
Kondisi Natali sebenarnya sangat parah, hanya saja karena kemauan hidupnya sangat kuat, dia masih sanggup bertahan walau kondisinya sangat lemah.
Di ruang bawah tanah tersebut ternyata ada sebuah lab kecil. ditempat tersebut Darius menyembunyikan barang yang dicari oleh Profesor C5.
Darius dan Susan membaringkan Natali yang berlumuran darah di ranjang Pasien seperti dirumah sakit, pakaian mereka juga ikut berlumuran darah.
Susan bertanya dengan cemas " Darius, apa kamu yakin jika bisa menyembuhkannya ?"
Darius menjawab sambil mengambil sebuah koper putih dan membukanya " Seharusnya masih bisa, selama dia masih bernapas pasti masih bisa " Ucap Darius yakin.
Karena Darius sudsh pernah melihat Profesor C5 menyembuhkan Monyet yang kritis, setelah Monyet tersebut disuntikkan Sel penelitian, dia langsung sehat kembali.
Walaupun itu hanya Monyet, tapi faktanya 80% sel dalam tubuh manusia hampir sama dengan monyet, jadi bisa dipastikan jika Sel tersebut juga bisa menyatu dengan tubuh manusia dengan persentase mencapai 80%.
Darius mengeluarkan Sel bakteri ciptaan Profesor C5, dia langsung menyuntikkannya kedalam tubuh Natali.
" Darius !, jangan bilang kalau ini barang yang Ayah cari !?" Ucap Susan terkejut.
Darius mengangguk " Aku sudah menghancurkan datanya, dan hanya tersisa satu Sel saja yang tersisa, awalnya aku ingin menyuntikan sel tersebut pada diriku sendiri, tapi aku yakin jika Wanita ini lebih membutuhkannya " ucap Darius mantap.
Perkataan Darius ada benarnya, karena Susan juga sedikit mendengar gumaman Natali sebelum dia pingsan, walaupun tidak jelas, tapi Natali seperti orang yang sedang sakit hati.
Tiba - tiba dsrah Natali yang masih mengalir jadi mengental, kemudian darah yang sudah berceceran kembali ketubuh Natali.
Darius dan Susan yang melihat itu, mereka berdua mundur beberapa langkah.
Natali mengalami kejang ketika darahnya kembali masuk ketubuhnya kembali, yang membuat kaget Darius.
Darah yang menempel di pakainnya dan Pakaian Susan yang hampir mengering juga lepas dari pakaiannya hingga pakaian mereka kembali bersih.
Begitu juga darah yang berceceran ditanah, darah tersebut solah besi yang ditarik magnet saja.
Darah tersebut yang tadinya kotor menyeterilkan diri, ketika mau kembali masukketubuh Natali.
Kejang Natali semakin hebat, dahinya bercucuran keringat, lukanya perlahan menutup bersamaan darah yang perlahan tapi oasti masuk kedalam tubuhnya.
__ADS_1
Susan yang melihat hal tersebut ketakutan, dia memegang lengan Darius " Darius, apakah ini tidak apa - apa ?"
Darius menggeleng " Entahlah, ini juga pertama kalinya sel tersebut disuntikkan pada manusia, jika berhasil berarti wanita ini mungkin akan bertranformasi " ucap Darius yakin.
" Arhhhhhhh !!!
Natali Histeris, kemuidan dia diam, Darius dan Susan ketakutan, karena Natali tidak bergerak lagi setelah berteriak.
Tapi ketika mereka berdua mau menghampirinya, Natali membuka matanya dan duduk sambil menoleh ke arah Darius dan Susan.
...***...
Sementara itu, Julian sudah menaklukan semua anak buah Vladimir beserta Vladimirnya sekaligus.
Terlihat Julian tidak terluka sama sekali, tapi Brown terembak dibahunya, karena gerakan dia tidak secepat Julian yang Notabenya lebih cepat dibandingkan dengan manusia biasa.
Kediaman Vladimir porak poranda, karena ulah anak buahnya yang menembaki Julian dengan membabi buta.
Julian menghampiri Vladimir yang sedang terkapar ditanah dengan darah yang mengalir dari kepalanya.
Julian jongkok disamping Vladimir dan mencengkram kerah baju Vladimir sambil bertanya " Apa yang kamu tahu tentang Barang yang kalian cari !?" Bentak Julian pada Vladimir.
Julian mengerutkan keningnya " Jika kalian tidak tahu barang tersebut kenapa kalian mencurigai aku ?"
" Itu semua karena anak buahku bilang, jika anda tiba - tiba mendadak kaya jadi kami mencurigai anda " ucap Vladimir Jujur.
Julian tercengang "Sial !, apakah ini hanya salah paham ?, ataukah mereka hanya berpura - pura saja ?" Julian bertanya - tanya dalam hati.
Julian kemudian teringat dengan Rafael, dia ingin memastikan barang apa yang mereka cari.
Julian mengeluarkan Ponselnya dan pura - pura menelpon " Halo Rafel !, apakah kamu mendengar aku ?" Julian memberi kode pada Rafael.
Rafael yang sebenarnya daritadi menyaksikan pertempuran tersebut, dia tahu maksud Julian, dia membalas ditelepon " Saya mendengar anda Tuan !"
" Apakah kamu tahu barang apa yang mereka cari ?" tanya Julian tanpa ragu sambil menatap Vladimir sinis yang masih dicengkram kerah bajunya olehnya.
__ADS_1
" Tuan, barang yang mereka cari kemungkinan barang yang telah diciptakan oleh seorang Profesor jenius, semuanya tidak berkaitan dengan anda, kemungkinan anda dan mereka hanya salah paham saja " Rafael yang Notabenya sudah mencari tahu apa yang sedang Vladimir Cari, dia menjelaskannya dengan detail.
Julian menghela napas, dia mematikan Ponselnya " Sial !" Julian menghempaskan Vladimir.
Vladimir ketakutan, dia tidak berani menatap Julian, dia hanya terbaring sambil mengalihkan pandangannya dari Julian.
Julian kembali berkata " Asal kalian tahu saja, uangku bukan berasal dari penjualan barang yang kalian cari !, dan aku tidak ada hubungannya sama sekali dengan kalian, jadi jika aku melihat kalian lagi, maka kalian akan kubunuh tanpa ragu, mengerti !!!"
" Me..Mengerti Tuan !" Ucap Vladimir terbata.
" Tuan Brown kita pulang !" Ajak Julian pada Brown.
" Baik Tuan !" Sebelum pergi, Brown menatap tajam Vladimir, membuat Nyali Vladimir semakin ciut.
Setelah kepergian Julian, Vladimir bernapas lega, karena dia lepas dari kematian, tapi dia tidak sadar jika Rafael sedang menyiapkan rencana licik untuk membuat mereka jadi Pion Julian.
Julian mengendarai Mobil Karena tangan Brown tertembak, dia juga membawa Brown kerumah sakit terdekat.
Karena Brown sudah terbiasa mengalami kejadian seperti itu, dia tidak mengeluh sama sekali karena tertembak.
Malahan Pikiran Brown terpusat pada Julian, karena Julian mampu menghindari hujan Peluru yang ditembakkan anak Buah Vladimir padanya.
Rown bertanya - tanya apakah Julian masih Manusia, karena dengan kecepatan seperti itu, dia sudah seperti bukan manusia saja.
Ketika Mobil sampai dirumah sakit, Julian menegur Brown yang dari tadi menatapnya " Tuan Brown !, kamu harus segera di obati, Ayo turun !"
Brown tersadar " Terimakasih Tuan Lewis "
" Sudahlah, Ayo !" Julian turun dari Mobil Ceska yang dibawanya, Brown mengikuti Julian dsri belakang.
Julian menyuruh Dokter untuk segera mengobati Brown, karena dokter melihat Brown tertembak, mereka dengan siap langsung memberikan pertolongan pada Brown.
Julian hanya menunggu saja di kursi tunggu, karena Brown terluka akibat ikut dengannya, jadi dia yang bertanggung jawab untk merawatnya.
.
__ADS_1
.
.