
Davian menjalani hidup seperti biasa, dia sedikit demi sedikit sudah bisa melupakan Andini, walaupun berat Davian tetap berusaha untuk melupakan Andini.
Davian selalu menghabiskan waktu untuk bekerja, hanya itulah yang membuatnya sejenak melupakan Andini.
Sam gelisah menatap jam di tangannya, dia sedang menunggu Davian yang tidak kunjung muncul di ruang meeting, karena sudah menunggu cukup lama akhirnya Sam memutuskan untuk memulai meeting tanpa Davian.
Setelah selesai meeting Sam langsung naik ke lantai 7 ruangan Davian.
"Apa Davian ada di dalam?" tanya Sam kepada sekretaris Davian.
"Ada, sejak pagi pak Davian belum keluar ruangan." jawab sekretaris Davian.
"Apa kamu tidak mengingatkan Davian ada meeting hari ini." tanya Sam mulai terlihat sedikit emosi.
"Sudah saya beritahu ketika pak Davian sampai tadi pagi." jawab sekretaris wanita itu dengan wajah tertunduk.
"Kenapa kamu tidak memberitahu Davian lagi padahal kamu sudah tau jadwal meeting." ucap Sam dengan nada tinggi.
"Maaf pak, saya sudah beberapa kali menelfon dan mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban dari pak Davian." mendengar jawaban sekretaris Davian Sam menjadi panik, karena tidak biasanya hal ini terjadi pada Davian, Davian type orang pekerja keras dan sangat disiplin tidak mungkin dia sampai melupakan meeting penting seperti ini.
Sam langsung mendorong pintu ruang Davian, tapi dia mendapati pintu itu terkunci, Sam bergegas memanggil security untuk meminta kunci cadangan.
Saat Sam masuk dia sangat terkejut melihat Davian sudang duduk dengan posisi kepala menengadah keatas dan menutup mata.
Sam langsung mendekat dan mencoba membangunkan Davian, tapi kepala Davian justru jatuh ke samping, Sam yang mengetahui Davian pingsan langsung berteriak kepada sekretaris dan security yang menunggu di depan.
Sam kemudian langsung membopong tubuh Davian dengan dibantu oleh security.
Setelah memasukan Davian ke mobil dengan bantuan security dia langsung membawa Davian ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit Davian langsung dimasukkan ke UGD, Sam menunggu sembari berjalan bolak balik di depan ruang UGD, kepanikan terlihat jelas di Wajahnya.
__ADS_1
"Bagaimana keadaannya dok?" tanya Sam ketika melihat dokter keluar dari ruang UGD.
"Keadaan nya baik baik saja, pasien hanya kelelahan dan kurang menjaga pola makan, kami akan memindahkan ke ruang perawatan." ucap dokter sambil meninggalkan Sam.
Davian mengerjapkan matanya, dia melihat sekelilingnya, dia masih mengingat ingat apa yang terjadi.
"Sam." panggil Davian ketika melihat Sam yang duduk di sofa ruang perawatan.
"Akhirnya kamu sadar Dav, aku kira hari ini terakhir melihat wajahmu." ucap Sam sambil tersenyum.
"Sepertinya kamu sangat bahagia jika aku mati!" jawab Davian sembari memukul lengan Sam pelan.
"Apa yang terjadi?" tanya Davian kemudian.
Sam menjelaskan kejadian Davian yang di temukan pingsan di ruang kerjanya, setelah menjelaskan kejadian itu Sam keluar untuk memberitahu dokter bahwa Davian sudah sadar.
"Dokter Sifa." ucap Davian terkejut melihat dokter Sifa masuk.
"Ternyata dia sudah sadar sepenuhnya dok." ucap Sam.
"Dia sudah bisa mengenali wanita cantik, itu acuan kalau dia sudah sadar." dokter Sifa dan Sam tertawa bersama, sedangkan Davian menatap tajam Sam.
"Saya periksa dulu ya Dav." ucap dokter Sifa ramah.
"Sepertinya kalian sudah akrab?" tanya Sam dengan wajah tengilnya.
"Jangan dengarkan dia dok, anggap saja dia manekin." ucap Davian kepada dokter Sifa yang dibalas tawa oleh dokter Sifa.
"Apa di sini sakit?" tanya dokter Sifa menekan perut Davian.
Davian menggeleng
__ADS_1
"Bukan di situ dok yang sakit tapi hatinya yang sakit." ucap Sam sambil tertawa.
"Asam lambung kamu tinggi Dav makanya kamu pingsan karena terserang maag, kamu sudah berapa hari belum makan?" tanya dokter Sifa ke Davian tanpa menjawab candaan Sam.
Belum sempat Davian menjawab Sam langsung mengejek Davian
"Mungkin tidak makan tiga hari, maklum habis putus cinta dok." ucap Sam yang membuat Davian mengusirnya dari ruangan itu.
Setelah Sam keluar dokter Sifa kembali melanjutkan pemeriksaan
"Ini hanya penyakit lambung saja, di jaga pola makannya ya Dav." ucap dokter Sifa selayaknya seorang teman.
"Tidak adakah penyakit hati dok?" tanya Davian dengan senyum.
"Wah sepertinya benar Davian habis putus cinta." jawab dokter Sifa dengan tawa.
"Hahahaha dokter termakan ucapan Sam ternyata." kata Davian ikut tertawa.
"Apa dokter sedang sibuk?" tanya Davian.
"Saya sibuk sekali memeriksa pasien yang sedang galau." ucap dokter Sifa masih menggoda Davian.
"Tapi pasien itu sudah merasa sehat soalnya sudah menemukan obat dari sakit hatinya." ucap Davian sambil mengedipkan mata ke arah dokter Sifa.
"Hahahaha ternyata cepat sekali ya sembuhnya." ejek dokter Sifa.
"Dokter tidak percaya?" tanya Davian yang merasa tertantang.
Dokter Sifa menggeleng
"Nanti dokter pulang jam berapa?" tanya Davian.
__ADS_1
"Jam 6 petang." jawab dokter Sifa.
"Baiklah, nanti dokter lihat sendiri kalau saya sudah benar benar sembuh." ucap Davian sambil tersenyum penuh arti ke arah dokter Sifa.