System Harem

System Harem
Pertarungan 3


__ADS_3

Ketika Natali sedang fokus dengan S7 yang terus menggunakan pohon - pohon besar untuk menahan serangan cambuk darah. S6 menggunakan kesempatan tersebut untuk menyerang Natali.


Sayangnya Cambuk darah Natali sangat peka terhadap gerakan jadi S6 seolah malah memberikan nyawanya.


" Hoek


S6 menyemburkan seteguk darah ketika dua cambuk darah menembus jantung dan lehernya.


" Praall


Natali langsung menghancurkan S6 tanpa menunggu lagi. S7 yang melihat itu menggelengkan kepalanya " dasar Bodoh !" gerutunya sambil mengayunkan pohon besar di tangannya.


Wan's mendapat perintah dari Rafael untuk mengorbankan diri agar membuat celah pada Natali.


Wan's pun tanpa pikir panjang langsung mengerti. Dia menerjang deras tanpa memikirkan cambuk darah Natali yang ada di mana - mana itu.


" Wuzz


" Bugg


Wan's tanpa ragu menyeruduk dan memeluk S7 " Nona Natali sekarang !"


S7 tentu saja terkejut, dia mencoba melepaskan diri dari pelukan Wan's Sayangnya pelukan Wan's sangat kuat.


Natali langsung mengarahkan cambuk darahnya dan mengubah mereka menjadi sangat tajam.


" Jleb


" Jleb


" Jleb


Tubuh Wan's dan tubuh S7 tertancap Ratusan cambuk darah.


' Hoek ' S7 memuntahkan seteguk darah " Keparat rongsokan sialan !" S7 mengutuk perbuatan Wan's.


Sementara Wan's tersenyum sebelum akhirnya dia memejamkan mata karena jaringan kehidupannya terkena serangan Natali.


" Praall


Tubuh Wan's dan S7 langsung di hancurkan Natali hingga menjadi potongan - Potongan kecil.


' Hos, hos, hos ' Natali kembali menjadi Manusia normal setelah cambuk darahnya kembali masuk kedalam tubuhnya.


Alpa Robot yang tersisa langsung menghampiri Natali dan memapahnya agar tidak terjatuh.


Sementara itu pertarungan Julian dengan S10 dan S8 masih berlangsung dengan serangan berskala besar.


" Boommm


" Boommm

__ADS_1


Suara ledakan terus menerus terdengar. Area sekitar pertarungan mereka berdua benar - benar hancur. Para polisi dan militer terus mengevakuasi para warga sipil.


S10 sangat bersemangat bertarung dengan Julian. Pasalnya ini pertama kali ada orang yang bisa mengimbanginya.


Sementara Julian tetap fokus, pukulan demi pukulan dia usahakan agar mengenai Maxwel tapi sayangnya pukulan Julian hanya bisa menyentuh tipis tubuh Maxwel saja. Di tambah S8 membuat pertarungan semakin sulit. dengan telekenesis nya dia menahan serangan Julian terus menerus walaupun Teen mencoba mengganggunya.


Julian kemudian teringat dengan robot laba - laba yang di berikan Darius, dia menaruh laba - laba itu di tanah dan saat robot laba - laba di aktifkan. Telurnya langsung pecah dan ribuan laba - laba kecil berlarian menuju S8.


Di pertarungan Natali juga para laba - laba kecil itu berperan banyak. karena jika mereka menempel ke target, si target akan mudah di serang oleh Natali karena sel - sel Natali di tanamkan dalam ribuan laba - laba kecil itu. sehingga saat Natali menggunakan cambuk darah akan otomatis mengincar tempat laba - laba kecil tanpa Mis.


Ribuan laba - laba kecil di hentikan oleh telekenesis S8. Tapi Teen tidak membiarkan itu, dia menembaki S8 terusenerus sehingga laba - laba kecil mulai ada yang lolos dari telekenesisnya.


Sementara Maxwel menggunakan auranya untuk menekan laba - laba kecil dan langsung menghancurkan sebagian dari mereka.


Julian mengerutkan keningnya " Kenapa kakak bikin benda yang mudah dikalahkan itu !" gerutu Julian kesal.


Julian langsung melesat ke arah Makwel " Wuzz


" Boommm


Pukulan Julian masih bisa di tahan Maxwel dengan mudah. Julian menggertakkan giginya dia mencoba menghantamkan tangan satunya. satunya dan satunya hingga pukulannya beralih sangat cepat.


" Bomm


" Bomm


" Bomm


Maxwel mulai merasa jika serangan Julian semakin terasa berat dan hampir mengenainya.


" Bomm


Maxwel terkena telak pukulan Julian. dia terlempar puluhan meter dan berguling - guling di tanah.


" Huh akhirnya pukulanku mengenainya juga !" ucapnya sedikit lega.


Julian menoleh ke arah Teen dan S8 betapa terkejutnya ia, saat melihat tembakan Teen mulai mengenai S8 yang notabennya tadi bisa menahan serangannya dengan telekenesisnya.


Julian melihat gerakan aneh S8 yang sangat kaku menggerakkan tubuhnya. Ia merasa S8 sangat aneh karena tidak menghindar sama sekali dengan tembakan teen dan malahan sesekali terkena telak.


" Jangan mengalihkan pandanganmu dariku !"


" Bomm


Julian langsung terhempas puluhan meter akibat pukulan Maxwel yang juga mengenainya dengan telak dan lupa untuk menghindar.


...***...


Sementara itu di Mansion Julian profesor C5 dan S4 sedang menyerang.


S4 mengeluarkan ratusan ular kecil agar memasuki Mansion Julian.

__ADS_1


Brown dan para penjaga terkejut ketika melihat banyak ular memasuki halaman Mansion.


" Apa yang sebenarnya terjadi ?" Brown membunuh beberapa ular menggunakan pisaunya.


Para penjaga juga melakukan hal yang sama dengan Brown. Mereka sebisa mungkin menahan ratusan ular itu masuk.


" Klontang


" Orang


" Arhhh


" Pergi kau ular sialan !" para pelayan wanita juga ikut menahan ular masuk menggunakan apapun yang mereka lihat.


Sebastian langsung memberitahu Darius, karena ia takut jika ular tersebut akan segera masuk ke dalam Mansion mengingat ulahnya yang begitu banyak.


" Arhhh


Seorang pelayan tergigit ular tersebut dan wajahnya langsung membiru kemudian dia mengeluarkan busa dari mulutnya.


Pelayan yang tergigit Ular mengalami kejang dan Mati di tempat. Sontak saja hal tersebut membuat pelayan yang lain ketakutan. Mereka mulai panik jika Ular - ular tersebut menggigit mereka.


Darius kemudian mengeluarkan Robot ke 16 yang di beri nama Lux. Kemampuannya sangat efesien dia hampir bisa meniru semua robot ciptaan Darius dan Julian sebelumnya. Walaupun belum sempurna setidaknya bisa menahan para Ular tersebut.


Darius juga memberikan Sebastian tembakan Api untuk membakar para Ular yang mulai merangsek masuk.


Sementara semuanya sedang sibuk Darius dengan cepat mengevakuasi Susan dan Para wanita lainnya di Bunker yang sudah dia buat bersama Julian.


Lux langsung keluar dan membunuh puluhan Ular dengan cepatnya. Ular yang sudah terlanjur masuk dia bunuh menggunakan peluru kendali dengan ledakan sekala kecil yang akan menghancurkan kepalanya langsung.


Di atas Mansion Profesor C5 sedang melayang menggunakan penemuannya yang seperti piringan bulat tapi bisa berubah bentuk menjadi apapun yang dia inginkan.


Profesor C5 menyeringai " Hancur dan Musnahlah kalian Semua !!"


Cahaya menyilaukan muncul dari langit, Brown dan yang lainnya menengadah ke atas. Mereka semua terkejut.


" Semuanya keluar dari Mansion !!" Brown berteriak dengan keras.


Lux sebisa mungkin menyelamatkan para Pelayan yang ada dihadapannya. Tapi Karena Jumlah mereka sangat banyak Lux tidak bisa menyelamatkan semuanya.


" Blarrr


" Boommm


Sinar Laser dari satelit yang di buat Profesor C5 menghancurkan Mansion dengan sekejap mata, hingga Mansion tersebut luluh lantak.


Sebagian Pelayan Julian tewas di tempat. Brown yang menyaksikan itu baru teringat dengan Alina.


" Nona Alina !!" Teriak Brown dengan tubuh bergetar hebat.


Sebastian juga meneriaki Celia, para pelayan menatap nanar Mansion yang sudah menjadi puing - puing yang berserakan di sana.

__ADS_1


__ADS_2