
Seila langsung memeluk Julian karena sangking senangnya, dia sampai tidak peduli dengan Celia yang ada disana.
' Ekhem !' Celia berdehem keras, membuat Seila langsung tersadar dari tindakannya itu.
Seila langsung kembali duduk dengan tenang sambil tersenyum ke arah Celia
Julian menghela napas " ya sudah selesaikan sarapan kalian dan bersiaplah kita akan pergi nanti "
Seila dengan cepat menghabiskan makanannya dan kembali ke kamar untuk bersiap, sementara Celia yang sudah mandi tentu saja dia sangat santai, apa lagi tanpa makeup pun dia sudah sangat cantik, jadi dia tidak perlu bersiap - siap seperti Seila.
Tak berselang lama Seila pun turun menggunakan Jeans dan pakaian sehari-hari ketika dia akan keluar rumah, riasan tipis yang menempel di wajahnya juga sederhana, membuat dia terlihat natural tanpa riasan.
Julian dan Celia sudah menunggu di teras sambil mengobrol santai, Julian tidak henti - hentinya mencubit hidung mancung Celia yang membuat dia gemas.
Celia tidak masalah Julian dengan itu, karena seluruh tubuhnya memang hanya untuk Julian seorang.
" Ayo berangkat ?" ucap Celia yang sudah ada di teras.
Julian melihat Seila, dia tersenyum " Ayo !"
Julian berjalan di depan, Seila dan Celia mengikuti dari belakang, mereka di antar sopir agar Julian tidak terlihat seperti sopir kedua Wanitanya.
" Kita mau kemana tuan Lewis ?" tanya Weis sang supir.
" J Mall !" jawabnya singkat.
Weis langsung mengangguk, karena dia tahu J Mall adalah milik tuannya, setelah mengakusisi Mall Big Diamond dulu, Julian sekarang mengganti namanya menjadi J Mall.
Mobil pun langsung melaju menuju J Mall, Julian dan kedua Wanitanya itu sesekali bercanda di dalam mobil, mereka bertiga terlihat sangatlah akrab satu sama lain.
Setengah jam kudian mereka sampai di J Mall, Julian dan kedua Wanitanya langsung turun dari Mobil.
__ADS_1
Seila dan Celia langsung merangkul Julian dari kiri dan kanan membuat para jomblo yang melihat itu merasa sangat iri, apalagi disampingnya juga ada Celia yang merupakan wanita tercantik di bumi untuk saat ini.
" Astaga !, apakah dia bidadari ?" ucap Jomblo sejati saat melihat Celia.
" Wanita yang sangat cantik, apa dia turun dari surga langsung ?" pria yang sedang bersama pasangannya juga terpesona.
" Apa kamu bilang !" pasangannya wanita yang riasannya setebal tepung kanji membentaknya.
" Tidak sayang, maksudku kamu hari ini sangat cantik " jawabnya merayu.
" Dasar cowo brengsek !, kita putus !"Wanita dengan riasan setebal tepung kanji langsung meninggalkan prianya.
" Sayang bukan seperti itu, tunggu dulu !" Si pria mengejarnya seperti orang bodoh.
Julian yang melihat hal itu menggelengkan kepalanya, karena dia teringat dengan kejadian dulu saat mengejar Natali dan seolah dia wanita satu - satunya di bumi.
Orang - orang terus memperhatikan Celia sepanjang perjalanan, Julian dengan sombongnya melepaskan rangkulan mereka dan memeluk keduanya agar berjalan bersama dengan mesra.
" Sayang kita mau kemana dulu ?" tanya Julian bertanya pada keduanya.
" Aku terserah Seila saja, dia kan yang mengajak kesini " jawab Celia lembut.
" Boleh tidak sayang belanja pakaian dulu?, pakaian dirumah sudah bosen aku pakai " tanyanya manja.
Julian tersenyum " belanja sepuas kalian berdua saja, semua tagihan biar aku yang bayar "
" Terimakasih sayang !" Seila mengecup pipi Julian dikeramatkan tanpa memikirkan ada kaum Jomblo yang memperhatikan mereka.
Seila pun langsung menarik Julian ke sebuah toko pakaian yang merk nya sudah terkenal di seluruh dunia. Dia berbelanja dengan senang hati karena sudah terbiasa melakukan itu, sementara Celia hanya membeli seperlunya saja, tidak seperti Seila yang hampir setiap Merk dia ambil.
...***...
__ADS_1
Sementara itu di bandara, Para robot Julian sedang melawan Cyborg Klon Natali, karena mereka semua memiliki kekuatan cambuk darah.
Sebenarnya pertarungan telah terjadi semenjak kemarin, tapi Rafael mau memberitahu Julian tidak enak karena Julian terus - terusan bercocok tanam dengan para wanitanya.
Berbagai Robot yang di ciptakan Darius sudah bisa juga di naiki Manusia, dan ada juga Cyborg yang dia ciptakan.
Tentu saja para Cyborg tersebut adalah salinan dari Para S kode buatan Profesor C5, Darius menciptakan para Cyborg tersebut karena ingin mengamankan Anarka.
Itu juga terjadi karena Jacob dan Walcot memaksa Darius untuk membuat senjata kuat untuk melindungi Anarka. Karena merek tidak mau kejadian S kode terjadi lagi.
Dan benar saja hari itu datang, Kenji dan para Klon Natali menyerang, pasukan Robot masih seimbang melawan mereka.
" Lapor Komandan !, semua warga sipil di daerah sini sudah kami amankan semuanya !" bawahan Jacob memberikan laporannya.
" Bagus !, kalian terus berkomunikasi dengan tuan Darius !, jika tidak ada kesempatan menang segera mundur !" ucapnya tegas.
" Siap Komandan !" bawahan Jacob langsung pergi ketempatnya kembali.
Walcott terdengar menghela napas " sungguh tahun yang kelam, baru beberapa bulan selepas kejadian para mutan, sekarang muncul lagi mereka " ucapnya tidak berdaya.
" Sebenarnya apa yang ada di Anarka, kenapa mereka seolah mengincar Anarka terus menerus ?" Jacob juga tidak berdaya melihat semua ini, di masa tuanya yang seharusnya dia akan pensiun, malah kejadian seperti itu terus bermunculan.
Walcott dan Jacob hanya bisa menghela napas berat, karena saat mereka sudah sampai di puncak karir masing-masing, malah timbul masalah yang sangat besar.
Alasan kenapa Julian tidak tahu sama sekali ada serangan itu, selain Rafael yang tidak memberitahunya, semua satelit yang mengarah ke Bandara Internasional Anarka itu di putus oleh Rafael, sehingga tidak ada yang bisa mengambil berita dari sana.
Terlihat Bandara yang sudah luluh lantak karena pertarungan Cyborg Kenji dan Darius.
Tapi anehnya Kenji dan tiga Cyborg spesialnya tidak ada disana, hanya para Klon Natali yang menyerang bandara tersebut.
" Ketemu juga kamu Yellow !" Kenji mendeteksi keberadaan Yellow yang berada di Mansion Julian.
__ADS_1
" Red kamu amankan Yellow !, Fat kamu bantu Red dan kamu Thin tetaplah bersama ku !" ucap Kenji memberikan perintah