
Andini berjalan ke kamar mandi dengan langkah gontai, dia merasa malas sekali ke kantor apalagi setelah berjumpa dengan Aditya yang merupakan atasannya.
Selesai mandi dan berdandan Andini langsung turun ke ruang makan, dia berpapasan dengan Bu Nina dan hanya menyapa dengan senyuman.
"Nona sangat susah ditebak, kemarin terlihat semangat hari ini seperti orang yang belum makan satu Minggu." ucap Bu Nina dalam hati.
"Kamu berangkat di antar supir sayang." tanya nyonya Lisa setelah selesai sarapan.
"Andini bawa mobil sendiri saja mah." jawab Andini sembari mencium tangan nyonya Lisa.
Di mobil Andini ingin sekali membelokkan mobilnya ke tempat lain, rasanya sangat malas dia ke kantor dan bertemu Aditya, HP Andini berdering ada nama Davian di sana, seketika senyum tersungging di bibir Andini.
"Halo Dav." ucap Andini dengan semangat nya.
"Lagi happy banget kayanya, sampai semangat banget." kelakar Davian yang membuat Andini tertawa.
"Kan kamu semangatku." goda Andini.
"Sudah pandai menggoda rupanya." balas Davian.
"Ada apa sayang aku sudah berangkat kalau kamu mau jemput." ucap Andini dengan tawa riangnya.
"Yah padahal aku sudah sampai di depan rumah mu." Andini sedikit terkejut mendengar jawaban Davian.
"Serius?" tanya Andini.
"Hahahaha engga." ejek Davian.
"Ish nyebelin" gerutu Andini.
"Nanti siang aku jemput nya, kita makan siang di cafe dekat kantor mu? Oke!" kata Davian.
__ADS_1
"Kan aku belum jawab Dav kok kamu udah bilang oke aja." protes Andini.
"Aku gak butuh jawaban mu, kamu pasti mau." jawab Davian dengan suara tawa yang bisa di dengar oleh Andini
Andini mengakhiri percakapan setelah lampu lalu lintas berubah menjadi hijau.
Setibanya dikantor Andini di sambut oleh security, dia membalas dengan ramah
"Tahan lift nya." teriak Andini kepada seseorang yang baru saja memasuki lift
Andini terkejut ketika mengetahui orang itu adalah Aditya, dia lalu memasuki lift tanpa menyapa Aditya sama sekali, Aditya pun terlihat diam seperti tidak menganggap Andini orang spesial bagi nya.
"Kita tunggu saja waktunya kamu jatuh cinta tanpa menyadarinya." Ucap Aditya dalam hati setelah melirik Andini
Andini masih masih berkutat dengan berkas berkas di depannya
"Maaf Bu, Pak Aditya meminta Ibu menghadap sekarang." ucap sekertaris Andini
"Silahkan duduk."ucap Aditya setelah Andini memasuki ruangannya.
Andini duduk dengan gelisah karena Aditya menatapnya dengan tatapan yang sangat tidak bersahabat.
Aditya memberikan berkas kepada Andini
"Baca!" perintah Aditya tegas
Andini membaca sekilas berkas yang di sodorkan Aditya, dia mencermati setiap kalimat yang ada.
"Apa kamu tahu kesalahan mu Andini?" tanya Aditya.
Andini menggeleng
__ADS_1
"Ckckck." Aditya berdecak kemudian menggeleng kan kepalanya, Aditya menjelaskan kesalahan yang ada pada berkas tersebut dengan tegas.
"Semua disini bekerja profesional termasuk kamu, bereskan masalahnya saya tunggu sebelum makan siang." perintah Aditya, Andini berjalan meninggalkan ruangan Aditya dengan perasaan kesal.
"Kita ketemu di cafe saja." balas Andini setelah membaca pesan Davian, Andini berhasil menyelesaikan pekerjaan yang di berikan Aditya tepat sebelum makan siang.
Andini berjalan menuju loby, dia berpapasan dengan Aditya tapi Aditya seolah acuh dengan keberadaan Andini.
"Dasar aneh, kemarin kamu merayuku mati matian sekarang kamu bahkan tidak menganggap keberadaan ku sama sekali huh," gerutu Andini.
Di dalam mobil Aditya tersenyum setelah melihat ekspresi kesal dari Andini.
"Sepertinya kamu mulai tertarik kepadaku." Ucap Aditya dengan senyum mengembang.
- - -
Davian baru saja memasuki cafe tak jauh dari kantor Andini, dia tak sabar bertemu Andini, sepertinya terasa sangat lama dia tidak bertemu Andini, dia hanya berkomunikasi lewat Hp dengan Andini karena ancaman dari tuan Wisnu dia menjaga jarak sembari menyiapkan strategi untuk dapat restu tuan Wisnu.
"Maaf membuat mu menunggu Dav." ucap Andini setelah duduk di depan Davian.
"Engga kok, ayo kita makan." ajak Davian
Di depan mereka sudah tersaji beberapa menu, Davian sudah tahu kesukaan Andini makanya dia memesan sebelum Andini datang.
Selesai makan mereka mengobrol ringan perihal pekerjaan dan lain lain
"Kamu seperti sedang kesal?" tanya Davian yang melihat ekspresi murung di wajah Andini.
"Mungkin aku belum terbiasa saja dengan pekerjaan ini." kilah Andini, Davian hanya mengangguk mendengar jawaban dari Andini dan mengalihkan topik pembicaraan untuk menghibur Andini.
Andini sebenarnya ingin berbagi cerita dengan Davian tapi dia takut ada salah paham jika Davian tahu dia bekerja dengan Aditya.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari ada orang yang sedang mengawasi mereka dan memotret kebersamaan mereka di meja yang berjarak sekitar 10 meter dari tempat mereka duduk.