System Harem

System Harem
Resty Nord


__ADS_3

" Re...Resty !" Ucap Julian terkejut karena melihat sepupunya.


Resty menatap Julian dengan seksama, dia mengingat - ingat siapa Pria didepannya tersebut, betapa terkejutnya pelayan tersebut ketika mengingat siapa Julian.


" Kak Julian ?, kamu Kak Julian kan ?" tanya Resty penasaran.


Julian mengangguk, dia berdiri dan langsung memeluk Resty " Astaga, bagaimana kamu bisa ada disini ?"


" Kami pindah kesini Kak, dan sekarang aku bekerja di Restoran ini, karena usaha Ayah bangkrut " Resty terlihat bersedih.


Julian melepaskan pelukannya " kamu nanti ikut kakak yah, bilang pada manajer kamu, jika kamu akan keluar "


Semua Wanita Julian menatap Resty dengan penasaran, pasalnya mereka mengira jika Resty adalah salah satu wanita Julian.


" Tapi kak..." Resty terlihat enggan, Pasalnya pekerjaan tersebut sudah dia dapatkan susah payah.


" Sudah, masalah pekerjaan nanti kakak yang carikan untukmu " ucap Julian mantap.


Tiba - tibaa System berbunyi.


[ Ding ]


[ Target Harem terdeteksi ]


Nama : Resty Nord


Umur : 24


Tinggi : 177 cm


Berat : 47 kg


Penampilan : 8.5


Poin suka : 0


Keahlian Kusus : Akting


Harem Koneksi telah dijalin ,Naikan Poin Suka Target Harem , setiap 10% Poin Target Harem Naik Anda akan mendapatkan 1 Poin peningkatan ,Jika Poin Suka mencapai 95% anda akan mendapatkan kemampuan Khusus yang dimiliki Target Harem ]


Tentu saja Julian tercengang ketika System berbunyi " Astaga, apakah System ini gila ?, dia sepupu aku, mana mungkin aku menaklukannya !" gerutu Julian dalam hati.


Resty Nord, anak dari Lukas Nord yang merupakan masih saudara Ayah Julian.


Setelah orang Tua Julian meninggal, dia sempat tinggal bersama mereka selama 3 tahun ketika Julian SMA. Itu semua juga karena Julian masih memiliki Warisan dari orang tuanya.

__ADS_1


Resty dan Ayahnya sangat baik dengan Julian, tapi berbeda dengan Ibu Resty, jika Julian tidak memiliki Warisan mungkin Ibu Resty tidak mau menerima Julian.


Benar saja ketika Warisan Julian yang berupa Rumah dan tanahnya di jual, Ibu Resty mengusir Julian, Lukas tidak bisa apa - apa, pasalnya dia tinggal dirumah Ibu Resty.


Julian akhirnya pergi dari rumah Resty dengan bingung, pasalnya dia tidak memiliki uang speserpun, Tapi Lukas dengan sembunyi - sembunyi memberikan Uang pada Julian.


Lukas meminta maaf pada Julian dan memberi sedikit petunjuk untuk Julian, jika dia memiliki teman yang menyewakan Rumah dengan murah di Kota Fornas.


Pada Saat itulah Julian pergi ke Kota Fornas, hingga dia seperti sekarang ini.


Resty adalah Wanita yang cantik, dia sempat mencoba peruntungan di dunia hiburan, karena bakat aktingnya memang bagus.


Tapi sayangnya bakat saja tidak cukup untuk masuk ke dunia hiburan, Resty kalah saing dengan Artis pendatang baru lainnya yang rela melakukan apa saja demi menjadi seorang Artis.


Karena Resty masih menjunjung tinggi Harga dirinya, dia tidak rela menyerahkan tubuhnya pada orang yang berkuasa di dunia hiburan.


Celia buka suara " Julian, siapa dia ?"


Semua wanita menatap Julian, pasalnya pertanyaan mereka sudah di wakili oleh Celia, jadi mereka ingin tahu siapa Resty sebenarnya.


" Dia Resty Nord, Sepupu aku, Resty kenalin mereka semua teman - teman kakak " jawab Julian sembari memperkenalkan enam wanitanya.


" Hai Resty, aku Celia "


" Aku Liyana "


" Aku Oktaviani "


" Rosi "


" Senang bertemu denganmu Resty, Aku Alina "


Resty tercengang melihat ke enam Wanita Julian, walau empat Wanita tidak secantik dirinya, tapi Alina dan Rosi terlihat begitu Cantik.


Resty menatap Julian, tatapannya penuh tanda tanya, pasalnya Julian orang yang takut berkenalan dengan Wanita, tapi sekarang Circle pertemanan Julian sekarang malah bersama wanita - wanita Cantik.


Resty sedikit terkejut ketika menatap Julian dengan seksama, Wajah dan tubuhnya terlihat berbeda.


Wajah Julian terlihat sangat tampan, dengan tubuh tegap berotot, padahal dulu Wajah Julian jelek untuk ukuran pria pada umumnya, tubuhnya juga kurus kering seperti tidak pernah mendapatkan makanan bergizi.


Melihat Resty yang tertegun, Julian menegurnya " Bagaimana Resty, apa kamu mau ikut dengan kakak ?" tanya Julian lagi.


" Tapi Kak, aku butuh uang untuk biaya sehari - hari " ucap Resty bersedih.


Ketika Julian mau bicara lagi, seorang pria paruh baya menegur Resty " Resty !, tugas kamu hanya melayani !, bukan mengobrol dengan pelanggan !, apa kamu ingin dipecat !!?" ucap Prua paruh baya tersebut dengan nada yang tegas.

__ADS_1


Terlihat seorang pelayan Wanita lainnya sedang tersenyum " Mampus kamu Resty !, kamu pikir ini Restoran bapakmu !, sehingga kamu bisa ngobrol dengan pelanggan seenak jidat ?, makan tuh omelan Manajer !" ucap pelayan Wanita tersebut sinis.


Resti ketakutan, dia yang baru bekerja beberapa hari tentu saja takut kehilangan pekerjaannya, dia mau pergi tapi Julian mencekal lengannya.


Resty menoleh ke arah Julian, Julian tersenyum " Biar aku yang urus dia !"


Julian langsung menghampiri Pria paruh baya yang ternyata Manajer Restoran " berapa gajimu hingga kamu berani membentak adikku ?" tanya Julian dingin.


Manajer Restoran mengerutkan kening " Lebih baik anda tidak perlu ikut campur !, ini masalah karyawan dan Bosnya !, jika dia masih ingin bekerja disini maka dia harus menuruti ucapanku !" Manajer tersenyum penuh arti.


" Aku berkat ikut Campur karena dia Adikku !, jika kamu berani menyakitinya aku tidak akan segan menghancurkanmu !" Julian berkata dengan tegas.


" Hahahaha... menghancurkanku ?, apakah kamu sedang bermimpi anak muda ?, apa kamu tahu ini Restoran milik siapa ?, Restoran ini Milik Tuan Hansel, yang merupakan salah satu orang terkaya di Kota Fornas dan asal kamu tahu, aku adalah salah satu orang kepercayaannya, jadi a...."


" Plaaaakkkkk !!"


Manajer belum selesai bicara, Julian menamparnya dengan keras hingga giginya lepas dari tempatnya, Manajer terhuyung dan jatuh di lantai.


Darah segar keluar dari sudut bibir Manajer, dia linglung di lantai, ketika dia sudah sedikit tersadar, Manajer menatap Etan sembari memegangi pipinya dan Meraung " Bajingan !, Beraninya ka...."


" Plaaakk


" Plaaakkkk


" Plaaakkk


" Plaakkkk


Julian menampar bolak - balik sang manajer hingga Wajahnya terlihat sangat jelek, giginya copot beberapa lagi membuat dia meratap kesakitan dia lantai.


Julian jongkok di depan Manajer " Apa kamu pikir aku takut dengan Handel Pintu atau siapalah itu bosmu ?, dengarkan baik - baik pak Tua !, jangankan kamu membentak adikku !, kamu mencubitnya saja aku akan memberimu pelajaran padamu !!" nada suara Julian terlintas sebuah ancaman.


' Glek ' Manajer menelan ludah, pasalnya dia tidak tahu jika orang didepannya sangat berani.


Manajer bukan orang yang bodoh, jika Julian tidak takut dengan Bosnya, berarti kedudukannya lebih tinggi dari Bosnya.


Tapi Manajer bingung, pasalnya dia tidak pernah melihat Julian sebelumnya, padahal dia sudah bertemu dengan berbagai orang kaya dan anak - anaknya, dia juga tahu keluarga mana saja yang tidak boleh dia singgung. Tapi dia tidak ingat jika pernah melihat Julian.


Manajer menatap Julian dengan wajah ketakutan, dia ternyata sudah salah mencari lawan, Manajer merutuki pelayan yang telah menghasutnya, dia benar - benar marah dengan pelayan tersebut, karena memberikan informasi yang malah membuatnya seperti itu.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2