julian baru saja duduk.


" Mana berani Polisi menangkap orang setampan aku " Jawabnya percaya diri.


Darius tersenyum kecut mendengar jawaban Julian " Iya orang paling tampan, sampai - sampai para wanita saja menjadi bodoh ketika melihatmu "


" Hehehe.... Itu kakak tahu " Julian membanggakan dirinya sendiri.


" Ada apa kamu langsung kemari ?" tanya Darius datar.


" Kak, apakah kamu tahu musuh yang lebih kuat daripada para E kode ?" Tanya Julian serius.


Darius langsung menghentikan pekerjaannya " Apa maksudmu Julian ?, aku tidak pernah membantu Profesor C5 selain E kode ?"

__ADS_1


Julian menghela napas " Kak, Wan's dan Alpa Rusak akibat perbuatan monster yang aku kira lebih kuat dari E kode, Aku saja bingung mau mengalahkannya dengan cara apa. tapi anehnya Natali sangat mudah mengalahkannya "


Darius mengerutkan keningnya " tunggu dulu, Natali mampu mengalahkannya ?"


Julian menganggukkan kepalanya " Ya seolah Natali adalah Conter Monster itu "


Darius terlihat berpikir, dia kemudian mengingat ketika Profesor C5 mengatakan jika Serum yang di suntikan untuk Natali adalah Serum penyempurnaan dari ciptaan sebelumnya.


" Brengsek !, ternyata dia punya tempat penelitian lainnya !" Darius menggerutu kesal saat mengetahui apa maksud perkataan Profesor C5.


Julian mengerutkan keningnya " Apa maksud kakak ?"


" Julian, sepertinya kita harus lebih berhati - hati lagi, karena aku yakin jika Profesor C5 memiliki pasukan yang lebih hebat.


Julian mengangguk mengerti, karena dia percaya kalau Darius memang tahu semua tentang Profesor C5 " Jadi apakah bisa dikatakan kalau Natali kelemahan mereka kak ?"


Darius menggeleng " Entahlah, aku harus menelitinya lebih dulu "


" Ini kak !" Julian langsung memberikan potongan tubuh S1 pada Darius.


Darius di buat tersenyum getir, karena adimnya seoalh ingin mempermainkannya. Julian kemudian teringat saat bertemu dengan Walcot.


' uhuk - uhuk ' Darius langsung keselek ludahnya sendiri, karena mana mungkin jenderal Polisi mau menemuinya. Padahal tidak tahu siapa dirinya.


Darius menatap dengan sengit Julian " Apa yang sebenarnya kamu tawarkan padanya sehingga melibatkan aku ?!"


" Hehehe... Habisnya aku bingung mau menjelaskan tentang sel seperti apa, lebih baik kakak saja yang menjelaskannya " Padahal Julian juga tahu tentang sel yang bermutsai, dia hanya mencari alasan saja pada Darius.


Darius mengernyitkan dahinya, dia yakin jika Julian pasti sedang berbohong, pasalnya dia saja mampu menciptakan Cip Robot, mana mungkin jika Julian tidak tahu dengan jenis Sel yang bermutasi.


Darius menghela napas " kamu ini selalu membuatku repot !"


Julian tersenyum tipis sambil menggaruk belakang telinganya yang tidak gatal.


...***...

__ADS_1


Sementara itu di tempat Profesor C5, mereka sedang menonton pertarungan S1 dengan Julian melalui sebuah layar Virtual.


" Cih !, lemah sekali dia, padahal Aku mengira dia akan menang !" Cibir S2.


S3 menimpali " jangan seperti itu, kalau tidak ada Zero mungkin itu manusia sudah di bunuh S1 "


S6 yang terlihat seperti orang culun buka suara " Tuan C5, bukankah kekuatan manusia itu aneh ?, ditambah dia memiliki robot - robot yang kemampuannya bisa di bilang kuat !"


Profesor C5 mengangguk " kamu benar, seharusnya tidak ada manusia yang bisa sekuat itu di bumi, jikapun ada mungkin dia seperti kalian !"


Mereka semua mengerti dengan maksud Profesor C5. Karena tanpa kekuatan penyuntikkan Serum tidak mungkin ada Manusia yang sehebat itu.


" Tuan C5, apakah kita perlu membunuhnya ?, kurasa kehadiran dia yang sok mau menjadi pahlawan akan mempersulit jalan kita !" S4 memberikan ide.


Profesor C5 tersenyum " kamu memang ciptaanku paling cerdas !"


Profesor C5 kemudian menatap para ciptaannya " Bunuh dia dan bawa kepalanya dihadapanku, lakukan dengan cepat, yang membawanya terlebih dahulu akan kuberikan serum sempurna yang aku telah aku buat "


Profesor C5 padahal hanya membual saja, pasalnya Serum sempurnanya telah di curi Darius, adapun dia mencoba membuatnya lagi tidak seperti serum tersebut. Tetap saja ada kekuarangnnya.


S Kode tenru bersemangat, karena serum sempurna tersebut bisa membuat seseorang Abadi.


S2 paling bersemangat " Tuan C5, biar saya saja yang membawakan kepala manusia ini pada anda !"


S4 menyeringai penuh arti, karena jika S2 terbunuh dia sudah tidak memiliki musuh dalam selimut lagi.


Profesor C5 mau mengatakan pada S2 agar membawa teman, tapi S4 sengaja menahannya dengan memuji S2.


" Biarkan saja Tuanku, aku yakin kekuatan S2 cukup untuk mengalahkan manusia sepertinya, anda lihat sendirikan jika para robot manusia itu hanya sampah, S2 pasti mampu mengalahkan mereka dengan mudah, benarkan S2 ?" S4 tersenyum penuh arti.


S2 yakin jika kata - kata S4 hanyalah kata kiasan, karena S4 menginginkan dirinya mati, tapi S2 malah makin tertantang. Egonya mengatakan jika dia bisa melakukannya.


" Benar kata S4 Tuan !, saya pasti akan melaksanakan tugas ini dengan baik, anda tidak perlu khawatir !" Ucap S2 sambil mengatupkan giginya kesal.


Dalam hati S4 bersorak kegirangan karena S2 masuk dalam perangkapnya. Dia tidak menyangka jika S2 begitu bodoh dan gampang diperalat.

__ADS_1


Profesor C5 yang mengetahui niat S4 hanya bisa menghela napas berat, dia terpaksa menyetujui permintaan S2, Walau sebenarnya dia ragu apakah S2 bisa menang melawan Julian dan Natali.


Melihat pertarungan S1, Profesor C5 sudah jelas jika Natali adalah sosok menakutkan bagi monster ciptaannya. Dengan cambuk darahnya Natali bisa membunuh mereka semua.


__ADS_2