
Gerakan orang tersebut semakin mendekat ke arah Julian, tentu saja Julian sangat waspada terhadap gerakan tersebut.
Julian bersiap meninju siapapun yang akan menerjangnya hingga hancur lebur dan menghilang. Karena pukulannya sekarang saya ledaknya seperti Bom atom saja.
" Sayang ! Ternyata itu benar kamu " ternyata gerakan tersebut adalah Blue yang memang sedang menghancurkan seluruh laboratorium milik Profesor Zonk.
Blue langsung melompat dan memeluk Julian, untung saja Julian bisa menahan pukulannya.
" Huh ' Ternyata kamu Lily yang menghancurkan ini semua ?" Julian menghela napas lega karena ternyata yang melakukannya adalah Blue.
Blue melepaskan pelukannya, dia tersenyum " Bagaimana ? Aku hebat kan ?" ucapnya bangga.
Julian mengacak-acak rambut Blue " kamu ini ya, hampir saja aku membunuhmu tadi "
" Ih...kok gitu sih ? sayang jahat " Blue menggembungkan pipinya hingga seperti ikan buntal.
" Apa semuanya sudah kamu hancurkan dan tidak ada yang tersisa lagi ?" tanya Julian pada Blue.
Blue mengangguk " Semuanya sudah aku bereskan, dan ini adalah Chip Ai Profesor, siapa tahu berguna buat kamu sayang, kamu kan banyak menciptakan robot, kalau gak salah Ai profesor di ciptakan untuk penelitian "
Julian tersenyum cerah " kamu memang pandai, Ayo kita pergi "
Julian menggandeng Blue dan membawanya keluar dari lab tersebut, setelah mereka keluar dari lab tersebut, Julian menggunakan kekuatan Vitalitasnya dan menghantam Lab tersebut dari langit hingga hancur sepenuhnya.
Terjadi distorsi air laut, hingga akhirnya laut kembali seperti semula seolah melahap reruntuhan lab Profesor Zonk.
Julian kembali ke istana yang dia buat bersama dengan Blue.
Hanya dalam beberapa menit saja dia sudah sampai di istana, Blue saja sampai menaikkan daya tariknya ke tahap Ultimate Harem, karena dia memang menyukai Julian yang sangat kuat seperti itu.
Sesampainya di istana, terlihat para wanita Julian yang sedang mengemas pakaian, makanan dan keperluan lainnya untuk di kirim ke seluruh penjuru dunia, bersama dengan para robot pekerja.
" Lily kamu bantu mereka yah, aku akan memberikan Chip ini dulu pada kak Darius " ucapnya lembut.
__ADS_1
Blue mengangguk, dia kemudian menghampiri para wanita Julian untuk mulai membantu dan mengakrabkan diri.
" Natali bantu kami disini dong " Rosi berteriak memanggil Yellow yang sekarang memang di panggil Natali oleh para wanita Julian yang lain.
" Biar aku yang bantu " Blue langsung menggunakan perisai plasma nya dan mengangkat kardus besar yang isinya bahan makanan.
" Ini taruh dimana ?" Blue dengan entengnya membawa beberapa kardus dengan perisai plasma nya.
" Eh... taruh di mobil itu " Rosi menunjuk Mobil pick up warna merah.
Blue mengangguk, dia langsung menaruh kardus - kardus yang di bawanya menggunakan Perisai Plasma dalam mobil Pick up.
Para wanita Julian semuanya menatap Blue, mereka semua merasa iri, andai saja mereka memiliki kekuatan Sepertinya, mungkin mereka bisa meringankan beban Julian.
Blue mencuri perhatian dari wanita Julian membuat Natali yang biasanya paling kuat di antara mereka dan selalu mendapat pujian jadi kesal.
Natali langsung menggunakan cambuk - cambuk darahnya dan bersaing dengan Blue untuk mengemas barang - barang.
" Jangan sombong kamu anak baru !" ucap Natali ketus.
Natali menggertakkan giginya, dia menambah kapasitas muatannya dan dengan sigap mengemas barang - barang tersebut.
Para wanita Julian yang lain hanya bisa menonton dua mutan yang sedang bertarung ketangkasan mengemas barang.
" Hahahaha... aku selesai terlebih dahulu !" Natali berkata dengan bangga.
" Apa iya ?" Blue menyilangkan tangannya di depan dada, sambil bersender di Pick up yang sudah terisi penuh oleh barang yang di kemas nya.
Sementara Natali baru selesai mengemas dan hanya separuh yang sudah di taruh dalam Pick up.
Natali menggembungkan pipinya " Kamu curang ! Mana ada bisa langsung menganggkut barang berat seperti itu sekaligus !" ucapnya ketus.
" Lah.. aku kan memang di lahirkan dengan ke istimewaan " ucapnya sombong.
__ADS_1
" Apa katamu ...?" Natali mendekat ke arah Blue, mereka berdua terlihat semakin panas saja.
Ketika keduanya sudah berhadapan satu sama lain, Celia datang untuk melerai mereka berdua.
" Sudah, sudah, kita disini untuk membantu meringankan Julian, kalau kalian bertengkar, kalian akan membuat kacau tempat ini, yang ada kalian malah akan menambah pekerjaan Julian, apa kalian mau seperti itu ?" ucap Celia sopan dan lembut.
Blue dan Natali membuang muka satu sama lain, Celia menghela napas panjang, karena keduanya sama-sama keras kepala.
Mereka kembali melanjutkan pekerjaannya masing-masing, untuk mengemas barang - barang yang akan di kirim ke berbagai negara.
Di sisi Blue, dia bersama Rosi, Alina dan Liyana, mereka terlihat cukup akrab, karena ke empat Harem Julian itu hampir memiliki tipikal yang sama, sama - sama binal.
" Lily, apa aku boleh nanya ?" tanya Rosi tiba - tiba.
Blue mengangguk " tanya saja " ucapnya sambil mengemas barang.
" Apa kami juga bisa memiliki kekuatan seperti kamu ?" Rosi sudah siap dengan jawaban Blue apapun itu, dia hanya ingin tahu saja bagaimana rasanya punya kekuatan.
Blue tiba - tiba berhenti mengemas barang, wajahnya terlihat bersedih, Rosi dan yang lainnya saat melihat Blue yang terlihat bersedih langsung panik.
" Lily maaf kalau pertanyaan ku membuat kamu tidak suka, kamu tidak usah menjawab juga gak apa - apa kok " ucapnya buru - buru.
Blue menoleh ke arah mereka, dia terlihat memaksakan sebuah senyum " aku tidak apa - apa kok, hanya saja kalian lebih baik tidak memiliki kekuatan seperti kami, aku saja begini karena paksaan bukan kemauan sendiri, kalau bisa memilih lagi aku juga ingin menjadi wanita normal lagi seperti kalian "
Rosi dan yang lainnya terkejut, Rosi bertanya lagi " bukannya memiliki kekuatan itu enak yah Lily, Natali saja bisa bertahan dengan Julian lama kalau di ranjang "
Blue menghela napas " kalau kalian lihatnya sekarang memang enak, tapi apa kalian tahu sebelum aku memiliki kekuatan seperti ini berapa kali aku bertahan hidup dari segala uji coba Profesor keji itu, rasa sakit menjadi makanan kami setiap hari, hingga kami putus asa karena setiap hari terus di buat uji coba "
Blue diam sebentar kemudian melanjutkan " banyak juga dari kami yang tidak bisa bertahan dan akhirnya tewas setelah di siksa berhari - hari, percayalah proses memiliki kekuatan seperti kami sangatlah melelahkan, kami pun sampai ingin mati saja daripada hidup saat profesor melakukan uji coba padaku "
Rosi dan yang lainnya tercengang mendengar penjelasan Blue, mereka kira mendapatkan kekuatan tersebut hanya dengan satu kali uji coba saja terus sudah kelar.
Tapi mendengar penjelasan Blue tampaknya proses itu sangatlah menyakitkan, bahkan sampai ada yang bertaruh nyawa juga.
__ADS_1
Rosi, Alina dan Liyana menghela napas panjang secara bersamaan, mereka sekarang sadar seharusnya bersyukur karena mereka tidak mendapatkan siksaan seperti Blue.