System Harem

System Harem
Liyana Reid


__ADS_3

Tak


Tak


Tak


Terdengar suara ketukan jemari terampil di keyboard dengan sangat cepat, seorang wanita tomboy dengan riasan khas Emo sedang menatap layar komputernya dengan serius.


Dia seolah tidak berkedip sekalipun saat menatap layar komputernya, tatapannya sangat serius saat sedang melakukan pekerjaannya.


" Ah... akhirnya selesai juga, " dia menghela napas lega setelah semalaman begadang menatap layar Komputernya itu.


Wanita tersebut langsung pergi ke ranjang dan merebahkan tubuhnya, dia ingin melepaskan lelah dengan mengistirahatkan tubuhnya.


Matanya mulai terpejam perlahan, hingga akhirnya dia pun sampai di alam mimpi.


Dalam mimpinya dia bertemu dengan pangeran berkuda, tampangnya sangat tampan.


Sang pangeran berkuda mengajaknya untuk pergi bersama dirinya untuk hidup bersama di istana.


Tentu saja Wanita itu sangat senang, dia mengulurkan tangannya untuk menyambut tangan Pangeran yang sedang terulur padanya.


Tiba - tiba wajah pangeran menghilang saat ada seseorang yang membangunkannya " Liyan ! bangun Woi !" Roil teman Hackernya membangunkan Liyana.


Liyana terbangun seketika, dia melihat sahabatnya itu, pria culun dengan kacamata yang terus terpasang di wajahnya.


" Brengsek kamu Roil ! Aku baru tidur !" Liyana terlihat bersungut-sungut marah karena sahabatnya itu.


" Lah kok marah sama aku? Siapa suruh mengambil job malam? Bukannya kamu sudah menerima job denganku hari ini ?" jawab Roil membela diri.


" Arghhh ! Kamu ini memang selalu bikin aku kersal !" Liyana beranjak dari tempat tidurnya, dia langsung ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya agar sedikit lebih segar.


Roil hanya menggelengkan kepalanya, dia ke meja Komputer Liyana untuk memasang Hard disk yang dia bawa dari rumah.


Roil terlihat mulai membuka data - data yang akan dia jebol bersama dengan Liyana, tentu saja data tersebut bukanlah data yang bisa di miliki sembarangan orang.


Roil juga sama cekatannya dengan Liyana, jari jemarinya seolah memiliki mata, tanpa dia melihat keyboard begitu banyak data sudah muncul di layar Komputer.


Liyana yang sudah keluar dari kamar mandi, dia mendekati Roil dan bertanya " bodoh ! kenapa kamu masuk lewat sana ! minggir !"

__ADS_1


Liyana terkejut karena Roil salah masuk server, bisa - bisa lokasi mereka ketahuan jika server tersebut mengaktifkan ke amanan nya.


" Brengsek kamu Roil ! Cepat berkemas !" Liyana mencabut seluruh Komputernya, dia sampai menghancurkan komputernya.


Roil terlihat ketakutan " Li maaf, aku..."


" Jangan banyak bicara, cepat kita pergi dari sini bodoh !" Liyana mengemasi barang-barang pentingnya saja.


Roil ambruk di lantai " Maafkan aku Li, aku sengaja melakukan ini, ada yang mau membunuhku jika tidak memberitahu lokasimu, maafkan aku Li " dia menangis sambil berlutut di lantai.


" Apaa ! Bajingan kamu Roil, aku kira kamu tidak seperti pria yang lainnya ! mata saja kau !" Liyana bergegas pergi.


Untung saja Liyana sangat cekatan, kalau dia tidak cepat melihat apa yang di lakukan Roil, mungkin dia akan di bekuk oleh militer.


Tapi Roil yang sebenarnya mencintai Liyana, dia memang sengaja melakukan itu di depan Liyana, tujuannya tentu saja agar Liyana tidak tertangkap, dengan kata lain Roil mengorbankan dirinya sendiri demi Liyana.


Tapi Liyana tidak tahu akan hal itu, yang dia tahu Roil menghianati kepercayaannya, karena itu Liyana yang Notabenya sangat jijik dengan Pria dia meninggalkan Roil begitu saja.


Liyana pergi menggunakan taksi, selepas kepergiannya.


Tak berselang lama sekelompok militer datang ke tempat Liyana, disana hanya ada Roil saja yang bertemu dengan mereka.


Melihat Roil yang gagal menahan Liyana, dengan sangat mudahnya Roil di bunuh dengan menembak kepalanya.


Liyana yang biasanya memilih tempat kumuh untuk bersembunyi, dia sekarang memilih sebuah Apartemen yang cukup mewah untuk melanjutkan kehidupannya.


" Semua pria sama saja bajingan !" gerutunya sambil melemparkan tubuhnya di ranjang Apartemen.


Liyana menatap langit-langit kamar tersebut " Ibu, maaf Liyana belum bisa pulang terlebih dahulu, masalah Liyana disini semakin banyak saja " gumamnya sedih.


Liyana hanya bisa berharap dia menemukan pria yang tepat agar tidak selalu di perlakukan seperti wanita murahan.


Liyana kemudian membereskan barang - barangnya, dia mengambil laptop lamanya yang selama ini tidak dia pakai.


Tapi saat dia mau menyalakannya, laptop tersebut malah tidak menyala " Ah..sial ! " gerutunya kesal.


Liyana menghela napas, dia kembali membaringkan tubuhnya di tempat tidur dan akhirnya terlelap.


***

__ADS_1


Ke esokan paginya saat dia sudah bangun dan membersihkan diri.


Liyana buru - buru membawa laptopnya ke tempat reparasi elektronik, karena dia tidak bisa bekerja tanpa Komputer ataupun Laptop.


Saat sampai di tempat reparasi Elektronik, Liyana tanpa basa - basi langsung menaruh laptopnya di etalase " bisa benerin ini gak tuan !" tegur Liyana pada penjaga tempat tersebut.


Penjaga melihat - lihat laptop Liyana " tiga hari Nona kami bisa memperbaikinya "


" Cih ! lama sekali?" ucap Liyana tidak senang.


" Kalau tidak mau ya sudah, silahkan bawa kembali barang anda " jawabnya seperti tidak membutuhkan.


Liyana menghela napas " Baiklah tiga hari, tapi data - datanya jangan sampai hilang !"


Penjaga mengangguk " tenang saja semua aman "


Liyana meninggalkan tempat tersebut, kalau saja bukan karena data yang ada di laptop tersebut, pasti dia akan membuang laptop tersebut.


" Lebih baik aku beli PC dulu " ucapnya sambil berjalan mencari tempat yang menjual PC.


Liyana sampai di toko perlengkapan komputer, ya di sanalah awal Liyana bertemu dengan Julian, yang kebetulan dia juga sedang membeli PC.


***


" Li... kamu kenapa ?" tegur Alina karena Liyana tidak memakan makan siangnya dan terus memandangi Julian yang terlihat tanpa beban sama sekali bersama mereka.


" Eh... aku tidak apa - apa kok Lin " jawabnya singkat kemudian menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


Julian kemudian berbicara pada Liyana " Li... habis ini kamu bantu kak Darius yah, dia daritadi ngamuk - ngamuk terus karena yang membantunya lebih cerdas darinya "


Liyana mengernyitkan dahi " Loh kok gitu ? Memangnya siapa yang membantu kak Darius ?"


" Rafael sama Ciel, Kak Darius tidak senang karena mereka seolah mengatur dia terus " jawab Julian menjelaskan.


" Ciel ?" Beo Liyana dan wanita Julian yang lain.


Julian menepuk jidatnya " Ah... aku lupa belum menceritakan pada kalian. Ciel Ai cerdas juga sama seperti Rafael, Lily yang membawa dia kemari, aku memrogamnya ulang untuk membantu kak Darius, tapi kak Darius ngamuk - ngamuk terus, jadi kamu nanti temani dia yah ?"


" Oh..gitu " Liyana mengangguk " baik, nanti aku akan membantu kak Darius "

__ADS_1


" Terimakasih Li " ucap Julian lembut.


Liyana tersenyum, dia senang bisa berguna untuk Julian, karena baginya Julian adalah pria yang sempurna, saat dia terluka Julian juga tidak meninggalkannya, karena itulah Liyana bertekad terus ada di sisinya.


__ADS_2