System Harem

System Harem
Pertemuan dengan Walcot Dail


__ADS_3

Julian keluar dari Mobil dan menekan Bel disamping gerbang.Terlihat seorang Security tergopoh - gopoh menghampiri gerbang.


Security bertanya " Tuan cari siapa yah ?"


Julian mengulas sebuah senyum " Saya tamu Tuan Walcot Dail, apakah beliau tifak memberitahu jika saya akan datang ?" tanya Julian sopan.


" Anda Tuan Lewis, maafkan saya karena tidak mengenali anda " Security buru - buru membuka gerbang. " Silahkan Tuan Lewis !"


Julian menganggukkan kepalanya, dia kemudian memasuki mobilnya kembali dan masuk kedalam Rumah Rosi.


Di dalam Rumah Rosi terlihat memakai Gaun berwarna Merah. dia juga tidak lupa amerias wajahnya, membuatnya terlihat sangat anggun.


Walcot yang melihat anaknya berdandan dia terheran - heran, karena tidak biasanya Rosi terlihat sangat cantik seperti itu.


Ketika dirumah Rosi selalu berpenampilan tomboy, tidak ada feminim - feminimnya sama sekali, tapi sekarang dia terlihat begitu feminim layaknya Wanita yang ingin di puji pasangannya.


" Kenapa Ayah melihatku seperti itu ?, apakah ada yang salah denganku ?" tanya Rosi sambil memutar tubuhnya.


Walcot menghela napas " Apakah Pria yang akan datang begitu istimewa Ros ?" tanya Walcot lembut.


Rosi menggigit bibir bawahnya, dia mengangguk pelan sambil tersipu.


Walcot tersenyum getir, ternyata anaknya sudah mulai menyukai seorang pria, tapi Walcot ingin tahu apakah pria tersebut layak untuk Rosi atau tidak.


Julian menekan Bel pintu Rumah, dia menunggu dengan tenang di depan Rumah Rosi.


Sementara Rosi sangat bersemangat didalam pintu, dia langsung bergegas ke arah Pintu dan membukakan Pintu untuk Julian.


Walcot menggelengkan kepalanya tidak percaya, ternyata anaknya benar - benar sudah jatuh cinta dengan seseorang.


" Julian !, selamat datang !" Rosi menyambut Julian dengan bersemangat.


Julian tertegun melihat Rosi, dia merasa sangat terpukau dengan penampilan Rosi.


Balutan Gaun biru yang menonjolkan lekuk tibuhnya yang biasanya tertutupi ketika dia memakai Jeans dan sebuah kemeja, kini benar - benar terpampang jelas, ditambah Julian sudah melihat seluruh tubuh Rosi tanpa sehelai benangpun, membuat Julian bisa membayang bagaimana sempurnanya bentuk tubuh Rosi.

__ADS_1


Riasan wajah yang terlihat begitu menonjolkan wajahnya yang semakin cantik, dengan Bibir berwarna merah cerah membuat Julian ingin segera memagutnya.


Tanpa sadar Julian mendekat ke arah Rosi, ketika wajahnya dengan wajah Rosi tinggal sejengkal saja, Julian buka suara " Malam ini kamu begitu Cantik Ros !" ucap Julian mesra.


Tubuh Rosi bergetar, Goanya berdenyut seolah tidak sabar ingin menarik Julian langsung ke kamar jika tidak ada Ayahnya.


Rosi mencoba menahan diri, dia menarik napas dan membuangnya agar dia sedikit tenang " masuk dulu, Ayah sudah menunggu kamu " Rosi tanpa ragu merangkul lengan Julian dan mengajaknya masuk kedalam rumah.


Rosi seperti sengaja menyentuhkan lengannya kegunung kembarnya, membuat Pusaka Julian mulai meronta - ronta. Ditambah bau parfum yang begitu memabukkan dari tubuh Rosi, Julian benar - benar ingin menerkamnya.


' Ekhem ! ' Suara deheman Ayah Rosi membuat keduanya tersadar atas fantasi liar mereka masing - masing.


Rosi langsung melepaskan rangkulan tangannya " Ayah ini Julian !" Rosi bergegas memperkenalkan Julian.


Julian juga memperkenalkan diri " Salam kenal Tuan Dail " Julian membungkuk hormat.


Walcot menghela napas " duduklah !" perintah Walcot tegas.


Julian langsung duduk, Rosi ikut duduk disamping Julian, membuat Walcot semakin yakin jika Julian adalah orang yang dicintai Putrinya.


Walcot buka suara " Julian Lewis, mari kita bicara ke intinya saja langsung "


Julian sudah menduga jika Walcot akan mengatakan hal tersebut " Tentu saja Tuan Dail, maksud kedatangan saya kemari untuk bekerja sama dengan anda, mungkin Putri anda sudah memberitahu sedikit tentang apa yang ingin aku lakukan "


Walcot menatap tajam Julian " Apakah kamu yakin bisa memegang kata - katamu ?, aku tidak yakin jika kamu bisa melakukan hal tersebut, karena mustahil bagimu untuk melawan para pejabat tinggi Provinsi Anarka !"


Rafael memberitahu Julian " Tuan Lewis, saya sudah mengirim semua data tentang kebusukan pejabat tinggi di Ponsel anda, anda bisa menggunakan hal tersebut untuk membuat dia percaya pada anda !"


Julian tersenyum saat mendengar bisikan Rafael, dia tidak langsung menjawab ucapan Walcot, tapi malah mengeluarkan Ponselnya.


Walcot yang melihat hal tersebut mengernyitkan dahi " Julian Lewis !, apakah kamu sedang bermain - main denganku !"


Suara Walcot meninggi, Rosi terlihat cemas " Ayah...." Rosi merajuk manja.


" Kamu diamlah Rosi !, Ayah ingin tahu sebesar apa keberanian anak ini, hingga dia bermaksud untuk menantang pejabat tinggi Provinsi Anarka !" ucap Walcot keras.

__ADS_1


Rosi menatap Julian dengan Khawatir, tapi dia tidak melihat jika Julian ketakutan dihadapan Ayahnya " Julian..."


Julian tersenyum " Kamu tenang saja, Ayah kamu benar, akan Sulit melawan Pejabat tinggi Provinsi Anarka untuk mewujudkan impianku , Tapi...."


Julian menatap serius Walcot " Tuan Dail, bagaimana jika aku memiliki ini...." Julian memberikan Ponselnya pada Walcot dengan menggesernya di meja.


Walcot menangkap Ponsel Julian, dia mengerutkan kening ketika melihat File - File yang Julian tunjukan, di tambah ada beberapa Video tak senonoh disana.


Julian yang tahu jika Walcot tidak mengetahui maksudnya dia buka suara " Silahkan anda lihat saja data dan Video tersebut " ucap Julian santai.


Walcot menuruti ucapan Julian, pertama - tama dia mengklik File - File tersebut, betapa terkejutnya Walcot jika File tersebut merupakan data penggelapan uang Provinsi Anarka, ditambah semuanya sangat detail dan menunjukkan siapa saja pelakunya.


Walcot melirik Julian dengan tidak percaya, karena data tersebut menurut yang Walcot tahu sudah dihancurkan hingga tidak ada yang tahu kebusukan pejabat tinggi, tapi Julian memilikinya membuat Walcot terheran - heran.


Walcot belum buka suara, setelah melihat File, dia melihat Video, mata Walcot membelalak karena saking terkejutnya, Video kebejatan para pejabat tinggi yang berkaitan semuanya ada disitu.


Kemudia Walcot mengklik Video yang terakhir, ketika dia melihatnya tangan Walcot bergetar hebat, Video yang dia cari, Video yang melibatkan pembunuhan istrinya 10 tahun yang lalu, terpampang jelas disana, Video tersebut menunjukkan sebelum di bunuh istri Walcot, ibu Rosi di perkosa tiga orang baru dibunuh kemudian, dan yang memperkosa pertama adalah kenalannya, malah bisa dibilang partnernya dalam menjaga keamanan Provinsi Anarka.


Air mata Walcot menetes, tangan kirinya yang tidak memegang Ponsel mengepal dengan kencang, wajhnya terlihat sangat emosional ketika melihat bagaimana ketika istrinya akan terbunuh.


Rosi terkejut dengan Ayahnya yang tiba - tiba menitihkan air mata, dia menegur Ayahnya " Ayah !, apakah Ayah baik - baik saja ?" tanya Rosi cemas.


Walcot mematikan Video, dia menghapus air matanya, dan mengembalikan Ponsel Julian " darimana kamu mendapatkan semua itu ?" tanya Walcot berusaha tenang, padahal hatinya sangat pedih.


Julian tersenyum " Saya bisa mendapatkan apapun dengan mudah Tuan Dail, tapi karena saya sadsr jika saya pemain baru disini, saya tidak ingin membuat nama saya jadi buruk dulu, untuk itulah saya meminta bantuan anda untuk sedikit membuka ruang untuk saya, jika saya dapat berkembang dan minimal menaklukan sebagian provinsi Anarka dengan Nama saya sendiri, anda pasti tahu efeknya bukan " ucap Julian serius.


Walcot tercengang dengan pemikiran Julian, karena dia memiliki bukti - bukti tersebut sekarang dia tahu apa rencana Julian dan hal tersebut sangat masuk akal.


Walcot menghela napas " Aku benci mengatakannya, Ros..., kamu menemukan Pria yang Ayah harapkan !..."


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2