
Mereka semua melanjutkan kembali sarapan paginya, dengan pikiran yang tertuju pada Julian, Karena mereka semua menginginkan hal yang sama dengan Julian.
Tapi Julian tidak pernah berpikir untuk mengejar mereka, fokus Julian sekarang hanya ingin menambah kekayaannya saja.
Ketika mereka selesai makan, Julian membawa mereka ke garasi Mobil miliknya, betapa terkejutnya mereka semua kecuali Celia, ketika melihat ada lima Mobil mewah yang ada dalam garasi.
" Astaga Julian !, kamu mengoleksi Mobil sport ?" tanya Alina terkejut.
" Ini benar - benar gila Alin, lihatlah Bugatti Veyron, Pagani Zonda, Lamborghini Vaneno, La Ferari dan ini Mobil apa yah ?" Rosi terkejut, tapi dia tidak mengenali mobil yang terakhir.
Liyana menimpali " Itu Pagani Huayria, Julian kamu suka dengan Mobil Sport ?" tanya Liyana.
Julian menggeleng " Aku cuma iseng saja beli mobil - mobil ini dan La Ferarri milik Celia bukan punyaku, sudahlah jangan di bahas, kalian pilihlah Mobil yang ingin kalian naiki " ucap Julian enteng.
" Tapi Julian, aku belum bisa menyetir " Ucap Celia.
Julian tersenyum " Celia, kamu harus mengakrabkan diri dengan mereka, biar aku yang sendirian saja, apakah ada yang mau menyetir untuk Celia ?" tanya Julian.
Rachel buka suara " Biarkan aku saja, Celia kamu maukan ?" ucap Rachel mengajukan diri.
Celia menganggukkan kepalanya, karena dia juga sadar tidak ingin menguasi Julian sendirian, mungkin hanya Celia yang berpikiran seperti itu, pasalnya yang lain pasti ingin naik Mobil bersama Julian.
Mereka kemudian memilih Mobil masing - masing, Alina dan Rosi memilih Bugatti Veyron, dengan Rosi yang menawarkan diri untuk mengemudi, karena Rosi tahu jika Alina terbiasa dengan disopiri oleh Brown. walaupun Alina bisa menyetir.
Liyana dengan Okta, Liyana yang menawarkan diri mengemudi lebih memilih Monil Pagani Huayria, pasalnya dia tidak suka dengan Mobil yang terlalu mencolok, kecuali ketika jalan berdua dengan Julian.
Rachel dan Celia lebih memilih menaiki Mobil Celia La Ferarri, karena menurut Rachel lebih baik menggunakan Mobil Celia, dari pada harus menggunakkan Mobil Julian yang lainnya.
Sementara Julian sekarang menggunakan Pagani Zonda, karena Lamborghininya dia kususkan untuk menjadi Mobil pengangkut para Wanitanya.
Mereka semua menuju Pusat perbelanjaan Kota Fornas, tentu saja ketika ke empat Mobil tersebut sampai di parkiran, membuat Juru Parkir melebarkan rahangnya karena tercengang melihat empat Mobil Sport sekaligus.
Walaupun dia hanya Juru Parkir, tapi dia tahu betul Mobil jenis apa saja yang di naiki Wanita Julian.
__ADS_1
Mereka semua turun dari Mobil saat sudah parkir dengan benar. Lagi - lagi juru Parkir tercengang, pasalnya yang keluar dari Mobil semuanya seperti bidadari.
Julian dengan santainya mengajak ke enam wanita tersebut masuk dalam Pusat perbelanjaan.
Julian berjalan di belakang mereka layaknya Body guard saja, pasalnya mereka semua sedang asyik mengobrol satu sama lain, melihat hal tersebut Julian tentu saja senang, karena jika mereka terus seperti itu, bukan tidak mungkin mereka akan jadi Harem yang rukun.
Ketika Julian dan para Wanitanya sudah masuk kedalam Pusat perbelanjaan, juru Parkir menggerutu " Sial !, sudah Tampan, Kaya dan dikelilingi Wanita cantik, Tuhan... kamu tidak adil denganku " ucap Juru Parkir sedih sembari menatap langit.
Jelas saja juru Parkir berkata seperti itu, pasalnya semua orang juga pasti akan merasakan hal yang sama ketika melihat Julian berjalan dengan ke enam wanitanya.
Mereka pasti memiliki rasa iri yang sama dengan Juru Parkir, apa lagi ke enam Wanita Julian terlihat akrab satu sama lain.
Rachel, Celia dan Liyana, mereka tidak berharap di belikan sesuatu oleh Julian, bagi mereka jalan bersama Julian saja sudah cukup.
Tapi Alina, Rosi dan Okta mereka adalah tipa wanita yang suka berbelanja untuk melepas penatnya, Walaupun Okta hanya berbelanja barang - barang menengah ketika gajian saja, tapi tetap saja dia suka berbelanja.
Sekarang mereka bersama Julian, apapun yang mereka inginkan pasti akan di belikan Julian.
" Ada apa Alin ?" tanya Rosi penasaran.
" Ros, lihatlah ada merek jam tangan Baru dari merk Patek Philip !" ucap Alina bersemangat.
Rosi menoleh ke arah Jam tangan tersebut " Astaga, bukankah ini Jam tangan khusus wanita yang di promosikan bulan kemarin, aku tidak tahu jika mereka sudah merilisnya " Rosi yang kebetulan tahu Model jam tersebut, terlihat bersemangat.
Julian yang melihat ketertarikan mereka, dia tersenyum senang dan maju kedepan.
" Pelayan !" Julian memanggil pelayan Toko.
Pelayan Toko langsung menghampiri Julian " Iya Tuan, ada yang bisa saya bantu ?" tanya Pelayan ramah.
" Saya mau enam buah jam tangan tersebut " Julian menunjuk Poster yang sedang di promosikan.
Sontak saja Pelayan terkejut " Tuan, apakah anda yakin ?, Harga satuan Jam tangan tersebut 3 juta dolar !" ucap pelayan masih Ramah.
__ADS_1
Okta, Liyana, Rachel dan Celia tentu saja terkejut, pasalnya mereka tidak pernah tahu jika ada jam tangan harganya semahal itu.
Alina dan Rosi sudah tahu hal tersebut, jadi mereka tidak terkejut, tapi ketika Julian ingin membeli enam buah langsung mereka baru terkejut.
" Julian, kamu jangan menghamburkan uangmu, aku bisa beli sendiri " ucap Alina lembut.
Julian tersenyum " Bukankah aku sudah berjanji pada Kalian untuk membelikan semua kemauan kalian ?, jadi jangan Protes oke "
Julian mengeluarkan Black Cardnya " Aku ambil enam buah jam tangan itu Nona " ucap Julian Santai sembari menyerahkan Black Cardnya.
Tentu saja pelayan sangat bersemangat, pasalnya dia akan mendapatkan banyak Bonus dari penjualan jam tangan tersebut, apa lagi jam tangan tersebut baru di promosikan.
" Baik Tuan, tolong tunggu sebentar !" ucap pelayan membawa Black Card Julian dan menyiapkan jam tangannya.
Tidak berselang lama, pelayan datang kembali dengan wajah berseri - seri, dia membawa enam buah jam tangan dan Black Card Julian kemudian menyerahkannya oada Julian.
" Terimakasih telah berbelanja di tempat kami Tuan, semoga hari anda menyenangkan " ucap Pelayan ramah.
Julian hanya tersenyum, dia menoleh ke arah Enam Wanita yang sedang memandangnya dengan tatapan aneh.
Tapi Julian tidak menghiraukannya, Julian membuka satu - persatu jam tangan, dia kemudian memakainya satu persatu pada mereka.
Alina dan Rosi saling menatap ketika Julian memakaikan jam tangan tersebut, ke semua Wanita yang dia bawa.
Mereka tidak menyangka jika Julian akan melakukan hal tersebut.
" Aku harap kalian suka dengan pemberianku " Ucap Julian ketika selesai memakaikan semua jam tangan tersebut.
.
.
.
__ADS_1