
Pelayan toko akhirnya menegur Julian " Tuan, kalau ingin bertengkar jangan di toko kami, lihatlah para pelanggan yang lain memperhatikan kalian !"
Julian menghela napas " Maaf Nona, oh ya, saya ambil pakaian yang tadi kamu bawakan untuk dia. Tolong bungkus dan kami akan segera pergi dari sini "
Julian menyerahkan Black Cardnya, Pelayan toko terkejut. Tangannya gemetar saat menerima Black Card Julian, pasalnya Toko Pakaian itu Toko kecil. Mereka tidak pernah melayani pelanggan kelas atas.
" Kenapa diam Nona ?, tolong cepat seleasaikan segera pembayarannya !" Julian menegur pelayan toko yang tertegun ditempat.
" Eh... ba..baik Tuan !" Pelayan toko bergegaske kasir. Ia benar - benar ketakutan karena tadi telah membentak Julian.
Julian menghela napas, dia jongkok didepan Seila " Maaf jika aku terlalu kasar dengan kamu, aku seperti itu karena tidak suka dengan orang yang memandang rendah orang lain, Ayo berdiri !"
Julian memapah Seila untuk berdiri. Seila masih saja menangis tersedu - sedu, membuat Julian semakin khawatir saja.
Tak berselang lama pelayan toko kembali dengan memebawa beberapa peperbag, dan Black Card Julian.
" Tuan, ini belanjaan dan Kartu anda " Pelayan memberikannya dengan sopan.
Julian tersenyum " terima kasih "
"Sama - sama Tuan, silahkan datang kembali ke toko kami " Ucap Pelayan mengantar kepergian Julian dan Seila.
Julian menarik tangan Seila dengan lembut untuk membawa ia ke mobilnya.
Julian mau tidak mau harus mencoba menenangkan Seila. Walaupun dia sempat marah dengan perkataan Seila, tapi dia juga tidak tega melihatnya terus menangis.
Saat keduanya sudah masuk Mobil, Julian menghela napas dan buka suara " sekarang kamu akan ikut aku pulang atau mau ku pesankan Hotel untukmu ?"
Di sela - sela tangisnya Seila menjawab " Hiks..Hiks... Bukankah kamu ingin aku menyelasaikan masalah yang sudah aku sebabkan !, bawa saja aku ke Ayahku !, aku akan menyuruh Ayahku menarik tuntutannya !"
Julian menghela napas lagi " tanpa bantuanmu saja aku sudah bisa menyelesaikannya , jangan seperti anak kecil Seila !, jika kamu ingin hidup mandiri bilang saja ke Ayahmu , semuanya bereskan ?"
Seila berhenti menangis, walaupun dia masih sesekali sesenggukkan, Ia menatap Julian dengan heran. Karena Seila pikir kalau Julian tadi hanya melontarkan omong kosong saat bicara bisa menghancurkan keluarga Bowl.
" Siapa sebenarnya pria ini ?, kenapa dia begitu berani melawan Ayahku ?, apakah dia salah satu anak penguasa Anarka ?" Seila membatin, dia menebak - nebak siapa Julian sebenarnya.
Julian bertanya lagi " jadi mau aku carikan Hotel atau kamu mau aku antar ke Ayahmu ?:
__ADS_1
" Aku ikut kamu saja !" Seila tanpa sadsr nyeletuk jika dia ingin ikut dengan Julian.
Julian menganggukkan kepalanya, dia langsung menginjak pedal gas dan menuju Mansionnya.
...***...
Sementara itu Ludian dan anak buahnya sedang berada disebuah ruangan.
Ludin mengerahkan seluruh anak buahnya di Provinsi Anarka yang menguasai kemampuan Hacking tingkat tinggi.
Suara ketikan Keyboard Laptop terdengar begitu jelas diruangan tersebut. Karena ada delapan Hacker yang Ludin panggil.
" Tuan Bowl !, aku mendapatkan lokasi orang yang menghubungi anda !, dia ada di Quratar !"
" Aku juga mendapatkannya !, dia ada Vlasir !"
" Tunggu !, aku juga mendapatkannya !, dia ada dia Adrab !"
" Hei !, ini tidak mungkin aku menumakannya juga ada di Cinate !"
" Braaakkk !!"
Ludin menggebrak meja kemudian buka suara dengan geram " Kalian jangan bercanda !, mana mungkin satu orang ada diberbagai tempat !?"
Seketika para Hacker baru sadar, Hacker berkacamata dengan wajah penuh jerawat buka suara sambil menaikkan kacamatanya " Tuan Bowl benar !, ada yang aneh dengan lokasinya !, kenapa kita bisa menemukan lokasinya berbeda - beda ?"
" Sial !, apakah dia seorang Hacker juga seperti kita !?"
" Kemungkinan besar seperti itu !"
" Astaga !, Hacker seperti apa dia jika mampu memanipuasi semua data kita yang Notabenya pemain lama !?"
Mereka semua saling menatap, karena kejadian itu sangat di luar logika, pasalnya mau sehebat apapun Hacker tersebut seharusnya dia hanya bisa mengalihkan ke satu panggilan saja.
Tapi nyatanya mereka di buat bingung karena Hacker tersebut mampu memanipulasi data panggilan sampai delapan negara sekaligus. Itu artinya jika Hacker yang mereka lawan bukanlah Hacker kelas teri.
Mereka tidak tahu saja, jika Rafael sedang mempermainkan mereka semua. Rafael tahu kalau nomor Julian pasti akan di lacak. Jadi dia menghubungi Ludin dengan Nomor buatannya sendiri yang terdaftar di semua penyedia layanan yang ada di berbagai penjuru dunia. Karena itulah Hacker secakap apapun tidak mungkin bisa melacaknya.
__ADS_1
Rafael bukanlah lawan para Hacker manusia yang Notabenya memiliki keterbatasan informasi. Jika di bandingkan dengan Mereka Rafael bagaikan Harimau yang sedang berburu kucing.
Ludin mengernyitkan dahinya " Apa maksud kalian !?"
Hacker berkacamata menjawab " Tuan Bowl, besar kemungkinan lawan kita juga memiliki Hacker Profesional ! "
" Jadi maksud kalian apa ?!" tanya Ludin yang semakin geram.
Hacker kepala pelontos buka suara " Tuan Bowl, kita akan butuh waktu untuk menemukannya "
Ludin memicingkan matanya " Butuh waktu katamu ?!, terus bagaimana nasib putriku brengsek !!"
" Braaakkk !!!" Ludin menggebrak meja lagi dengan keras kemudian dia pergi meninggalkan ruangan tersebut bersama Nazil.
Para Hacker saling menatap, mereka kemudian berusaha mencari tahu lagi dimana Lokasi Julian.
Tapi tiba - tiba layar mereka menggelap dan muncul semua data pribadi tentang Hacker masing - masing.
Mereka semua tentu saja terkejut, mereka kemudian saling memandang sambil keringat dingin membasahi punggung mereka.
" Astaga !, bagaimana mungkin dia bisa menembus pertahanan data Pribadiku ?!"
" Ini sungguh di luar kendali kita !"
" Jangan - jangan ini ulah Dark Hacking !"
" Bagaimana mungkin ?, bukankah dia sudah mati !?"
" Apa kamu melihat mayatnya jika di mati ? "
Mereka pikir ucapan salah satu teman mereka masuk akal, karena hanya Dark Hacking yang bisa mengetahui semua data Pribadi Hacker di Dunia. Ia juga terkenal sangat pandai menyembunyikan identitasnya.
Mereka semua benar - benar ketakutan, jika benar lawannya adalah Dark Hacking, tentu saja itu sudah di luar kemampuan mereka.
Sementara itu Rafael yang menyaksikan perdebatan mereka, Ia terlihat menyeringai jika dia manusia.
Rafael sangat senang karena memiliki mainan baru. Pasalnya selama ini dia bosan mengurusi perusahaan dan para Wanita Julian saja. Jadi dia berniat mempermainkan para Hacker.
__ADS_1