
Ke esokan harinya, semua wanita Julian sudah pulih yang digarap kemarin, Celia juga sudah bangun lebih dulu seperti biasanya.
Pakaian yang dibelikan Sebastian untuk Celia sudah di taruh di luar pintu, tentu dengan kemasan yang menarik, Celia yang melihat itu tentu saja langsung senang. Dia pergi mandi dan langsung memakai pakaian tersebut.
Dengan arahan Julian, Sebastian membeli pakaian yang sangat pas untuknya, sehingga ketika di pakai Celia dia terlihat nambah sempurna saja.
Di ruang makan, ke enam wanita Julian yang kemarin di garap, mereka sudah berkumpul disana sedang sarapan untuk berangkat ke kerjaan masing-masing.
" Pagi semua !" Celia menegur mereka dengan santainya.
" Pagi juga Cel..i..a " ucap mereka semua tertegun saat melihat Celia yang baru, jelas mereka bingung siapa wanita cantik yang baru pertama kali mereka lihat itu, suaranya seperti Celia tapi tubuh dan wajahnya berbeda.
Celia dengan santainya duduk di kursi yang biasa dia duduki, dia tidak memperhatikan kalau semuanya sedang memandang dirinya.
Alina yang dulunya wanita tercantik milik Julian, dia sekarang menjadi nomor dua dan kini dia tahu bagaimana rasanya jadi saudari - saudarinya ketika ada wanita paling cantik di Mansion tersebut.
Seila yang biasa nyeletuk langsung bertanya " kamu siapa ?"
Wanita lainnya mengangguk - anggukan kepala serentak, mereka seolah bilang jika Seila mewakili pertanyaan mereka semua.
Celia yang sedang menyuapkan makanan kemulutnya langsung berhenti dan melihat para Saudarinya yang sedang menatapnya dengan seksama.
Celia meletakkan sendoknya, tidak jadi untuk makan, dia kemudian menghela napas " tega sekali kalian tidak mengenali aku "
Para wanita Julian saling menatap, mereka seperti bertanya satu sama lain, tapi ujung-ujungnya menggelengkan kepala secara bersamaan.
" Maaf Nona, apa kamu wanita baru Julian ?" tanya Rachel sopan.
" Ih..kalian ini kenapa sih ?, aku Celia, Celia Moon masa kalian lupa sih ?, apa jangan - jangan karena kemarin Julian menghajar kalian berlebihan jadi otak kalian konslet ?" Celia sengaja menggoda mereka semua.
" Celia ?" jawab mereka serempak sambil saling menatap kembali.
Alina langsung berdiri dan menghampiri Celia, dia menyuruh Celia dan membolak - balik tubuhnya " tidak, tidak, tidak, kamu bukan Celia, Celia yang kami kenal sedikit pendek pipinya cabi dan gunung kembarnya jumbo, tidak seperti mu yang padat berisi ini " ucapnya sambil menggenggam kedua gunung kembar Celia yang padat berisi itu.
" ih... apaan sih kamu Alina !, aku beneran Celia, ya ampun kalian hilang ingatan yah ?" Celia masih tidak menceritakan kenapa dia bisa berubah seperti itu.
Tiba - tiba Julian datang dan menegur " ada apa ini pagi - pagi sudah ramai banget, hoaammm.!" ucapnya sambil menguap dan duduk di kursinya.
__ADS_1
Alina bertanya pada Julian " Julian apa dia benar Celia ?"
" Iya dia Celia, kenapa memangnya ?" jawab Julian santai.
" Haaahhh !" rahang mereka melebar, karena tidak percaya Wanita nan cantik jelita dengan bentuk tubuh proporsional itu benar - benar Celia.
" Hihihi.. bagaimana ?, apa kalian sekarang percaya ?" Celia terkikik geli sambil menghampiri Julian dan mengambilkan sarapannya seperti biasa.
Para wanita Julian yang menyaksikan itu baru percaya kalau dia Celia, karena hanya Celia yang terbiasa melayani Julian seperti itu.
" Terimakasih sayang " Julian mengecup bibir ranum Celia.
" Sama - sama sayang " jawabnya sambil kembali ke tempat duduknya kembali.
Para Wanita Julian masih tidak percaya jika Celia bisa berubah cantik dalam satu malam saja, mereka bertanya - tanya apa yang sebenarnya terjadi padanya.
" Ayo makan, nanti kalian kesiangan Loh !" ucap Julian mengingatkan mereka sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.
Sontak saja mereka langsung melihat jam tangannya masing-masing.
" Astaga aku ada rapat ! " Alina mengambil tasnya, dia menghampiri Julian dan mengecup pipinya " aku berangkat dulu yah sayang bye ?" Alina melambaikan tangan sambil melangkah pergi.
" Aku juga harus berangkat, akan ada Dokter dari luar negeri, sayang aku berangkat dulu yah " Rachel juga mengecup pipi Julian.
" Kamu juga hati - hati di jalan " ucap Julian sambil melambaikan tangannya juga pada Rachel.
Kemudian Okta juga berpamitan dan Liyana juga berpamitan, karena mereka juga harus bekerja, mereka melakukan hal yang sama seperti Alina dan Rachel, mengecup Julian sebelum pergi kerja, itu semua sudah menjadi hal yang rutin mereka kerjakan.
Di sana hanya tersisa Seila dan Celia yang menemani Julian sarapan pagi, keduanya melayani Julian dengan penuh kasih.
Seila kemudian buka suara " Cel, bagaimana kamu bisa berubah sedrastis ini ?"
' uhuk, uhuk' sontak saja Julian langsung tersedak.
" Minum dulu sayang " Celia langsung memberikan Julian segelas air " hati - hati kalau makan sayang " ucapnya lembut.
Julian tersenyum getir, karena jika Seila sampai bertanya lagi tidak tahu akan menjawab apa.
__ADS_1
" Jangan tanya itu Seila, aku saja tidak tahu kenapa aku jadi seperti ini, ya walaupun aku menyukainya sih " ucapnya sambil berkedip pada Julian.
" wanita pintar, rahasiakan ini pada Seila Celia, karena dia belum menjadi Ultimate Harem ku, jadi mustahil bisa membuat dia seperti kamu " ucapnya dalam hati, dia merasa senang karena Celia mau menutupi rahasianya.
Seila terlihat cemberut saat mendengar jawaban dari Celia " padahal aku juga ingin seperti kamu, agar pria brengsek ini semakin lama bermain denganku "
Julian tersenyum, dia kemudian menggoda Seila " Apa kamu main denganku seorang diri denganku sekarang ?" ia menaik turunkan alisnya seperti pria genit saja.
" Jangan !" Seila belum menjawab malah Celia yang berteriak.
Celia berteriak karena dia yakin Seila tidak akan mampu, dan jika Julian kurang puas ujung - ujungnya dia yang akan jadi korban, jadi Celia langsung menegur Seila seperti itu.
" Hahahaha... kamu kok panik banget sayang, aku hanya bercanda saja kok dengannya, tapi kalau Seila mau ya Ayo !" Julian menyeringai seperti iblis ke arah Seila, membuat Seila begidik ketakutan.
Seila menghela napas " Aku juga masih lelah Julian, aku hanya ingin punya waktu lebih saja sama kamu, semenjak disini aku tidak punya banyak waktu untuk bersama kamu dan kamu juga tidak memperhatikan aku, seperti wanita yang lain " ucapnya sedih.
Celia langsung menendang kaki Julian, sontak saja Julian langsung menoleh, tapi Celia terlihat melotot padanya, membuat dia tahu kalau dirinya telah salah karena tidak memperhatikan Seila.
Alasan Julian sebenarnya sederhana, karena Seila sangat susah menaikkan daya tariknya, padahal Julian sudah memberikan segalanya, jadi Julian pikir Seila tidak benar-benar tulus padanya.
Julian menghela napas " maaf Seila, bagaimana kalau kita pergi berbelanja bersama dengan Celia juga ?"
Mata Seila langsung berbinar, sudah lama dia tidak berbelanja dan menghamburkan uang setelah tinggal di Mansion Julian, karena semua wanita Julian tipikal Wanita karir, Rosi yang Notabenya sedikit nakal juga sudah mulai membuka usahanya sendiri sambil kuliah.
" Benarkah Julian ?" tanya Seila Bersemangat.
Julian mengangguk " Tentu saja "
Faktor Daya Seila Bowl : +1
Target Harem Tersentuh dengan perlakuan Host.
Faktor Daya Tarik Seila Bowl sekarang : 97%
[ Karena Target Harem menaikan Daya tariknya ketahap Minimal, anda akan mendapatkan 10 poin kekuatan tambahan, setiap peningkatan daya tarik 1% selanjutnya Host akan mendapatkan 10 poin kekuatan ].
Poin Kekuatan Host sekarang : 17
__ADS_1
Julian mengerutkan keningnya, di saat dia tidak bermaksud menaikkan daya tarik Seila malah daya tariknya naik, Julian hanya menghela napas berat karena Seila tidak seperti semua wanita yang dia taklukkan.