System Harem

System Harem
Drama dengan Seila


__ADS_3

Julian masih diam, dia fokus mengemudikan Mobilnya untuk langsung ke Mall dan membelikan Seila baju.


" Siapa nama kamu ?" tanya Julian memecah keheningan.


" Seila Bowl !" Jawabnya singkat.


[ Ding ]


[ Target Harem terdeteksi ]


Nama : Seila Bowl


Umur : 26


Tinggi : 176 cm


Berat : 54 kg


Penampilan : 8.7


Poin suka : 0


Keahlian Kusus : Game, Sains, Biola, Renang, Lari Marathon.


Harem Koneksi telah dijalin ,Naikan Poin Suka Target Harem , setiap 10% Poin Target Harem Naik Anda akan mendapatkan 1 Poin peningkatan ,Jika Poin Suka mencapai 95% anda akan mendapatkan kemampuan Khusus yang dimiliki Target Harem ]


Julian tercengang dengan keahlian kusus Seila yang begitu banyak " sialan !, ini gadis penggemar olahraga atau gimana ?, pantas saja dia tersapu Ombak begitu besar tidak apa - apa !"


" Kita akan kemana ?" tanya Seila yang masih sedikit kedinginan.


" Membeli pakaian untukmu, jangan sampai kamu sakit gara - gara bajumu yang basah !" Jawab Julian ringan.


Seila melirik Julian " pria ini oerhatian juga, apakah dia punya motif tersembunyi ?"


Tentu saja Seila tidak langsung percaya dengan Julian, karena dia yakin jika tidak ada pria yang tulus memberikan pertolongan pada wanita begitu saja. Kecuali pria yang memiliki iman 100%.


Beberapa Menit kemudian, Mobil Julian sampai di sebuah toko Baju pinggir jalan. Dia memarkirkan Mobilnya di pinggir jalan. Membuat orang - orang yang berlalu lalang terkagum - kagum.


Julian keluar dari Mobilnya " Ayo keluar !"


Seila menghela napas dan ikut keluar, Julian langsung mencekal lengannya, menariknya dengan lembut dan masuk kedalam Toko.


Saat di depan pelayan Julian langsung buka suara " Carikan baju yang cocok untukknya !"


" Baik tuan !" Pelayan langsung mencari baju untuk Seila.


Seila menatap punggung Julian dengan seksama, walaupun baru bertemu dia merasa jika Julian bukan Pria yang suka aneh - aneh.


Seila hanya diam saja, dia tidak berkata - kata seolah menyetujui semua apa yang akan dilakukan Julian padanya.


Julian melambai - lambaikan tangannya didepan wajah Seila yang masih tertegun " Seila ...hei !"


Seila baru tersadar " Eh... Apa ?"

__ADS_1


" Itu bajunya, kamu pilih yang kamu suka !" Julian menunjuk pelayan yang membawa beberapa baju.


Seila menghela napas, dia mendekati pelayan " dimana ruang gantinya ?"


" Disana Nona, silahkan !" Pelayan menunjukkan dengan sopan.


Seila langsung melangkah ke ruang ganti, sementara Julian duduk menunggu di Kursi yang tersedia disana.


Julian membuka berita tentang hilangnya Seila di Ponselnya, dia menggelengkan kepalanya karena masalahnya semakin merembet lebar saja.


Sampai - sampai Ludin mau menutup Pantai tersebut dan menuntut pengelolanya.


Benar saja ponsel Julian langsung berdering, terlihat nama Okta di layar Ponsel, Julian menghela napas dan mengangkatnya " Ha..."


Baru saja Julian mau bicara, Okta sudah bicara lebih dulu dengan menangis tersedu - sedu " Julian, hiks..hiks... Aku harus bagaimana sekarang ?, aku dituntut atas kehilangan anak Ludin Bowl !"


Julian menghela napas berat, dia mengepalkan tangannya karena mendengar salah satu wanitanya menangis " Kamu tenang oke !, aku pasti akan menyelesaikannya untukmu !"


Okta masih menangis, terdengar juga wanitanya yang lain sedang menghibur Okta " hiks..hiks.., kamu tidak berbohongkan Julian ?"


" Buat apa aku membohongimu, tenang saja dia bukan apa - apa bagiku !, sudah dulu yah aku akan mengurus sisanya, kamu tetap di Mansion jangan menemui siapapun, biar aku yang mengurusnya !" ucap Julian mantap.


Tangis Okta terdengar berangsur - angsur lirih " Terimakasih Julian "


Julian mematikan Ponselnya, dia kembali berbicara dengan Rafael dengan pura - pura menelpon " Rafael, sambungkan aku dengan ponsel Ayah Seila !, aku ingin bicara padanya !"


" Baik Tuan Lewis !"


Rafael langsung enghubungkan panggilan Julian pada Ludin. Tak berselang lama panggilanpun tersambung.


Ketika Ponselnya berdering dia langsung mengangkatnya " Halo !, siapa ini ?!"


" Batalkan semua tuntutanmu pada pengelola pantai !, jika kamu berani mengganggu mereka aku tidak akan segan menguliti ankmu hidup - hidup !"


Julian sudah tidak peduli lagi jika Seila target haremnya, dia sekarang hanya ingin membuat Okta tenang.


Ludin terkejut " Apa maksudmu Brengsek !, kamu berani mengancamku !"


" Cih !, apa hebatnya kamu Ludin Bowl !, dengan menjetikkan jariku saja kamu bisa hancur berkeping - keping !, ingat perkataanku baik - baik !, karena anakmu sedang bersamaku !"


Kebetulan Seila sudah keluar dari ruang ganti, dia langsung menghampiri Julian. Julian yang melihat Seila tersenyum.


Ludin meraung, diseberang telepon " Apa kamu pikir aku bisa di ancam begitu saja !"


" Seila bicaralah padanya sebentar !" Julian memberikan Ponselnya.


Seila mengerutkan keningnya, tapi dia tetap menurut " Halo siapa ini ?"


Julian langsung mengambil Ponselnya " terimakasih Seila "


Seila mengernyitkan dahi, dia tidak tahu apa maksud Julian dengan menyuruhnya bicara hanya sebentar saja di teleponnya.


" Apa kamu mendengarnya ?" Ucap Julian percaya diri.

__ADS_1


Jelas saja Ludin terkejut " Bajingan !, siapa kamu sebenarnya !, jika kamu bera...."


Julian langsung memotong ucapan Ludin " jangan bertindak bodoh !, turuti semua ucapanku maka aku akan mengantarkannya utuh ke kamu !"


Ludin terdengar menghela napas, dia menahan amarahnya " Baik !, aku akan melakukannya, awas saja kalau anakku sam...."


" Tuutt


" Tuutt


Ludin belum selesai bicara, Julian sudah mematikan Ponselnya.


" Brengsek !!, berani sekali kamu mengancamku !!" Ludian merang marah sendiri.


Nazil yang menjadi sopir Ludin bertanya " Tuan Bowl, siapa yang menelpon anda ?"


Ludin mentap Nazil " gara - gara kamu anakku di culik idiot !, cepat panggil orang yang bisa melacak Nomor Ponsel !"


Nazil terkejut saat mendengar Seila di Culik " Baik Tuan !"


Ludin berencana menggunakan data panggilan Julian untuk mencari keberadaanya. Karena dia yakin jika tim pencarinya akan bisa menemukan keberadaan Julian.


Sementara itu ditempat Julian, Seila memelototi Julian " Brengsek !!, kamu menghubungi Ayahku !!"


Faktor Daya Seila Bowl : -10


Faktor Daya Seila Bowl : -10


Target Harem tersentuh dengan kebaikan Host.


Faktor Daya Tarik Seila Bowl Sekarang : -20%


[ Jika Target Harem menaikan Daya tariknya 10% anda akan mendapatkan 1 poin kekuatan tambahan ].


Poin Kekuatan Host sekarang : 70


Julian tersenyum getir, saat mendengar pemberitahuan penurunan daya tarik Seila " Lihatlah kekacauan yang kamu buat !, Ayahmu mau menghancurkan tempatku !, sekarang kamu marah - marah padaku !, seharusnya aku yang marah padamu !, sekarang jelaskan bagaimana caranya kamu akan memperbaiki ini semua !!?"


Seila melipat kedua tangannya didepan dada " Itu hanya wisata kecil saja !, aku akan menggantinya nanti !" Ucap Seila sombong.


Wajah julian menggelap, dia menghampiri Seila hingga jarak mereka hanya tinggal sejengkal saja.


Wajah Julian dan Seila sangat dekat, kemudian Julian buka suara " Hanya katamu ?, Orang sepertimu tahu apa tentang kehidupan masyarakat kecil !, dengan Ayahmu menutup tempat itu !, apakah kamu tahu efeknya pada para pekerja yang mempertaruhkan hidupnya disana !"


Julian diam sebentar kemudian melanjutkan " Orang sepertimu yang harusnya segera dilenyapkan di bumi ini !, asal kamu tahu saja !, dengan menjentikkan jariku aku bisa membuat keluarga Bowl Mu itu musnah !, aku bisa melakukan apapun tapi aku tidak seperti kamu !, anak seorang Milyarder yang hanya bisa memandang kehidupan ini dari satu sisi saja !, dengar baik - baik Seila Bowl !, aku berbaik hati ingin menolongmu karena aku pikir kamu orang baik - baik !, ternyata dugaanku salah !, kamu itu sampah yang hanya bisa berlindung dari nama Ayahmu !!"


Ucapan julian membuat Seila terkesiap, dia tidak menyangka jika ada orang yang berani menantang keluarga Bowlnya.


Tapi Seila juga tahu kalau omongan Julian memang ada benarnya, Ia sangat kesal karena tidak bisa membantah ucapan Julian.


Air mata Seila menetes " Apa yang kamu tahu tentang aku !, aku juga tidak ingin bersembunyi dibalik nama Ayahku !, aku juga ingin seperti orang lain yang bebas kesana kemari tanpa perlu menunjukkan senyum palsu !, aku hanya ingin diperlakukan seperti gadis pada umumnya, Hiks...hiks... " Seila ambruk dilantai.


Julian tercengang, dia bingung ingin mengatakan apa, karena air mata wanita adalah kelemahannya.

__ADS_1


Pelayan Toko juga kebingungan, dia panik tidak tahu harus berbuat apa untuk menenangkan keduanya.


.


__ADS_2