
Ke enam Target Harem, menatap Resty dengan Iba, karena kehidupannya sangat memprihatinkan, padahal dia sepupu seorang Milyarder pikir mereka semua.
Celia yang pernah mengalami pengalaman hampir sama dengan Resty, tentu saja dia tahu bagaimana perasaan Resty.
Celia beranjak dari tempat duduknya, dia menghampiri Resty dan langsung memeluknya sambil membungkuk karena Resty sedang duduk " Mulai sekarang kamu jangan Khawatir, Julian pasti akan membuat Kalian bahagia " ucap Celia dengan penuh Kasih.
Rachel menimpali sambil tersenyum " Celia benar Resty, dan orang yang kamu cari sebagai penolong kamu ada di samping kamu "
Celia melepaskan pelukannya dan kembali duduk, Resty kemudian bertanya " Maksud Nona ?"
" Julian lah pemilik Rumah sakit yang kamu bicarakan, Walaupun aku yang mengurus Rumah sakit tersebut, tapi faktanya dialah yang mendanai Rumah sakit tersebut " jawab Rachel lembut.
Resty tercengang, dia menatap Julian dengan heran " Kakak, apa benar ucapan Nona Rachel ?" tanya Resty penasaran.
Julian menghela napas " sudahlah, jangan bahas masalah tersebut, Rumah Sakit tersebut tidak akan berkembang pesat tanpa Rachel, jadi aku tidak pantas menerima rasa terima kasih darimu " ucap Julian santai.
Tapi Resty tiba - tiba beranjak dari duduknya dan bersujud di hadapan Julian, dia ingin memenuhi Janjinya.
Julian terkejut, dia langsung memapah Resty untuk berdiri " Hei, Apa yang kamu lakukan, jangan seperti itu Resty, kita ini saudara " tegur Julian.
Resty menggelengkan kepalanya " Tidak, mau kakak saudaraku atau bukan, aku harus menepati Janjiku untuk berterimakasih pada Kakak, yang telah membuat Rumah sakit tersebut, terimakasih Kak, walaupun dulu Ibu mengusir Kakak, tapi Kakak tidak membencinku " Ucap Resty sendu.
Julian menghela napas " Sudahlah, toh itu hanya sebuah perawatan, yang penting paman Lukas sudah baik - baik saja "
Semua Target Harem Julian hanya menyimak pembeciraan mereka, pasalnya mereka tidak amau mengganggu Momen pertemuan kedua Saudar tersebut.
Setelah Selesai Makan, Julian berpamitan pada Ke enam Target Haremnya, karena dia ingin menemui Ayah Resty, dia juga menyuruh ke enam Target Haremnya agar pulang terlebih dahulu, jika merrka mau ke Mansion Julian, dia juga tidak mempermasalahkannya.
Mereka semua tidak keberatan dengan pengaturan Julian, pasalnya mereka tahu bagaimana bertemu saudara kembali setelah sekian lama, jadi mereka menganggap perlakuan Julian adalah hal yang wajar bagi mereka.
Ke enam Target Harem Julian mengendarai Mobilnya untuk Pulang, Julian sebenarnya sudah menyiapkan sesuatu untuk mereka semua, tapi Julian tidak memberikannya sekarang, dia akan memberikan Hadiah pada mereka Nanti jika mereka sedang tidak bersama - sama.
Setelah ke enam Target Harem Julian Meninggalkan Pusat perbelanjaan dengan Mobil yang mereka bawa.
__ADS_1
Julian membawa Resty masuk dalam Mobilnya, Resty benar - benar di buat terkejut terus oleh Julian, Karena ternyata Julian sudah sangat mapan.
Di dalam Mobil ketika Perjalan Menuju Rumah sakit Lewis Carity Foundation, Resty yang daritadi menyimpan banyak pertanyaan, dia akhirnya bertanya pada Julian " Kak Julian, sepertinya sekarang kamu sudah menjadi orang yang sukses ?"
Julian tersenyum " Ya Lumayanlah, sekarang aku sudah hidup dengan cukup, aku juga berencana mencari Kalian, tapi siapa yang menyangka jika kita malah bertemu disini " Ucap Julian membual, Karena dia sebenarnya tidak berniat Mencari Resty dan Ayahnya dalam.Waktu dekat.
" Syukurlah kalau kakak sudah berkecukupan, Ayah selalu mengkhawatirkan Kakak, karena ketika dia menelpon temannya, Kata teman Ayah, Kakak sudah tidak tinggal disana " ucap Resty Lembut.
Julian menghela napas " Waktu itu aku menikah dan Tinggal bersama istriku, jadi aku tinggal disana lagi "
" Kakak Sudah menikah ?" Resty terkejut.
Julian mengangguk " Ya, walu hanya seumur jagung saja, Kakak sudah berpisah dengan istri Kakak " Jawab Julian sambil tersenyum getir.
" Maaf kak, aku tidak bermaksud untuk mengungkit masalah kakak " Resty terlihat merasa bersalah.
" Tidak apa - apa, itu hanya masa lalu saja, dan berkat dia juga aku jadi seperti sekarang ini " ucap Julian santai.
Resty menganggukkan kepalanya seolah mengerti maksud Julian, dia berpikir Jika Julian akhirnya bangkit dengan berbisnis, ketika berpisah dengan istrinya.
Mungkin jika Julian tidak terpuruk, System tidak akan masuk dalam tubuhnya dan malah masuk dalam tubuh Otor agar Otor kaya, penginnya ..
Jadi Julian seharusnya berterimakasih dengan Natali, untuk itu Julian tidak menghapus Nomor Natali, karena mau bagaimanapun, Awal dia mendapatkan System berhubungan dengan Natali.
Resty tidak bertanya lagi, hingga Mobil Julian sampai di Rumah Sakit tempat Ayah Resty di rawat.
Mereka berdua turun dari Mobil dan Langsung masuk dalam Rumah sakit.
Sepanjang Jalan Julian menyapu pandangannya ke seluruh tempat yang dia lihat, dia merasa cukup Puas, pasalnya Rachel membuat Rumah sakit tersebut dengan sangat baik, apalagi Rumah sakit terlihat sangat bersih.
Dan yang membuat Julian tambah Kagum, ketika Resty membawanya ke sebuah Ruangan tempat Ayahnya di rawat, ternyata Rumah sakit tersebut memang tidak membedakan Pasien, Buktinya Ayah Resty dirawat diruangan yang cukup bagus.
Ketika mereka berdua membuka Pintu Ruangan tersebut, terlihat seorang Dokter dan Perawat sedang memeriksa Ayah Resty.
__ADS_1
Ternyata Lukas sudah sadarkan diri, Sontak saja Resty langsung bergegas menghampiri Ayahnya.
" Ayah !, syukurlah Ayah sudah sadar " Resty menitihkan air matanya.
Lukas tersenyum, dia berkata dengan lemah " Maafkan Ayah Nak, karena Ayah selalu membuat kamu repot "
Resty menggelengkan kepalanya " Ayah tidak membuat Aku repot, Ayah jangan tinggalin Resty sendiri lagi " ucap Resty sedih.
Dokter tersenyum " Nona Resty, Tuan Lukas harus banyak istirahat, Walau kondisinya mulai stabil, dan usahakan Ayah anda agar tidak terlalu berpikir yang berlebihan " ucap Dokter memberikan saran.
Resty mengangguk " Terimakasih Dok "
" kalau begitu kami permisi dulu " Dokter dan perawat meninggalkan Ruangan tersebut.
Ketika Dokter dan perawat pergi, Lukas melihat Julian yang berdiri dibelakang Resty sambil menatapnya, Lukas bertanya " Resty, apa kamu tidak mau mengenalkan pacar kamu ?" tanya Lukas lirih.
Sontak saja Resty terkejut, dia lupa belum mengenalkan Julian, Resty menghapus air matanya " Ayah apaan Sih !, apakah Ayah lupa dengannya ?"
Lukas mengerutkan keningnya, Lukas tidak tahu siapa orang didepannya, Karena wajah Julian sedikit berbeda dengan yang dulu.
Julian mendekati Lukas, dia tersenyum " Paman Lukas, apakah paman Lupa dengan keponakan Paman ini ?"
" Keponakan ?" Lukas mengernyitkan dahinya.
" Ih....Ayah, dia kak Julian, masa Ayah tidak mengenalinya sih !" Resty gemas dan langsung memberitahu Ayahnya.
" Astaga..., Ka..kamu Julian, ya ampun kamu berbeda sekali dengan dulu Julian " Lukas sedikit terkejut, karena dia tidak ingin membuat kambuh jantungnya, Lukas berusaha menekan keterkejutannya.
" iya Ayah, aku saja pangling ketika baru melihat kak Julian, karena dia sekarang terlihat sangat tampan " ucap Resty malu - malu.
.
.
__ADS_1
.