
Akhirnya julian membawa mereka semua ke Mansionnya, karena dia tidak punya pilihan lain lagi.
Hanya butuh waktu satu jam saja mereka sudah sampai di Mansion Julian, Natali, Darius dan Susan tercengang, karena ternyata Julian tinggal di Mansion yang sangat besar.
Penjaga gerbang langsung membukakan gerbang ketika melihat Mobil Julian, Mobil Julian memasuki gerbang di ikuti dengan Mobil yang di bawa Darius.
" Darius !, adikmu sangat kaya ?!" tanya Susan penasaran.
Darius menggelengkan kepalanya " Entahlah, aku juga dsri kecil tidak pernah tahu kehidupannya "
Susan menganggukkan kepalanya mengerti, karena dia juga sudah mendengar cerita Darius ketika di Hutan jati.
Mobil mereka akhirnya berhenti di depan Mansion, Celia yang mendengar suara Mobil Julian dia sudah menunggunya.
Ketika Julian datang dia langsung menyambutnya " Julian, kamu kemana saja ? " ucap Celia manja.
Natali yang melihat hal tersebut sangat iri, pasalnya dia tidak bisa bermanja - manja dengan Julian.
Celia menatap Natali " siapa dia Julian ?"
Julian menghela napas " Sudahlah tidak usah dibahas, Ayo masuk !" Julian merangkul pinggul Celia dan mengajaknya masuk.
Natali yang melihat hal tersebut semakin kesal saja, dia mengepalkan tangannya hingga kuku - kuku jarinya seakan meneusuk kulitnya.
Susan dan Darius yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya, karena mereka tahu jika Julian pasti sengaja mengabaikan Natali.
Susan menghampiri dan menggenggam tangan Natali " Kamu yang sabar yah Nat " hibur Susan lembut.
Natali menghela napas " Aku tahu kok Nona Susan, aku pasti akan menerima apapun yang dilakukan Julian "
Darius menegur " sudah, sudah, Ayo masuk !"
Susan dan Natali mengangguk, mereka berdua mengikuti Darius yang berjalan didepan.
Ketika memasuki Mansion, hati Natali langsung terenyuh, dia teringat dulu ketika meremehkan Julian karena dia miskin.
__ADS_1
Yang dilihatnya dia sekarang seolah memukul otak Natali yang terlalu bodoh memandang remeh orang lain, apa lagi itu dulu suaminya sendiri.
Perasaan bersalah Natali semakin membuncah, bukan hanya tampan, Julian sekarang sudah sangat kaya raya.
Natali berjalan dengan linglung, pikirannya entah menerawang kemana, karena dia hanya memikirkan bagaiamana caranya meminta maaf pada Julian.
Darius, Susan dan Natali sudah ditunggu Julian dan Celia yang sudah duduk diruang tamu terlebuh dahulu.
Mereka semua duduk, Darius langsung bertanya " Julian ini rumah kamu ?"
Julian mengangguk " Begitulah "
" Celia, kamu bisa siapkan kamar untuk mereka ?, aku ingin mengibrol dengan mereka dulu " ucap Julian lembut pada Celia.
Celia tersenyum " tentu saja, apa mau sekalian aku buatkan minum ?"
" Suruh pelayan saja, kamu siapkan kamar mereka saja oke !" Julian bersikap sangat lembut pada Celia.
Celia yang merasa Julian sedikit aneh di terheran - heran, tapi dia sangat senang karena Julian begitu lembut padanya.
Celia pergi dari kamar tamu tanpa bertanya lagi, dia langsung menyuruh pelayan untuk menyiapkan minuman, sementara dirinya menyiapkan kamar untuk tamu Julian.
Darius menghela napas " Kamu ini masih belum percaya juga sama kakakmu ini, sudahlah...!"
Darius diam sebentar kemudian bicara kembali " Aku mulai ceritanya dari Profesor C5, dia mengembangkan serum genetika pada tubuh manusia yang digabungkan dengan binatang ataupun zat lainnya, aku sudah bekerja disana semenjak kecil jadi aku tahu apa saja yang telah dia buat. Manusia E Kode, Binatang S Kode dan yang terakhir adalah serum sempurnanya, Serum sempurna milik profesor C5 terpaksa aku tanamkan pada tubuh Natali yang waktu itu sekarat karena tertabrak Mobil kami. Sebenarnya aku juga ragu ketika menanamkan Serum tersebut pada Natali takut gagal dan tubuh Natali akan termakan oleh Serum tersebut, tapi hasilnya kamu bisa lihat sendiri, Natali berhasil menyatu dengan Serum tersebut, kekuatannya juga berkali - kali lipat, cuma sayangnya dia belum bisa mengendalikannya dengan sempurna saja !"
Julian terkejut, dia menatap Natali sambil mengernyitkan dahinya " Tahu dia mahluk buatan tidak aku tolong ! " gerutu Julian dalam hati.
" Apa kalian juga ada hubungannya dengan Vladimir !" tanya Julian tegas.
" Kamu mengenal Ayahku ?!" Susan tiba - tiba bertanya.
Julian mendengus " Ya !, dia hampir saja kubunuh karena berani mengincarku !"
' glek ' Susan menelan ludah, dia tidak tahu jika Ayahnya bisa kalah oleh orang seperti Julian, padahal Ayahnya adalah pemimpin kelompok bawah tanah.
__ADS_1
Darius juga terkejut karena Julian ternyata mengenal Vladimir, dia berpikir jika Julian juga terlibat dalam kelompok bawah tanah.
" Julian, apakah kamu berbisnis dengan Ayah Susan ?" tanya Darius penasaran.
" Tidak !, aku juga cuma baru pertama kali bertemu dengannya, karena dia menuduh aku yang mencuri barang yang kalian bawa !" ucap Julian jengkel.
Darius tersenyum kecut, dia menghela napas " maafkan aku Julian, terus apa rencana kita selanjutnya ?, aku yakin profesor C5 cepat atau lambat akan menemukan kita !"
" Huuhhh !, sekarang aku jadi terlibat dengan kalian !, kenapa kamu tidak serahkan dia saja sih !, dia kan yang di cari Profesor C5 itu !, masalah berse sudah !" ucap Julian ketus.
Susan meninggigikan suaranya " Julian !, jaga bicaramu dengan Wanita !"
Natali langsung menarik Susan " Nona Susan, tidak apa - apa, Julian pantas kok bicara seperti itu padaku "
Susan berkata dengan sedih " Natali, kamu jangan seperti ini, seburuk - buruknya kita pasti masih ada kesempatan untuk berubah, apa lagi aku yakin jika kamu benar - benar tulus ingin berubah "
Julian mencibir " Kamu belum lihat saja bagaimana wataknya itu !, makanya membelanya sampai seperti itu !"
" Julian Kamu !!..." Susan mau marah lagi, tapi kali ini Darius yang menahannya.
Darius menghela napas " Julian, aku tidak tahu apa yang telah terjadi pada kalian, tapi aku memohon padamu untuk melindungi Natali, karena jika kita menyerahkan Natali begitu saja pada Profesor C5, sama saja kita akan membuat mereka menguasai Dunia, tolong pikirkan ini baik - baik Julian " ucap Darius memohon.
Julian masih menatap Natali dengan sinis, dia masih teringat jelas bagaimana luka yang telah dia berikan padanya.
Tapi ucapan Darius ada benarnya, kalau dia menyerahkan Natali dan banyak Manusia yang mempunyai kekuatan seperti Natali sama saja dia menghancurkan dunia ini. Dan semua mimpinya yang sedang dia rintis akan sirna begitu saja.
Julian menghela napas " Terserah kalian sajalah !, aku capek mau istirahat !, Nati Celia kesini untuk mengantar kalian ke kamar kalian !" Julian beranjak dari duduknya dan langsung pergi ke kamar.
Natali menatap punggung Julian dengan sedih, ternyata Julian begitu tersakiti olehnya, air mata Natali tiba - tiba menetes.
Susan yang melihat itu langsung memeluk Natali " Kamu yang sabar yah Nat, Pria memang sering seperti itu "
Natali menggeleng " Nona Susan, tolong jangan salahkan Julian terus, ini semua murni salahku, jika aku tidak membuatnya terluka mungkin dia tidak akan seperti ini padaku " ucap Natali tulus.
Susan menganggukkan kepalanya seolah mengerti sambil mengusap - usap punggung Natali.
__ADS_1
Sementara Natali membatin " aku berjanji Julian, aku akan melindungimu apapun caranya, aku tidak ingin membuat kamu semakin terbebani lagi ! " Natali memantapkan tekadnya untuk Julian.
.