
Larisa dan yang lainnya juga tertarik dengan balapan Lotar dan yang lainnya, mereka langsung menuju ke layar Video untuk melihat balapan keduanya.
" Menurutmu siapa yang akan memenangkan balapan ini Larisa ?" tanya Reina sambil berjalan.
" Jelas aku mendukung pria tampanku, walaupun Lotar sangat cepat, tapi aku yakin dia bisa menanganinya " jawabnya yakin.
Reina menghela napas " Tuan Putri kalau sedang bucin memang sangat menakutkan " gumamnya lirih.
Larisa yang mendengar gumaman Reina mengernyitkan dahi " Apa yang tadi kamu katakan ?!" tanyanya ketus.
" Tidak, tidak ada Larisa, aku hanya sedang bicara dengan diri sendiri " jawabnya sambil tersenyum getir.
Larisa mendengus, dia bergegasl menghampiri layar Video untuk melihat balapan Julian dan Lotar, teman - temannya juga mengikutinya dari belakang.
Mobil keduanya mulai dinyalakan, Lotar melirik Julian yang terlihat sangat santai, dan menyunggingkan senyum ketika tatapan mereka berdua bertemu.
Pemimpin balapan maju kedepan, kali ini seorang wanita cantik maju kedepan untuk memimpin balapan.
Semua orang terkejut saat melihat, kekasih pemimpin balapan yang akan memimpin balapan Lotar dan Julian.
Wanita itu melepaskan Bh nya yang ada di dalam bajunya, Sontak saja para pria disana langsung bersorak gembira melihat pemandangan itu, karena sudah lama tidak melihat kekasih pemimpin balapan seperti itu.
" Cih !, dasar wanita ****** !" ucap Larisa ketus, karena dia yakin jika wanita tersebut ingin menarik perhatian kedua pembalap itu.
Dia kemudian melemparkan bh tersebut ke atas, saat Bh itu jatuh ke jalan, Mobil Julian dan Lotar langsung meraung dan melesat dengan kecepatan penuh.
Keduanya melakukan Start dengan imbang sampai puluhan meter.
" Rafael kamu fokus cari tahu apa kekuatannya, aku akan membuat dia mengeluarkan kekuatannya !" Ucap Julian dengan tegas.
" Tenang saja tuan, saya sudah berhasil masuk dalam radio Mobilnya !"
" Bagus !" Julian menyunggingkan sebuah senyum di bibirnya.
Di dalam mobil Dark, dia terlihat sangat serius " Manusia rendahan sepertimu tidak mungkin bisa mengalahkan aku !, cukup bermain - mainnya sampai disini !"
Tiba - tiba tubuh Dark menyatu dengan Mobilnya, Rafael terkejut saat melihat itu, karena takut ketahuan dia langsung meninggalkan radio Dark.
Mesin Mobil Dark langsung berubah saat tubuhnya menyatu dengan Mobilnya itu, sehingga Mesin Mobilnya menjadi sangat cepat seperti Mobil balap F1 saja.
__ADS_1
Tentu saja Julian terkejut ketika Mobil Lotar meninggalkannya, padahal kecepatan Mobil Julian juga sudah sangat cepat.
" Brengsek cepat sekali Mobilny ?!" ucapnya kesal.
" Tuan Lewis, sepertinya kemampuan orang itu adalah kamuflase, dia menyatu dengan Mobilnya sendiri !" Rafael mberikan informasi pada Julian.
Julian terkejut dengan temuan informasi dari Rafael " Pantas saja Mobilnya sangat cepat !, Rafael apakah Mobil ini bisa lebih cepat lagi ?"
" Nyalakan NOS saat mendekati garis finis saja tuan, kecepatan Mobil ini akan bertambah beberapa kali lipat, walaupun resikonya Mobil ini akan hancur !"
Julian tersenyum " Itu sudah cukup !"
Mobil Julian tertinggal beberapa Meter di belakang Mobil Dark, orang - orang yang menyaksikan pertandingan itu semuanya bersorak.
" Ayo hajar pemula itu Lotar !"
" Menangkan pertandingannya Lotar !"
" Hahahaha .. aku akan dapat uang banyak !"
Para pendukung Lotar berteriak kencang, mereka sangat senang karena Dark memimpin balapan.
Wajah Larisa sangat jelek melihat Mobil Julian di pantai Mobil Lotar sepanjang pertandingan, padahal dia yakin kalau Julian bisa memenangkan pertandingan itu.
Ketika seratusan meter lagi akan mendekati garis finis, Julian tersenyum " Mari kita melesat kedepan !"
Julian menekan tombol NOS, seketika Mobilnya seperti roket saja yang langsung melesat dengan sangat cepat.
" Wuzzzzzz
Mobil Julian mulai mendekati Mobil Lotar, walaupun Lotar sudah memakai NOS Juga, tapi kenyataannya, Rafael menciptakan Mobil Julian memang untuk menang darinya.
Lotar terkejut saat Mobil Julian mulai menyusul, dan bahkan kali ini sudah sejajar.
Para pendukung Lotar seketika langsung terdiam, mereka semua Cemas karena uang mereka akan lenyap jika sampai Lotar kalah.
Sementara itu Larisa mulai bisa tersenyum, dia menatap kagum Julian yang bisa menyusul Lotar.
" Ah.. sungguh priaku memang hebat !" Ucap Larisa bersemangat.
__ADS_1
Reina dan yang lainnya hanya saling menatap ketika Larisa berteriak sambil melompat - lompat kegirangan seperti itu.
Yellow di tempatnya juga menyunggingkan sebuah senyum, dia seolah - olah berharap Julian menang dan bisa menghabiskan waktu dengannya seharian penuh.
Mobil keduanya masih seimbang, hingga akhirnya Mobil mereka pun sampai di garis finis bersamaan.
Pemimpin balapan langsung memutar ulang Video ketika Mobil masuk ke garis Finis, untuk menentukan siapa pemenangnya.
Ketika tayangan ulang itu di putar, semua orang harap - harap cemas, apalagi pendukung Lotar yang menghabiskan banyak uang untuk bertaruh padanya.
Saat Video di putar dengan lambat, ternyata mobil Julian yang masuk garis finis terlebih dahulu dan hanya selisih satu jengkal saja.
Seketika semuanya terdiam, Orang yang bertaruh pada Julian berteriak-teriak kegirangan, karena mereka akan mendapatkan banyak uang.
Larisa juga ikut berteriak kegirangan, membuat para teman - temannya menggelengkan kepalanya.
Julian keluar dari Mobil, kap Mobilnya mengeluarkan asap sangat tebal, tapi dia tidak menghiraukannya.
Julian menyalakan rokoknya lagi dan menghampiri Lotar, yang baru selesai kembali ke wujud manusianya dan keluar dari mobil.
Yellow mendekat ke arah Lotar, semua orang juga ikut berkerumun disana, para pendukung Julian mengucapkan selamat padanya.
Suara mereka sangat bising, Julian mengangkat tangannya, seketika semua orang langsung diam.
Julian menghampiri Yellow dan tersenyum " sesuai kesepakatan, kamu akan menemaniku seharian " ia mencubit lembut dagu Yellow.
Lotar sangat marah karena Julian berani menyentuh Yellow " Singkirkan tangan kotormu !"
" Hii, hoi ... bukannya sudah kesepakan kalau aku boleh memilikinya seharian penuh ?, mereka semua disini saksinya bukan ?" ucap Julian dengan percaya dirinya.
" Benar itu, kami saksinya !"
" Iya benar !, jangan lari dari tanggung jawab !"
Para pendukung Julian buka suara untuknya, sementara Larisa merasa jengkel, ternyata taruhan mereka, wanita berambut Blonde itu.
" Cih !, cantikan juga aku kemana - kemana !" ucap Larisa dongkol.
Reina dan yang lainnya hanya bisa menghela napas berat, karena ternyata benar kalau Larisa menyukai Julian.
__ADS_1
Yellow menahan Dark " kamu tenanglah, aku yakin pria baik ini tidak akan berani berbuat sesuatu yang keji padaku Lotar " ucapnya sambil menghampiri Julian.
" Sesuai kesepakatan, seharian ini aku milikmu " Ucapnya dengan genit, layaknya Natali yang sedang menggodanya dulu.