
Setelah mengantarkan Celia ke Kafenya, dia langsung menuju kafe tempat bertemu denga Tod Stark.
lima belas menit perjalan, Julian baru sampai di kafe tersebut, dan dia sudah terlambat sepuluh menit.
Julian buru - buru keluar dari Mobilnya dan mencari seseorang yang sedang menunggunya, terlihat seorang pria paruh baya dengan asistennya yang sedang mengobrol.
Julian menghampiri mereka " Tuan Stark, maaf karena saya terlambat " ucap Julian merasa bersalah.
" Ah...tidak apa - apa Tuan Lewis, silahkan duduk " jawab Tod Stark bijaksana.
Julian menganggukkan kepalanya sambil tersenyum dan duduk " sekali lagi saya minta maaf Tuan Stark, sebagai gantinya saya yang akan membayar tagihan kita "
" Tuan Lewis, ada terlalu berlebihan, sudahlah itu hanya masalah sepele saja " jawab Tod.
Julian tersenyum " Baiklah, lebih baik kita langsung bicara ke intinya saja, apakah anda sudah punya rincian kerja sama kita ?"
" Tentu saja Tuan Lewis, saya sudah menyiapkan semuanya, anda hanya perlu membacanya saja siapa tahu ada yang menurut anda berlebihan " Tod mau menyerahkan berkas - berkas rencana kerja sama mereka, tapi Julian menahannya.
" Saya percaya dengan anda, lakukan sesuai keinginan anda saja, saya juga akan menambahkan investasi saya, tapi dengan satu syarat " ucap Julian menanmbahkan.
" Terimakasih karena anda sudah percaya dengan saya Tuan Lewis, dan apa syarat anda ?" tanya Tod penasaran.
Julian tersenyum " Saya memiliki seorang adik perempuan, kemampuan aktingnya juga Lumayan menurutku, dia juga cantik, saya akan menambah investasi 500 juta dolar untuk anda membuatkan Film untuknya, saya yakin anda tidak akan kecewa dengannya !"
Tod tercengang, karena Julian akan menambahkan investasinya 500 juta dolar, artinya dia akan berinvestasi 1.5 Milyar dolar, itu adalah jumlah yang sangat fantastis, karena bbelum pernah ada yang menginvestasikan sebanyak Julian.
Tod berusaha tetap tenang walaupun dia sebenarnya sangat senang " Tuan Lewis, apakah saya boleh tahu apa yang ingin diperankan oleh adik anda ?" tentu saja Tod akan langsung membuatkan Film untuk Resty, dengan uang sebanyak itu dia bisa membuat genre Film apa saja.
Julian menggeleng " Saya juga tidak tahu, saya hanya tahu saja dia suka akting, di tambah dia di tolak oleh beberapa perusahan hanya karena tidak mampu mengeluarkan uang pelicin saja, ya anda tahu sendirilah bagaimana buruknya para pebisnis sekarang, mereka tidak tahu tingginya langit masih ada langit "
' glek ' Ucapan Julian sangat mengena pada Tod, karena dia juga melakukan hal yang sama dengan apa yang dikatakan oleh Julian.
__ADS_1
Tod berkeringat dingin di dahinya, dia takut jika adik Julian pernah di usir oleh salah satu perusahaan cabangnya, membayangkan hal tersebut saja Tod sudah sangat ketakutan. karena dia melihat sendiri betapa menakutkannya Julian waktu melahap semua saham Hansel grup, dalam waktu beberapa jam saja.
Tod tahu itu karena dia berencana melahap saham Hansel grup juga, tapi dia kalah cepat dengan Julian, lebih tepatnya Rafael.
" Tuan Lewis, anda tenang saja, saya akan membuatkan Film terbaik untuk adik anda, saya juga akan menempatkannya sebagai pemeran utama !" ucap Tod Yakin.
Julian Tersenyum " Baguslah kalau begitu, saya berharap yang terbaik dari anda !" Julian mengulirkan tangannya.
Tod menyambut uluran tangan Julian dengan senang hati, kerja sama mereka berjalan lancar.
Mereka kemudian ngobrol - ngobrol sebentar sambil menikmati makanan dan minuman di kafe tersebut, setelah satu jam, kemudian Julian pamit pulang.
Sementara itu di J- Aliance Foundation, karyawan rekrutan Rafael semuanya langsung bekerja pada hari itu juga.
Paul dan Samanta benar - benar di buat takjub dengan para karyawan tersebut yang langsung memahami kondisi perusahaan, malahan mereka tergolong sangat cekatan dalam menjalankan tugas mereka.
" Samanta, bagaimana pekerjaan karyawan baru ?" tanya Paul lembut.
" Mereka semua sepertinya sudah berpengalaman Tuan Walker, saya yakin jika Tuan Lewis telah mengambil orang - orang terbaik, hampir semua pekerjaan kita mulai tertata rapi " jawab Samanta yakin.
" Saya sudah menghubungi dua orang, mereka kemungkinan akan datang besok, karena mereka perlu mengundurkan diri dulu diperusahaan lama mereka " jawab Samanta.
Paul mengangguk mengerti " Baguslah, kamu atur semuanya !"
" Dimengerti Tuan Walker !" jawab Samanta tegas, kemudian dia langsung kembali ke Mejanya.
...***...
Julian sampai di sebuah taman di kota Fornas, taman tersebut merupakan awal mula dia melamar Natali yang sedang hamil.
Julian masih teringat jelas bagaimana dia begitu terobsesi dengan Natali, saat itu dia benar - benar pria yang menyedihkan.
__ADS_1
Julian menyenderkan tubuhnya di sebuah kursi yang ada dibawah pohon dan mendongak ke atas menatap langit " Aku harap kamu sudah bahagia dengan orang lain Natali, walaupun aku membencimu tapi aku sadsr jika kamu adalah wanita spesial pertama yang pernah singgah di hatiku " gumam Julian lemah.
Tiba - tiba seseorang duduk disampingnya, Julian menoleh, ketika melihat wajah orang disampingnya dia mengerutkan kening, karena orang tersebut mengenakan topeng separuh saja.
" Kamu mau bro " orang tersebut menawarkan Popcorn yang entah darimana dia dapat, karena di tempat tersebut tidak ada penjual Popcorn.
" Tidak terimakasih " jawab Julian sopan.
Pria tersebut hanya mengangguk dan tidak bertanya apa - apa, dia melanjutkan makan Popcorn dengan santainya.
Tatapan mata orang tersebut tajam kedepan, seolah - olah dia sedang mengincar seseorang saja.
" E2 Ayo pulang !, dia tidak ada di sekitar sini !" Seorang Pria dengan mata di tutupi satu seperti bajak laut memanggil pria tersebut.
Pria tersebut langsung beranjak dari duduknya, dan menghampiri Pria bermata satu.
Julian yang melihat hal tersebut merasa curiga, karena penampilan mereka sangat Aneh tidak seperti orang pada umumnya.
" Siapa orang - orang itu ?, kenapa mereka begitu aneh ? dan apa yang mereka cari ?" Julian bertanya - bertanya sendiri.
Julian menghela napas " Ah..sudahlah, untuk apa aku mengurusi urusan mereka " Julian kembali menyenderkan tubuhnya di kursi tersebut.
Julian merasakan hal tersebut karena dia juga memiliki System, jadi otomatis System merasakan kekuatan pada orang tersebut yang memicu rasa penasaran Julian.
Tapi Julian tidak menyadari hal tersebut, karena dia tidak pernah tahu tentang penelitan Profesor - profesor gila yang sudah meneliti tubuh Manusia.
E1 sampai E3 merupakan penilitan profesor C5 yang tergolong cerdas, mereka tidak kehilangan kesadaran atau ingatan mereka seperti obyek yang lainnya.
Mereka bertiga bisa di bilang awal penilitian sebelum serum yang di suntikan pada Natali berhasil dibuat, mereka bertigalah cikal bakal serum tersebut.
.
__ADS_1
.
.