System Harem

System Harem
Iri ?


__ADS_3

Celia sudah sampai di ruang makan, dia langsung bergegas ke samping Julian untuk menanyakan apa yang terjadi pada dirinya.


Yellow dan Larisa yang sedang sarapan bersama Julian menatap aneh Celia, pasalnya wanita secantik dia memakai pakaian yang kekecilan.


" Julian ap..." Celia belum selesai bicara Julian menarik dan memangkunya.


" Bertanya nya nanti saja, kamu sarapan dulu, kasihan junior " Julian mengusap perut Celia.


Celia menghela napas " baiklah, tapi sesudah sarapan aku ingin bicara " ucapnya lembut.


" Cup ' Julian tanpa ragu mengecup bibir Celia yang tambah menggoda itu " tentu saja sayang "


Yellow dan Larisa semakin yakin kalau dugaannya benar, jika mereka marah - marah dengan Julian, pasti akan langsung di tendang, karena melihat kemesraan keduanya saja sudah terlihat sangat jelas.


Celia beranjak dari pangkuan Julian dan menarik kursi di sampingnya kemudian duduk.


Julian tersenyum melihat Celia, dia seolah tidak mau melepaskan pandangannya pada Celia yang sudah berubah sempurna itu.


' Ekhem !' Larisa berdehem sangat keras membuat Julian dan yang lainnya menoleh.


" Mentang - mentang ada yang sangat canti kamu melupakan kami Julian, kamu jahat banget sih !" Larisa yang dari tadi sudah kesal langsung buka suara dengan ketus.


Julian menanggapi nya dengan senyum tipis sambil menggelengkan kepalanya " kamu belum tahu sepenuhnya aku seperti apa Larisa, lebih baik kamu bersiap saja setiap hari akan bangun kesiangan " ucapnya sambil menyuapkan sarapan di mulutnya.


Celia menimpali dengan lembut " Kalian berdua tenang saja, Julian sangat adil dengan kami, nanti juga kalian sendiri yang akan ketakutan dekat dengannya, benarkan sayang ?"


Julian mencubit dagu Celia dengan gemas " Habis ini langsung main yah sayang, aku sudah tidak tahan " Ia memperlihatkan celananya yang mulai menggembung.


" Ih... semalam kan sudah " bukan maksud mau menolak, tapi Celia yakin dirinya tidak akan sanggup meladeni Julian sendirian.


Celia menghela napas " tapi ajak mereka yah sayang, aku takut malah nanti kamu tidak puas "


" Terserah kamu saja, tapi aku ingin main puas dengan kamu dulu " jawab Julian nakal.

__ADS_1


Yellow dan Larisa merasa aneh dengan obrolan keduanya, karena mereka seolah tidak peduli jika ada yang mendengar hubungan ranjang, apalagi dari tadi pelayan berseliweran di sekitar mereka.


Sarapanpun Selesai, Julian langsung membawa Celia ke kamarnya bersama dengan Larisa dan Yellow. Tapi sebelum itu dia memberi tahu Sebastian untuk membelikan beberapa baju baru untuk Celia, karena bajun Celia sekarang sudah tidak bisa digunakan lagi.


Julian terus menikmati tubuh Celia, dia seolah tidak bosan - bosan padanya, Celia yang melihat Julian seperti itu menatapnya tidak berdaya.


Celia tahu dirinya semakin cantik dan tubuhnya sempurna, jadi dia yakin Julian tidak akan puas main sebentar saja dengannya.


Setelah satu jam dengan napas yang tersengal - sengal Celia buka suara " Sayang sudah yah, aku capek banget, gantian dengan mereka "


" Kan dari tadi juga gantian dengan mereka sayang " ucap Julian polos.


Celia hanya bisa pasrah saja, akhirnya Julian melanjutkan pergulatan tersebut hingga beberapa jam dengan menggilir tiga orang wanitanya.


Larisa jatuh pingsan, karena luka yang kemarin saja belum sembuh total tapi sudah di tambah lagi, sementara Yellow juga sudah lemas disana, Julian akhirnya melolong sampai di puncak dan menjadikan Goa Celia tempat memuntahkan Lavanya.


Julian memeluk Erat Celia yang sedang tersengal - sengal sambil memeluknya, dia tidak henti - henti membuat tanda diseluruh leher Celia.


Hingga setelah puas dia mengecup kening ketiga wanitanya dan membiarkan mereka beristirahat di kamar Celia.


Sementara itu di bandara kota Sentra, Kenji dan para Cyborg nya sedang bersiap berangkat ke Anarka.


Kenji menggunakan pesawat pribadinya untuk terbang ke Anarka, yang terlihat aneh disana ada banyak orang yang ikut Kenji, jumlahnya hampir lima puluh orang tidak termasuk Kenji, Red, Fat dan Thin.


Mereka semua menggunakan Topeng hingga tidak terlihat wajahnya, dengan pakaian yang serba hitam.


" Tuan semuanya sudah masuk ke pesawat, apa kita berangkat sekarang ?" tanya Fat dengan sopan.


Kenji hanya menganggukkan kepalanya, menandakan jika dia menyuruh pesawat untuk segera berangkat.


" Akan kuhancurkan negaramu Julian Lewis !" ucap Kenji dengan wajah menggelap.


***

__ADS_1


Di laboratorium Darius yang sekarang sudah terpisah dengan Mansion Julian, dia juga sehabis bercocok tanam dengan Susan disana.


" Sayang, kamu tidak mau menemui Julian ?" tanya Susan yang sekarang sudah menjadi wanita yang sangat lembut.


Darius menghela napas " tunggu satu Minggu dulu, nanti aku baru kesana, kamu tahu sendiri adik sialan itu tidak akan puas main dengan wanitanya satu dua hari saja " ucapnya geram karena Julian lebih mementingkan bercocok tanam daripada membahas masalah penting yang sedang dihadapinya.


Susan tersenyum getir, dia yang tahu Julian seperti apa juga memaklumi kalau Darius tidak ingin menemuinya terlebih dahulu.


" Sayang, bagaimana penemuan yang kamu buat dengan Sel Natali itu ?" tanya Susan penasaran.


" Tinggal sedikit lagi aku menyempurnakannya, jika orang yang di bawa Julian benar - benar memiliki tubuh Natali, seharusnya itu akan bekerja padanya dan mungkin bisa membuatnya merasakan Naluri Natali " jawab Darius yakin.


" Jadi Julian sudah sepakat tidak ingin melenyapkan Cyborg itu ?" tanya Susan lagi, karena dia pernah mendengar jika Julian dan Darius akan membawa tubuh Natali dan menguburkannya dengan layak.


Darius menghela napas lagi " aku yakin Julian sudah bercumbu dengan Cyborg itu, dan dia tidak mungkin bisa melepaskan nya, dia itu memang terlalu konyol, bikin susah dirinya sendiri terus "


Susan tahu kalau Julian sebenarnya orang yang baik, hanya saja dia terlalu terobsesi dengan banyak wanita.


Wajar saja jika Susan berpikiran seperti itu, karena setiap menemukan wanita dan menidurinya pasti Julian membawanya pulang, padahal Julian melakukan itu karena System.


Mungkin jika tidak karena System, Julian tidak akan membuat Harem yang sangat banyak, dan judul Novelnya berganti menjadi SYSTEM SETIA !.


" Sayang lihatlah ini " Darius mengeluarkan sebuah benda kecil dengan bentuk bulat yang terbuat dari titanium.


" Apa itu sayang ?" tanya Susan penasaran.


" Benda ini bisa berubah bentuk tergantung orang yang menekan tombolnya dan memikirkan sesuatu, kamu coba " Darius memberikan benda tersebut.


Susan dengan patuh memegang benda tersebut dan menekan tombolnya.


Tiba - tiba benda tersebut berubah bentuk secara perlahan dan membesar seukuran lengan Susan.


Darius terkejut saat melihat benda tersebut seperti pusakanya.

__ADS_1


Sontak saja dia melihat Susan dan benar saja Susan wajahnya sedang merah merona karena malu telah membayangkan pusakanya, Darius hanya menggelengkan kepalanya tidak percaya, karena dia memang sering kewalahan dengan kebrutalan Susan.


__ADS_2