
Brown dikenal dengan sebutan Dark dalam kelompok bawah tanah.
Julukan tersebut dia dapat bukan karena dia bekerja di dunia kegelapan, melainkan karena sifatnya yang begitu dingin.
Dulu Brown salah satu orang terkuat di kelompok bawah Tanah provinsi Anarka. mungkin hanya pemimpin kelompok bawah tanah Anarka saja yang bisa menandingi kemampuannya. Sebenarnya Brown bisa saja menguasai sebagian Provinsi Anarka, tapi dia menolaknya.
Brown lebih memilih menjadi raja tanpa mahkota, tapi tetap saja dia disegani semua kelompok bawah Tanah Anarka, karena Pemimpin kelompok Bawah Tanah Anarka juga tidak bisa menyinggungnya.
Ketika Dark mulai bosan dengan kehidupannya yang seperti itu - itu saja, Brown bertemu seorang anak Perempuan yang kebetulan merubah prinsipnya.
Brown melihat Anak itu sedang menangis di pinggir jalan, dia menghampiri anak tersebut dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi padanya.
Jawaban anak tersebut membuat hati Brown tergerak, karena anak kecil tersebut sama dengan dirinya yang di buang oleh Keluarganya.
Anak kecil tersebut adalah Alina Rose, orang yang dia jaga sampai sekarang.
Ya, Alina Rose memang pernah di buang oleh Ayahnya, Karena Ayah Alina ingin memiliki seorang Putra sebagai pewarisnya.
Ibu Alina Meninggal ketika melahirkannya, Alina tidak pernah diberikan kasih sayang sedikitpun ketika itu, para pelayannya saja tega menyakitinya.
Ayah Alina menikah lagi dengan Simpanannya, yang notabenya sudah memiliki anak lelaki sebelum Alina Lahir, karena itu Ayah Alina menjadikan simpanannya sebagai istrinya sampai sekarang.
Brown kemudian membawa Alina Pulang ke rumahnya, karena mudah baginya untuk menemukan Rumah Alina dengan koneksinya asalkan masih di Provinsi Anarka.
Berkat Brown Alina sedikit di perhatikan Ayahnya, karena Ayah Alina tahu siapa Brown, tapi sebenarnya dia tidak suka dengan Alina, sampai - sampai Alina diberikan tempat tinggal terpisah darinya.
Alina tidak keberatan dengan hal tersebut, padahal Brown ingin menghajar Ayahnya, tapi Alina mengatakan pada Brown ' Paman Brown, walaupun dia sangat kejam padaku, tapi tanpanya aku tidak akan lahir di dunia ini, bagiku dia sudah mau menerimaku seperti ini saja sudah cukup, karena walaupun dia tidak memberiku kasih sayang, tapi aku memiliki paman yang menyayangiku '
Alina Kecil membuat hati Brown terenyuh, sampai - sampai dia berjanji dalam hatinya jika apapun yang Alina minta ingin dia turuti, walau nyawa taruhannya.
__ADS_1
Sampai saat ini Alina tidak meminta apapun, Kecuali ketika Alina pertama kali datang ke Fornas dan melihat Julian. Dia meminta pada Brown untuk mencari tahu siapa Julian.
Brown sangat senang akhirnya Alina meminta sebuah permintaan, dia juga tahu jika Alina tertarik dengan Julian, maka dari itu dia tidak akan membiarkan seseorang mengincar Julian, meski dia harus memusuhi seluruh kelompok Bawah tanah Anarka yang dulu menjadi Rumahnya.
Alina tidak haus akan kekuasaan, dia selalu menerima semua keputusan Ayahnya, hingga dia menjadi sosok yang tegar seperti sekarang, padahal hati kecilnya berharap lebih dari itu.
Itulah alasan kenapa Alina mau menerima tawaran Julian, bukan dia ingin menyaingi Ayahnya, tapi Alina ingin membuktikan jika dia juga bisa seperti kakak tirinya.
Brown yang dulunya tidak memiliki perasaan pada siapapun, dia mulai berubah menjadi pribadi seperti sekarang, walau kadang sifat kejamnya muncul, tapi itu berlaku ketika ada yang mengusik Alina.
Brown marah pada Roks ?, itu sangat jelas karena apapun Alasan Roks tidak akan Brown benarkan, walaupun Julian bisa mengalahkan anak buah Roks, tapi tetap saja Roks telah mengincar orang yang membuat Alina tertarik.
Brown melakukan hal tersebut juga untuk membuat sebuah peringatan keseluruh Kelompok bawah tanah Anarka jika tidak ada yang boleh mengganggu Julian, karena dia akan pasang badan didepan jika hal itu terjadi.
...***...
Brown menatap Roks dengan sinis, bukannya mengasihani Roks, dia menginjak telapak tangan Roks yang sedang memapah tubuhnya agar duduk tegap.
" Tu...an Da..rk, tolong maafkan aku " Roks berbicara terbata, sembari menahan sakit di tangan dan perutnya.
Anak Buah yang melihat hal tersebut berkeringat dingin, dia tidak berani berbicara sepatah katapun ketika melihat Roks yang sedang di siksa oleh Brown.
" Kamu tahu siapa orang yang kamu incar itu ?" tanya Brown sinis.
" Ti..dak Tu..an Dark, saya ti..dak tahu, Tolong beri tahu saya yang bodoh ini " Ucap Roks memelas.
" Dia adalah Pria Nona Alina !, beruntung sekal Tuan Lewis bisa menjaga dirinya sendiri !, jika dia tergores sedikit saja !, akan ku bunuh kalian semua !!" ucap Brown dingin.
' glek ' Roks menelan ludah ketika dia tahu apa kesalahannya, dia merutuki keluarga Joyce, jika dia tahu Julian adalah Pria Alina. tentu saja dia lebih memilih membunuh Dusan.
__ADS_1
Bukan sebuah rahasia lagi di kalangan Dunia bawah, kalau Alina di jaga langsung oleh Brown layaknya seorang putrinya sendiri.
Sebenarnya hal tersebut juga yang membuat Rose Luxury tidak ada yang berani mengganggu, para pebisnis lain mengira jika Rose Luxury di lindungi langsung Oleh Brown, padahal kenyataannya tidak seperti itu.
Brown hanya melindungi Alina, sampai kapanpun akan seperti itu, dia tidak berniat tunduk pada orang lain, brown sudah menjadikan Alina sebagai tujuan hidupnya.
Brown berbicara lagi " Aku beri kamu waktu satu hari untuk menghancurkan Orang yang menyuruhmu melukai Tuan Lewis, jika dalam satu hari kamu tidak menyelesaikan hal tersebut, kamu tahu akibatnya !"
Setelah mengatakan hal tersebut Brown langsung meninggalkan Roks yang masih terdiam ditempatnya sembari menatap kepergian Brown.
Saat Brown sudah pergi, Roks meraung " Dusan Bajingan !!, kamu ingin membunuhku !! Bangsat !"
" Dalas !, kerahkan semua anak buahmu !!, bunuh semua keluarga Joyce !, dan Seret Dusan kesini !!, biar aku sendiri yang akan membunuhnya !!" ucap Roks dengan wajah menggelap.
" Baik Boss !" Dalas yang merupakan tangan Kanan Roks langsung pergi menjalankan perintah Roks.
Roks beranjak dari lantai, dia tersenyum getir ketika melihat anak buahnya yang terkapar dengan darh berceceran di samping mereka.
Roks sekarang merasa kasihan pada mereka, pasalnya tindakan mereka benar untuk melarikan diri, jika mereka tidak melarikan diri malah akan membuat dirinya semakin dalam masalah karena mereka bisa saja menggores Julian.
Sementara itu Brown dengan santainya kembali ke Mobil karena urusannya telah selesai, dia kemudian kembali ke kediaman Alina seperti yang diperintahkan Alina.
Jika Alina tidak dirumah Julian, mungkin Brown akan menolak, karena dia takut Alina kenapa - napa, tapi karena dia sudah melihat kekuatan Julian, Brown yakin jika Julian mampu melindungi Alina.
Setelah sekian lama, akhirnya Brown bisa mempercayai seseorang lagi, padahal selama ini dia selalu meragukan setiap orang yang dekat dengan Alina. Tapi ketika dia melihat Julian, Brown merasakan sesuatu yang lain, dia seolah percaya dengan Julian langsung.
.
.
__ADS_1
.