
Rafael dengan kecerdasannya tentu saja sangat mudah menghancurkan keluarga Weil, apalagi dia di sokong oleh dana yang tidak terbatas oleh Julian dan perusahaannya.
Saham Weil Corporation terus merosot tajam, para Trader merekapun tidak bisa berbuat apa - apa, karena orang yang mampu menghancurkan saham dengan mudah bukanlah orang sembarangan.
" Hancur sudah, ini semua sudah berakhir !"
" Siapa lagi yang telah di singgung tuan Raymond !"
" Benar pasti ini ulahnya !"
Para petinggi Weil Corporation menebak jika Raymond lah dalang dari kehancuran Perusahaan tersebut, karena mereka tahu bagaimana watak dan sikap Raymond yang angkuh dan terlalu percaya diri itu.
Weil dirumahnya juga sedang ambruk di lantai saat Asistennya mengatakan kalau Weil Corporation sudah tidak bisa diselamatkan lagi.
Reinhart menatap anaknya dengan tajam, kemudian dia bertanya pada Asistennya " Apa kamu tahu siapa Julian Lewis ?!" tanyanya geram.
" Tu..tuan a..pa ma..ksud anda ? " tanya Asistennya ketakutan.
" Dia telah menyinggung Julian Lewis dan kejadian ini langsung terjadi !" Reinhart menunjuk Raymond dengan wajah menggelap.
" Tu..an Weil, kalau tidak salah Julian Lewis adalah orang terkaya di Anarka, dia juga disebut pebisnis muda yang sangat cerdas, di tambah dia tidak segan-segan menghancurkan orang yang berani menyinggungnya !" Jelas saja Asisten Reinhart tahu tentang Julian, karena dia selalu Update masalah pebisnis yang sukses, apalagi Julian sukses di usia yang cukup muda, jadi wajar bagi para Asisten pebisnis tahu akan hal itu.
" Apaaa !!" Reinhart menganga lebar karena terkejut, sedetik kemudian dia tersadar dan menghampiri Anaknya.
Raymond yang tahu kalau Ayahnya sangat marah dia ketakutan, apalagi setelah mendengar siapa Julian, kepalanya langsung berdengung.
" Anak sialan ?, mati saja kau !!"
" Bag
" Bug
" Bag
" Bug
" Ampun Ayah, aku tidak tahu dia orang yang seperti itu !" Raymond merengek, tapi Reinhart tidak peduli, dia menghajar Raymond seperti binatang peliharaan saja.
Sementara itu, Larisa yang sedang berbaring di kamarnya sambil menatap langit - langit kamar. dia menerima sebuah telepon.
Larisa langsung mengambil Ponselnya, dia melihat Ayahnya yang menelepon, Larisa mengangkat panggilan itu dengan malas " Halo..ada apa Ayah ?" tanyanya langsung.
" Larisa !, kamu meminta tolong sama siapa sebenarnya ?" Ayahnya tiba - tiba meraung di seberang telepon.
Larisa langsung duduk " Apa maksud Ayah ?"
" Weil Corporation hancur !, keluarga Weil kemungkinan bangkrut, Larisa beritahu Ayah siapa yang membantu kamu, Ayah ingin menemuinya " Ucapnya dengan Bersemangat.
__ADS_1
Jelas saja Larisa langsung tertegun, baru satu jam yang lalu Julian mengatakan jika masalahnya sudah selesai dan sekarang itu benar - benar terjadi.
" Ayah tidak berbohong kan ?" tanya Larisa memastikan.
" Tidak Larisa, Ayah dapat kabar dari relasi bisnis Ayah, mereka mengatakan kalau Weil Corporation benar - benar diserang habis - habisan " Fresta menjelaskan dengan lembut.
" Apa Ayah mengenal Julian Lewis ?" Larisa langsung bertanya pada Ayahnya tentang Julian.
" Julian Lewis ?" Fresta terdengar membeo dan berpikir.
" Astaga !, apa yang kamu maksud Julian Lewis orang terkaya di Anarka, pebisnis muda yang cerdas itu ?" Fresta terkejut saat mendengar nama Julian.
" Orang terkaya di Anarka ?, maksud Ayah apa ?" Larisa masih belum mencerna ucapan Ayahnya.
" Bodoh kamu Larisa, jangan sampai kamu melepaskannya, jika kamu bisa berhubungan dengannya, kamu akan menjadi ratu !, Julian sudah terkenal di seluruh dunia pebisnis, kemampuannya mengelola perusahaan tidak diragukan lagi !, Larisa apa kamu mengenalnya ?" tanya Fresta penasaran.
Larisa tidak menjawab dia hanya terdiam terpaku sambil menatap kosong kedepan. Dia tidak tahu harus berekspresi seperti apa, karena dia tidak sengaja mengenal orang yang sangat kaya.
Di tempat Julian tiba - tiba System berbunyi dengan panjang.
Faktor Daya Larisa Duke : +10
Faktor Daya Larisa Duke : +10
Faktor Daya Larisa Duke : +10
Faktor Daya Larisa Duke : +10
Faktor Daya Larisa Duke : +10
Target Harem kagum dengan Kekuasaan Host.
Faktor Daya Tarik Larisa Duke Sekarang : 90%
[ Karena Target Harem menaikan Daya tariknya 10% anda akan mendapatkan 1 poin kekuatan tambahan ].
Poin Kekuatan Host sekarang : 9
Tentu saja Julian langsung mengernyitkan dahinya, karena dia tidak berbuat apapun tapi tiba - tiba saja faktor daya tarik Larisa melonjak sangat drastis.
" Apa yang sebenarnya terjadi dengan gadis bodoh itu ?, apakah Rafael sudah menyelesaikan tugasnya ? " gumamnya lirih.
Julian menghela napas " Jika Rafael bisa menyelesaikan masalah ini dengan mudah, berarti keluarga bocah itu hanyalah keluarga kecil saja, aku kira dengan dia yang begitu angkuh akan sangat sulit melawan keluarganya, tapi ya sudahlah "
" Ting
" Nong
__ADS_1
" Ting
" Nong
Suara bel Apartemen Julian berbunyi, Julian beranjak dari duduknya dan langsung ke arah pintu dan membukanya.
" Klaap
Larisa tanpa malu sedikitpun langsung memeluk Julian " Terimakasih Julian " ucapnya sambil memeluk erat Julian.
Julian melepaskan Larisa " Apa yang kamu lakukan wanita bod.."
" Cup
Larisa tanpa ragu langsung ******* bibir Julian dengan begitu rakus sambil mendorong Julian dan pintu Apartemen pun tertutup otomatis.
Julian terhanyut sesaat dengan pagutan itu, karena sudah berapa hari dia tidak merasakan manisnya bibir wanita yang penuh dengan napsu.
Tetapi Julian langsung tersadar dan melepaskan pagutan itu " Larisa !, apa - apaan kamu ini !" ia membentak Larisa.
Tapi Larisa tidak marah, dia malah tersenyum " Bukankah aku sudah janji akan memberikan apapun untukmu Julian dan a..a..ku ma..sih pe...rawan " Ucapnya malu - malu.
" Haaahhh !" Julian melebarkan rahangnya tidak percaya, karena dia pikir wanita yang sering keluar malam Sepertinya ternyata masih bersegel.
Larisa dengan berani melepaskan semua pakaiannya hingga tidak tersisa sehelai benangpun.
Julian tertegun menatap pemandangan tersebut, gunung kembar yang padat berisi, rumput Liar yang berwarna pirang, keindahan tubuh Larisa layaknya Alina yang memiliki Poin 8,9.
Larisa dengan wajah memerah langsung menghampiri Julian, tapi ketika dia sudah berjinjit dan akan mengecup bibir Julian Lagi.
" Apa yang sedang kalian lakukan ?!! " Yellow menegur dengan marah.
Sontak saja Julian dan Larisa langsung menoleh, mereka berdua terkejut saat melihat Yellow yang sedang melotot sambil menyilangkan tangannya di depan dada sambil menatap mereka berdua dengan tajam.
" Ka..kamu masih disini !" Larisa dengan reflek menutupi Area intimnya.
" Yellow ini tidak seperti yang kamu bayangkan " Ucap Julian sambil menghampiri nya.
" Kamu menolak aku demi wanita lacur sepertinya !, ternyata kamu tidak seperti yang aku pikirkan !" Yellow mendengus kesal sambil memalingkan wajahnya.
Julian terlihat merasa bersalah, karena semalam dia memang menolak ajakan Yellow, apalagi dia juga berkata sangat manis padanya.
" Siapa yang kamu bilang wanita lacur, ****** !" Larisa berteriak marah sambil memakai kembali pakainnya.
Yellow menoleh, wajahnya menggelap, Cambuk darah perlahan keluar dari tubuhnya " Akan kubunuh kau !!"
Sontak saja Julian terkejut, ia yakin yellow serius dengan ucapannya, bisa - bisa Larisa benar - benar di bunuh olehnya.
__ADS_1