
Saat serangan tersebut berlangsung, semua Hacker dunia panik, mereka mengira jika data mereka akan di curi.
" Astaga !, kenapa dengan akun milikku ?, ini tidak bisa dikendalikan !"
" Eh, kenapa akun milikku ?, ini sangat aneh !"
" Sial !, siapa yang berani menyerang pemerintahan ?, Loh... kok cuma 10 detik saja ?, apakah hanya orang iseng ?"
Mungkin semua Hacker dan orang yang memiliki Akun Aplikasi merasa kalut karena akunnya tidak bisa dikendalikan selama sepuluh detik.
Tapi saat akun mereka pulih kembali dalam sepuluh detik, mereka kembali tenang.
Para Hacker juga tidak mempermasalahkan hal tersebut, karena di seluruh Dunia belum ada yang mampu menyalin data hanya dalam sepuluh detik saja.
Mereka mengira jika hal tersebut hanya orang iseng yang ingin bermain dengan mereka.
Tapi faktanya Rafael mampu menyalin seluruh data di Dunia hanya dalam sepuluh detik.
Dari Data pribadi akun milik semua orang di Dunia, hingga data penting milik pemerentihan Dunia.
Rafael mengkopi semuanya dan memasukannya dalam Memorinya, karena Julian membuat Rafael dengan Memori tak terhingga.
Rafael masuk dalam Ponsel Julian tanpa di suruh " Aku harus membuat tuan bangga !"
Sepuluh detik yang lalu Rafael tidak mengetahui perasaan manusia, tapi dia sekarang bagaikan Mata Dewa yang bisa melihat semuanya.
Rafael tanpa di suruh membalas semua pesan yang masuk di Ponsel Julian, tanpa sepengetahuan Julian, pasalnya Ponsel Jukian tertinggal di kamar.
Rachel ' Julian Rumah sakit kita sudah berjalan sepenuhnya, aku ingin bicara padamu membahas ini semua, apakah kita bisa bertemu ?'
Rafael membalas ' Tentu saja Rachel, aku sedang ada di rumah '
Rachel ' Baiklah, aku akan ke rumah kamu '
Okta ' Sayang, kamu kemana saja ?' aku sangat kangen dengan kamu, bisakah kita bertemu ?'
Rafael ' Tentu saja sayang, Aku sekarang ada dirumah, kemarilah kalau ingin bertemu denganku '
Natali ' Julian, apakah aku benar - benar sudah sadar, tolong maafkan aku, aku ingin menjalani hidup bersama kamu lagi '
Rafael ' Natali, Aku sudah memaafkanmu, tidak perlu terus menyalahkan diri kamu sendiri '
Ditempat Natali, dia terkejut saat Julian membalas pesannya, karena selama ini Julian tidak pernah membalas pesannya sama sekali.
" Astaga !, ini Julian !, aku tahu kamu masih peduli denganku Julian !" Natali berteriak kegirangan.
Faktor Daya Tarik Natali Loin : +10
Faktor Daya Tarik Natali Loin : +10
Faktor Daya Tarik Natali Loin : +10
__ADS_1
Faktor Daya Tarik Natali Loin : +10
Faktor Daya Tarik Natali Loin : +10
Faktor Daya Tarik Natali Loin : +10
Faktor Daya Tarik Natali Loin : +10
Faktor Daya Tarik Natali Loin : +10
Faktor Daya Tarik Natali Loin : +5
Target Harem tersentuh dengan perlakuan Host.
Faktor Daya Tarik Natali Loin Sekarang : 95%
[ Karena Target Harem mencapai target penaklukan minimal, anda akan mendapatkan poin kekuatan tambahan, Host akan mendapatkan 10 poin peningkatan setiap 1% peningkatan daya Tarik ].
Poin peningkatan Host : 53
Saat Faktor daya Tarik Natali mencapai 95% dengan sendirinya.
Julian menyemburkan Kopi yang sedang dia minum, Dia tertegun karena terkejut.
" Sial !, apa yang sebenarnya terjadi ?, apakah Natali sudah gila !, aku tidak melakukan apapun untuknya !" gumam Julian dalam hati sembari menatap layar transparan di depannya.
" Julian kamu kenapa ?" tegur Liyana pada Julian.
Liyana menganggukan kepalanya, dia tidak curiga sama sekali dengan Julian.
Faktor daya tarik Natali melonjak drastis karena selama ini dia di abaikan oleh julian, padahal dia sudah benar - benar ingin berubah dan mulai mencintai Julian.
Balasan Rafael memicu Faktor daya Tarik Natali yang terpendam, bisa di katakan Natali terlampau bahagia saat Julian membalas pesannya, padahal pesan tersebut yang membalas Rafael.
Julian tidak tahu jika Rafael sedang mengundang sesuatu yang besar di rumahnya.
Julian masih dengan santai mengobrol dengan Liyana dan mengabaikan Natali yang tia - tiba faktor daya tariknya meningkat drastis.
Rafael terus berbalas pesan dengan Target harem Julian, dia merayu dan membuat mereka menjadi nyaman.
Mungkin bagi Rafael tindakannya ingin membuat Julian memujinya, tapi faktanya dia membuat Julian berada di ujung tanduk.
Benar saja, Rachel langsung menuju ke Mansion Julian dengan percaya diri, dia sudah menyiapkan mental untuk memberikan sesuatu yang berharga untuk Julian.
Karena semenjak daya tarik Rachel 95% dia mulai membulatkan tekadnya untuk menjadi wanita Julian, Rachel sudah tidak akan menyembunyikan perasaannya lagi.
Sementara itu Okta juga sangat bersemangat ketika Julian menyuruhnya datang ke mansionnya.
Okta sudah menunggu Momen tersebut, karena selama ini dia tidak pernah di ajak ke Mansion Julian, untuk itu Okta sangat menantikannya.
Sementara Celia yang sudah berangkat ke kafe, kebetulan ada sesuatu yang ketinggalan, hingga dia akhirnya pulang kembali ke Mansion.
__ADS_1
Ketiga Wanita tersebut sedang terlarut dalam pikirannya masing - masing.
Sementara itu Julian masih mengobrol dengan Liyana.
" Liyana ?, bagaimana apakah kamu betah tinggal disana ?"tanya Julian lembut.
Liyana tersenyum " Aku betah, hanya saja aku kesepian Julian karena tinggal sendirian disana, kamu juga tidak mengunjungiku selama satu minggu " ucap Liyana Sendu.
Julian tersenyum kecut " Maaf Liyana, akhir - akhir ini aku sibuk, aku harus mengurus perusahaanku " Elak Julian.
Liyana menghela napas " Apakah sesibuk itu Julian ?, kamu kan bisa menginap disana denganku dan berangkat kerja dari sana "
Julian tercengang, dia tidak tahu harus tertawa atau menangis, pasalnya semua target haremnya sekarang agresive semuanya, mereka sudah tidak menunjukan ke anggunan sebagai seorang Wanita jika di hadapannya.
Mereka selalu bertindak Vulgar jika di hadapan Julian, sampai - sampai Jukian di buat bingung sendiri.
Tiba - tiba bel Pintu berbunyi.
" Tingnong
" Tingnong
" Tingnong
Sebastian dengan sigap membuka pintu, terlihat Alina dan Rosi yang sedang ada di depan pintu.
" Tuan, apakah Julian ada ?" tanya Alina.
Sebastian mengangguk " Ada Nona, silahkan masuk "
Alina dan Rosi langsung masuk, saat Sebastian mau mengantar mereka, Celia kebetulan sampai rumah.
" Ayah Sebas, siapa mereka ?" tanya Celia.
" Teman Tuan Lewis, Celia kamu antar mereka yah " ucap Sebastian lembut.
Celia mengangguk dia mengantar Alina dan Rosi masuk ke ruang tamu.
" Teman Julian cantik - cantik, apakah mereka hanya teman saja ?" ucap Celia dalam hati.
" Anak pelayan saja sangat cantik, apakah dia salah satu gundik Julian ?" Ucap Rosi dalam hati.
" Dia memang Pria yang pemilih, aku yakin jika wanita ini pasti salah satu simpanannya !" ucap Alina dalam hati.
Ketiga orang tersebut bertanya - tanya dalam hati, mereka seolah tahu satu sama lain, mereka hanya tersenyum palsu untuk menunjukan citra baik mereka.
Sebastian mau menutup pintu, tiba - tiba dua orang Wanita datang lagi, mereka Rachel dan Okta yang kebetulan sampai bersamaan di Mansion Julian.
.
.
__ADS_1
.