
' glek ' Julian menelan ludah ketika Rachel berbicara seperti itu, pasalnya pria bodoh mana yang akan melepaskan Esnita yang masih perawan ?, jika ada mungkin dia mainnya kurang jauh kayak Otor yang hanya anak rumahan.
Julian masih memperhatikan Rachel dengan Air liur menetes dari mulutnya, sembari tersenyum seperti orang bodoh.
Julian tersadar ketika Rafael menegurnya " Tuan Lewis, kenapa anda tidak menghampiri Nona Rachel saja, menurut semua informasi yang saya dapatkan, Nona Rachel tidak akan menolak anda, karena beberapa hari ini dia selalu memikirkan anda "
Julian mengerutkan keningnya " Astaga Rafael...., kamu mengawasi keseharian mereka juga ?!" ucap Julian terkejut, sembari mengusap air liurnya.
Julian bertanya seperti itu karena dia menganggap jika tindakan Rafael sudah melewati batas.
Walaupun sebenarnya Julian juga mengharapkan ingin melihat semua yang sedang di lakukan Target Haremnya.
" Saya hanya mencari informasi mereka yang berkaitan dengan anda, saya tidak mencari Informasi lainnya yang mengganggu Privasi mereka, apakah anda keberatan dengan tindakan saya Tuan Lewis ?, Apakah saya telah berbuat salah ?" Ucapan Rafael terdengar sedih.
Julian menghela napas " Bukan seperti itu Rafael, terserah kamu sajalah mau berbuat apa, tapi pastikan hal yang kamu lakukan harus berguna untukku !"
Julian semakin di buat terkejut oleh sikap Rafael " Apakah cuma perasaanku saja Rafael seperti bersedih ? " Julian bertanya - tanya dalam hati.
Wajar saja jika Julian menanyakan hal tersebut dalam hatinya, karena mana ada Ai yang bisa bersedih.
Tapi bagi Rafael semua itu bisa terjadi, karena dia busa memahami perasaan manusia, otomatis dia juga akan mulai memahami tentang perasaan itu sendiri.
" Tok
" Tok
" Tok
Pintu ruangan Computer Julian ada yang mengetuk, Julian panik karena layar Virtual yang memperlihatkan semua target Harem masih menyala.
" Rafael matikan ini semua !" perintah Julian tegas.
" Baik Tuan Lewis " Satu persatu layar Virtual menghilang.
Karena Julian tidak menjawab, benar saja Celia masuk tanpa meminta izin, karena hal tersebut sudah menjadi kebiasaannya.
Jadi Julian tidak mempermasalahkan hal tersebut, apalagi Celia selalu menjadi pemuas napsunya.
" Julian, kamu harus menjelaskan padaku, siapa mereka semua sebenarnya " tanya Celia sendu sembari merangkul Julian dari belakang.
Inilah yang paling Julian takutkan, padahal dia sudah berusaha menghindari pertanyaan tersebut sebisa mungkin, tapi karena Celia Target Harem yang sudah begitu dekat dengannya, dia tahu pasti Celia akan menanyakan hal tersebut.
Julian menghela napas, dia mendongak menatap Celia sembari memegang Pipinya " Apakah kamu cemburu jika aku mengatakan mereka semua orang yang menyukaiku ?" tanya Julian lembut.
Celia menggelengkan kepalanya " Aku tidak mempermasalahkan hal seperti itu Julian, aku hanya takut saja jika nanti kamu meninggalkan aku, aku tahu jika aku tidak sepintar mereka, aku hanyalah seorang anak pungut pelayan yang tidak memi...."
__ADS_1
Jari Julian menutup mulut Celia dengan jarinya , dia menarik Celia agar duduk di pangkuannya " Apakah aku pernah mempermasalahkan hal tersebut ?, aku tidak masalah kamu anak pelayan atau bukan, bagiku status berasal hanya dari segi materi saja, jadi jangan bicara seperti itu lagi oke !"
Mata Celia berkaca - kaca, dia mengangguk - anggukan kepalanya karena senang, yernyata dugaannya selama ini salah, Julian juga mau jujur jika wanita - wanita yang datang bukan hanya sekedar teman bisnis saja.
" Ternyata selama ini aku berpikiran bodoh !, seharusnya aku tidak meragukan Julian, dia benar - benar tidak ingin melepaskan aku !" Gumam Celia dalam hati.
Faktor Daya Celia Moon : +1
Faktor Daya Celia Moon : +1
Target Harem tersentuh dengan Kebaikan Host.
Faktor Daya Celia Moon Sekarang : 100%
[ Selamat Target Harem telah mencapai penaklukan 100%, Host akan mendapatkan uang 100 Milyar Dolar dari penaklukan, Host bisa memperbaharui penampilan Target Harem yang sudah ditaklukan menggunakan Poin Peningkatan ].
Poin peningkatan Host : 78
[ Status ]
Nama : Julian Lewis
Umur : 28 Tahun.
Saldo yang bisa anda belanjakan : 108.735.000.000 dolar.
Poin peningkatan Kekuatan : 68
Kekuatan : 29
Vitalitas : 15
Semangat : 15
Kecepatan : 20
Kecerdasan : 40
Status : Manusia Super.
Keterampilan : ( Marketing, Manajemen, Dokter, Memasak, Hacker ) Tingkat Ketrampilan semua meningkat menjadi 40 Poin.
Setiap peningkatan Atribut kecerdasan, Atribut ketrampilan akan Naik, Atribut Normal ketrampilan di Bumi rata - rata 10 Poin, semakin tinggi Atribut maka Ketrampilan akan semakin di luar jangkauan manusia biasa.
Setiap Pria Dewasa Normal pada umumnya memiliki 10 poin di setiap Atribut ]
__ADS_1
Julian terkejut dengan penaklukan tersebut, dia tidak menyangka jika akan mendapatkan hadiah sebesar itu, jika dia berhasil menaklukan seorang wanita hadiahnya 100 Milyar dolar, jadi jika enam wanita maka akan menjadi 600 Milyar Dolar.
Hal tersebut saja sudah membuat kepala Julian berdengung karena mendapat begitu banyak uang.
Julian kemudian menatap Celia, dia mengecup Bibirnya dan berkata " Terimakasih Celia, kamu memang yang terbaik !"
Julian langsung menggarap Celia, birahinya meledak karena Celia telah memberinya banyak keuntungan.
Julian sangat senang, Celia mencoba mengimbangi Julian dengan lembut, pasalnya kali ini julian juga bersikap lembut padanya.
Sementara Rachel bertanya pada sebastian, kemana Julian pergi, karena dia tadi ke kamar Julian tapi tidak melihatnya.
Sebastian kemudian memberitahu ruangan Computer Julian, Sebastian tidak tahu jika Celia sedang bercumbu dengan Julian, jadi dia memberitahukan ruangan tersebut pada Rachel.
Adapun Rachel ingin menemui Julian karena dia sudah membulatkan tekadnya untuk menjadi kekasih Julian, dia sudah tidak mau naif lagi, karena dia tahu jika dia harus bergerak cepat sebelum Julian di taklukkan wanita lain.
Rachel langsung menghampiri ruangan Computer Julian yang berada di lantai bawah.
Rachel melihat sebuah kamar yang berada di pojokan, dia tidak tahu jika Julian dan Celia sedang bergulat disana.
Bodohnya Julian kamar tersebut tidak di kunci terlebih dahulu, pasalnya itu semua sudah menjadi kebiasaan Julian dengan Celia.
Karena Sebastian melarang pelayan lainnya membersihkan kamar Julian demi Celia, selama ini tidak ada gangguan di pergelutan mereka.
Tapi mereka lupa jika sedang ada orang lain di Mansion Julian sekarang.
" Tok
" Tok
" Tok
Rachel mengetuk pintu, tapi tidak ada sautan dari dalam, akhirnya Rachel mencoba membuka pintu.
' Klek '
" Eh... ternyata tidak di kunci " Ucap Rachel sembari tersenyum.
Rachel membuka Pintu masih dengan senyum manisnya " Julian kamu sedang......."
.
.
.
__ADS_1