
Julian masih terkejut dengan perasaan mencekam barusan. Dia yakin jika perasaan itu seperti ia akan menjalani hidup dan mati yang begitu dekat.
Julian tertegun ditempat, dia masih linglung dengan kejadian mendadak itu.
Beberapa hari berlalu, Julian mulai berlatih bela diri, dia mempelajari beladiri dari Rafael dan Para Robot yang ia ciptakan.
Julian sudah berhasil menguasai beberapa teknik dasar beladiri, karena kecepatan mengingat dan tubuhnya sudah melebihi manusia Normal.
Jujutsu, Silat, hampir semua teknik pertarungan jarak dekat dia kuasai. Kecepatan belajarnya sungguh sangat ekstrim. Sampai - sampai Rafael saja terkejut. Pasalnya Rafael tidak bisa meneliti tubuh Julian.
Rafael diam - diam pernah meneliti tubuh Julian, tapi System mencegahnya. Hingga Rafael sampai di kesimpulan jika Tuannya bukanlah orang biasa.
Dengan kemampuan dasar beladiri yang sudah di kuasainya, bisa di katakan Julian sudah menjadi master bela diri.
Karena pencapaian terbaik para ahli beladiri hanya 10 saja, artinya Julian otomatis langsung melompat beberapa kali lipat sesuai atributnya. kesimpulannya Julian sudah Op untuk bertarung jarak dekat.
" Sayang istirahat dulu " Natali sudah tidak malu lagi, dia memberanikan diri untuk memanggil Julian dengan sayang. Karena dia ingin di akui Julian.
Julian menghela napas " Sudah aku bilang jangan panggil aku seperti itu, aku tidak suka " Ia mengambil handuk dan minuman yang diberikan Natali.
" Aku mau seperti kamu yang selalu memanggilku seperti itu, siapa tahu saja kamu seperti aku yang kemudian jatuh cinta padamu " ucap Natali tanpa rasa malu.
Julian tidak menggubrisnya, karena dia sudah terbiasa dengan celoteh Natali ketika istirahat. Pasalnya mereka memang berlatih bersama.
Peningkatan fisik Natali juga terbilang signifikan, dia sudah bisa mengangkat satu buah Mobil hanya dengan dua cambuk darahnya saja.
Peningkatan kekuatan mereka seperti Monster saja, tidak ada yang menduga jika keduanya bisa sehebat itu dalam hitungan hari.
Para Wanita Julian yang sudah tahu waktu istirahat Julian, mereka bergiliran membawakan Julian buah atau yang lainnya. Tapi di antara mereka yang lebih sering melayani Julian, Celia yang waktunya tidak sesibuk seperti wanita Julian lainnya.
" Julian ini buah yang di jadwalkan Rafael " Celia menyerahkan pring yang isinya Apel, Jeruk dan anggur yang sudah dibersihkan dan tinggal memakannya saja.
" Terimakasih Celia " Julian belum mengambil buah tersebut, Natali mengambilnya lebih dulu.
" Natali !, itu buat Julian ih... !" Celia menggembungkan pipinya.
" Ya elah pelit amat, iya deh aku kembalikan " Natali memegang pipi Julian dan langsung memagutnya.
Julian terkejut, dia segera melepaskan diri " Natali apa yang kamu lakukan !?"
Celia juga ikut terkejut " Natali kamu...!" Wajah Celia menggelap. Kepalanya seperti mengeluarkan asap saja.
Natali terkikik sambil menjulurkan lidahnya manja " hihihi... Kata Celia aku suruh balikin buah tadi, orang sudah masuk mulut jadi aku balikin lewat mulut "
" Natali !!" Celia berteriak marah.
Natali berlari, Celia mengejarnya, mereka berdua seperti tom dan jery walaupun sering bertengkar tapi tidak saling membunuh.
Julian yang melihat hal tersebut menggelengkan kepalanya, Ia sebenarnya mulai kagum dengan Natali yang mau berubah, di tambah walaupun para Wanitanya membenci Natali. Tapi Natali berusaha mendekatkan diri, caranya ya seperti tadi meledek mereka.
__ADS_1
" System Cek status !"
[ Status ]
Nama : Julian Lewis
Umur : 28 Tahun.
Saldo Kredit Harem : 980.663.208.930.000
Saldo yang bisa anda belanjakan : 10.000.978.000.000 dolar.
Poin peningkatan Kekuatan : 0
Kekuatan : 99
Vitalitas : 70
Semangat : 67
Kecepatan : 60
Kecerdasan : 80
Status : Manusia Super.
Celia Moon : 101% Daya Tarik.
Natali Loin : 101% Daya Tarik.
Keterampilan :
(Capoeira
Gulat
Karate
Crav Maga
Kung fu
Muay Thai
Judo
Jujutsu
Tinju
__ADS_1
Taekwondo
Silat
Marketing, Manajemen, Ekonomi,, Balet, Piano, Dokter, Memasak, Hacker, )
Tingkat Ketrampilan : 80 Poin.
Setiap peningkatan Atribut kecerdasan, Atribut ketrampilan akan Naik, Atribut Normal ketrampilan di Bumi rata - rata 10 Poin, semakin tinggi Atribut maka Ketrampilan akan semakin di luar jangkauan manusia biasa.
Setiap Pria Dewasa Normal pada umumnya memiliki 10 poin di setiap Atribut ]
Julian tersenyum senang, sekarang dia sudah memiliki berbagai ketrampilan, jika dia tahu kalau ketrampilan bisa di dapatkan dengan belajar, ia tidak akan hanya mengejar para target harem saja.
Tapi sedetik kemudian Julian mengerutkan keningnya, karena uangnya berkurang 9 triliun dolar hanya dalam beberapa hari saja.
" Rafael !, apa yang kamu lakukan ?, kamu mau merampok aku ?!" tanya Julian sedikit jengkel.
Rafael menjawab dengan santai " Tuan, semakin tinggi kekuatan anda, itu semua harus dibarengi dengan kekayaan anda. Anda sekarang menempati orang terkaya di dunia nomor 30. Karena perusahaan minyak terbesar di Quratar sekarang sudah menjadi milik anda !"
" Apa !" Julian tentu saja terkejut, tanpa di duga dia sekarang menjelma menjadi seorang taipan. Padahal kehidupan dia cuma berlatih, *** dan santai - santai saja.
" Anda tenang saja Tuan, saya sudah mempekerjakan beberapa CEO pengalaman yang menghandle perusahaan - perusahaan besar anda, adapun Paul dan Samanta, mereka aku suruh fokus untuk menangani J- Aliance Foundation Anarka saja " Rafael menepis kekhawatiran Julian.
Julian menghela napas " sudahlah terserah kamu saja "
" Tuan, saya mendapat laporan dari Queen saat mengawal Nona Resty, dia melihat gerakan mencurigakan di sebuah bangunan Mewah milik Taipan Kelas dua !"
Wajah Julian langsung berubah serius " apa kamu bisa menunjukkan video atau apa di tempat tersebut ?"
" Tentu saja Tuan, saya sudah mengambil beberapa Foto disana, lihatlah "Rafael mengirimnya ke ponsel Julian.
Julian langsung membukanya, dia tersenyum saat melihat wajah yang dikenalnya " ternyata benar dia !, Rafael kirim Wan's dan Alpha !, aku juga akan pergi melihat kesana !"
" Baik Tuan !" Rafael langsung menghilang dari ponsel Julian dan menyuruh Alpa dan Wan's ketempat tersebut.
Julian beranjak dari duduknya, dia langsung menuju kamar untuk berganti pakaian. Celia dan Natali yang dari tadi sedang kejar - kejaran langsung berhenti saat melihat Julian pergi.
" Kamu mau kemana Julian ?" tanya Celia sambil mendekat.
" Ada sedikit urusan " Jawab dia singkat.
" Apa aku boleh ikut sayang ?" Natali bertanya pada Julian.
" Kamu lanjutkan saja berlatih, aku hanya sebentar saja " Julian meninggalkan mereka berdua.
Walaupun Celia dan Natali tidak puas, tapi dia sadar harus mengikuti kemauan Julian, karena mereka tidak mau membuat Julian marah lagi.
Julian langsung bergegas ketempat tersebut dengan arahan dari Raael, sementara Wan's dan Alpha sudah berangkat terlebih dahulu.
__ADS_1