
Julian langsung mendekap Yellow, saat cambuk darahnya mulai keluar, dia tidak ingin Yellow menyakiti siapapun.
" Kamu dulu tidak seperti ini, jangan lakukan hal yang membuat aku akan membenci kamu Natali " Julian sudah tidak memanggil Yellow lagi, dia Sekarang sudah menerimanya sebagai Natali.
Julian memeluk erat Yellow, membuat Yellow merasa hangat, hingga cambuk darah yang tadinya mulai muncul menghilang dan masuk kembali dalam tubuhnya.
Larisa yang melihat hal itu merasa bersalah, karena dia melihat Julian begitu tulus menyayangi Yellow.
" Maaf Julian .." Yellow juga balas memeluk Julian.
' Ekhem ' Aku masih disini loh !" Ucap Larisa ketus, karena tidak nyaman di abaikan.
Walaupun dia tahu kalau mereka sedang melepas perasaan mereka masing - masing, tapi dia juga tidak mau hanya jadi nyamuk saja disana.
Yellow langsung memelototi Larisa, tapi Larisa tidak takut, dia juga balik memelototi Yellow.
Julian yang sudah melepaskan pelukannya, dia menepuk jidatnya dan menghela napas berat.
" Kalian stop Oke !, aku tidak suka pertengkaran !" ucapnya tegas.
Seketika Yellow dan Larisa langsung berhenti berdebat, tapi mereka berdua saling membuang muka satu sama lain sambil menyilangkan tangannya di depan dada.
Julian tidak tahu harus berbuat apa, karena sebelumnya dia tidak pernah melihat para wanitanya bertengkar.
" Larisa, kamu kembali ke Apartemen kamu saja " Julian memutuskan untuk mencegah pertengkaran berlanjut.
" Tidak mau !, ****** itu saja boleh tinggal disini !, aku juga mau tinggal disini !" jawabnya kesal.
Yellow mencibir " Sadar diri kamu lacur !, seharusnya aku yang mengatakan itu padamu ?!"
" Haahh !, apa kamu bilang ? " Mereka berdua saling mendekat hingga kening mereka beradu dan saling menatap.
Julian menghela napas, dia menyalakan rokoknya " Kalau begitu biar aku saja yang pergi dari sini !"
Julian membalik badannya dan melambaikan tangannya sambil melangkah ke arah pintu. Ia malas mengurusi dua wanita yang sedang bertengkar dengan memperebutkan dirinya.
__ADS_1
Yang Julian inginkan adalah wanita yang bisa menerimanya apa adanya, seperti para wanitanya yang ada di Anarka.
" Julian tunggu !" Yellow dan Larisa mengejar Julian dan menarik tangannya masing-masing.
Mereka berdua langsung memeluk Julian dari samping " Aku janji tidak akan bertengkar lagi dengan dia " ucap Yellow manja.
Larisa menimpali " Aku juga sama Julian, aku akan menerimanya, asalkan kamu jangan marah lagi yah ?"
Julian menjatuhkan rokok yang di apit dalam bibirnya di lantai, dia mengulas sebuah senyum " apa kalian yakin ?"
Mereka berdua langsung mengangguk bersamaan.
Seketika Julian mengangkat mereka berdua dengan masing-masing tangannya dan membawa ke ranjang.
Tentu saja Larisa terkejut, Karena Julian sangat kuat, berbeda dengan Yellow yang sudah tahu kalau Julian bukan manusia biasa.
Larisa menatap kagum Julian disela angkatan Julian yang membawanya ke ranjang.
Faktor Daya Larisa Duke: +5
Faktor Daya Tarik Larisa sekarang : 95%
[ Karena Target Harem menaikan Daya tariknya ketahap Minimal, anda akan mendapatkan 10 poin kekuatan tambahan, setiap peningkatan daya tarik 1% selanjutnya Host akan mendapatkan 10 poin kekuatan ].
Poin Kekuatan Host sekarang : 19
Julian merebahkan mereka berdua dan berkata " Apa kalian akan siap menikmati malam panjang ini " ucapnya sambil melepaskan pakaian keduanya.
Julian sudah tidak bisa menahan gairahnya lagi, sudah beberapa hari tidak menggarap para Wanitanya, membuat si Joni terus murung saja. Jadi tidak ada salahnya memberi pelajaran pada wanita-wanita berani yang ada dihadapannya itu.
Pergulatan pun terjadi disana, Apartemen yang tadinya sejuk berubah menjadi sangat panas.
Larisa beberapa kali menangis dan berteriak karena dia baru pertamakali melakukannya, di tambah pusaka Julian yang ukurannya jumbo, membuat Larisa terus menangis sepanjang pergulatan.
Darah segar terus keluar dari Goa Larisa, rasa pedih, sakit dan enak terus mengalir dalam perasaannya. Ingin dia menghentikan pergulatan itu, tapi nyatanya dia menikmati, ah...sungguh wanita yang liar.
__ADS_1
Julian sengaja membiarkan Yellow menonton terlebih dahulu pergulatannya dengan Larisa, karena dia tahu kalau dia akan sanggup mengimbanginya sampai pagi nanti.
Entah sudah berapa kali Larisa berteriak dan kejang, tapi dia tetap bertahan membuat Julian kagum.
Padahal para wanitanya dirumah saja hanya sanggup melayaninya maksimal satu jam saja, tapi Larisa bisa bertahan sampai dua jam, walaupun itu pertama kali baginya sebelum akhirnya dia pingsan karena kelelahan.
Yellow yang dari tadi sudah panas tentu saja langsung menerkam Julian, dia tanpa ragu bergulat dengan Julian.
Hingga akhirnya pergulatan tersebut berakhir ketika matahari mulai menyongsong dan Yellow lemas seperti tidak bertulang. Walaupun dia Cyborg tapi daya tahan tubuhnya tidak seperti Julian, jadi wajar kalau Yellow juga tumbang, bedanya dia tidak jatuh pingsan saja.
Setelah Julian selesai menggarap Yellow, Larisa terbangun " Jul...awww " Larisa merintih kesakitan karena Goanya benar - benar terasa pedih dan dia tidak bisa bergerak sedikit saja.
Julian tersenyum dan menggodanya " Apa kamu mau lagi ?" ucapnya dengan seringai tipis disudut bibirnya.
' Glek ' Larisa menelan ludah, dia ketakutan jika Julian benar - benar akan menggarapnya lagi.
" Hahahaha, tenang saja aku cuma bercanda Larisa, ayo bangun dan minum ini " Julian memberikan pil yang bisa menghilangkan rasa sakit ciptaannya sendiri.
Untuk Yellow Julian tahu kalau dia bisa beregenerasi, jadi dia tidak perlu memberinya pil tersebut, tunggu beberapa menit saja pasti dia akan pulih lagi.
" Kita akan pergi dari sini sekarang juga, Sekarang terserah kamu Larisa, mau ikut aku atau tidak, karena hari ini aku akan pulang ke Anarka " ucapnya menjelaskan.
" Aku ikutlah, mana mungkin aku sudah menyerahkan mahkotaku dan tidak ikut dengan kamu " Larisa memeluk Julian.
" Eh..loh, kok gak sakit lagi ?" Larisa terkejut karena rasa pedih dan nyerinya sudah terasa lagi, padahal dia baru menelan pil pemberian Julian baru beberapa detik saja.
" Sudah jangan di pikirkan, Yellow apa kamu sudah baikan ?" tanya Julian lembut.
Yellow duduk dan tersenyum " aku sudah baikan kok "
" Baguslah, Pergilah membersihkan diri dulu, aku akan menunggu kalian " Ucapnya sambil menyentil puncak gunung kembar mereka berdua yang belum mengenakan sehelai benang pun.
" Ih..Julian..." Larisa merajuk manja sambil beranjak dari tempat tidur dan ke kamar mandi, sementara Yellow hanya tersenyum saja ke arah Julian, diapun lekas mengikuti Larisa yang pergi ke kamar mandi.
Kedua wanita itu mandi bersamaan, di dalam mereka terdengar sedang cek Cok, Julian yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
" Kalian belum melihat saja para Wanita seksiku dirumah " Gumamnya sambil menyeringai.