
Davian masih duduk di loby rumah sakit bersama Sam, dia sudah merasa lebih baik setelah istirahat beberapa jam di ruang perawatan.
"Kenapa kita tidak langsung pulang." tanya Sam yang sudah merasa jenuh.
"Sudah kamu diam saja." jawab Davian.
"Memang menunggu siapa?" tanya Sam.
"Aku menunggu dokter Sifa." jawab Davian sambil mengedarkan pandangannya.
"Apa!" ucap Sam sedikit keras yang membuat orang orang langsung menoleh.
"Pelankan suaramu atau kamu mau di usir." ancam Davian.
"Kemarin kamu baru curhat putus dengan Andini sekarang sudah beraksi mendekati dokter cantik." gerutu Sam.
"Aku hanya menerima tantangan dia saja." kilah Davian.
"Awalnya gitu nanti ujung ujungnya jatuh cinta." protes Sam dengan alasan Davian.
"Sudah kamu pulang saja." usir Davian yang sedang melihat jam tangannya.
"Sebentar lagi jam 6." gumam Davian dalam hati.
"Dav, jangan buat seorang wanita jatuh cinta jika kamu akan meninggalkan nya apalagi hanya sebagai bagai pelarian." ucapan Sam terdengar sangat bijak tapi di telinga Davian itu hanya terdengar seperti lelucon karena Sam yang mengucapkan.
__ADS_1
"Gak pantes Sam kamu bicara bijak seperti itu." ucap Davian sambil menjitak kepala Sam.
Dari kejauhan terlihat dokter Sifa melangkah menuju lobby sambil tersenyum, dia tersenyum karena melihat tingkah Davian dan Sam.
"Kalian benar benar serasi." ucap dokter Sifa ketika sampai di hadapan Sam dan Davian.
"Hah!" ucap Davian dan Sam bersamaan menoleh ke arah suara itu.
"Dokter?" Davian tersenyum malu melihat dokter Sifa berdiri di sana.
Sam beranjak keluar setelah melihat kode yang di berikan oleh Davian melalui lambaian tangan.
"Tentu saja aku sudah sehat dok, kan tadi sudah dapat obat untuk mengobati penyakit ku." ucap Davian bercanda.
"Ya ya ya aku percaya." jawab dokter Sifa.
Dokter Sifa pun menunjukkan kunci mobil tanpa memberi jawaban.
"Baiklah, mari aku antar dok." ucap Davian seraya berdiri.
"Aku bawa mobil sendiri bagaimana kamu mau antar aku pulang." protes dokter Sifa.
Davian tidak memperdulikan protes dokter Sifa, dia berjalan menuju depan lobby rumah sakit, baru berapa langkah Davian berhenti dan berbalik badan, dia langsung menarik tangan Sifa setelah melihat dokter Sifa masih berdiri.
Dokter Sifa yang terkejut dengan perilaku Davian langsung menurut dan mengikuti langkah Davian.
__ADS_1
"Mana kunci mobil dokter?" tanya Davian sambil menengadahkan tangannya.
"Untuk apa?" Davian langsung mengambil kunci mobil dokter Sifa tanpa menjawab pertanyaan nya.
"Antar mobil ini ke rumah dokter Sifa." ucap Davian sambil memberikan kunci mobil dokter Sifa pada Sam yang sudah berdiri di samping mobil Davian, Sam langsung mengambil kunci itu dan berlalu menuju parkiran.
"Silahkan masuk." ucap Davian membukakan pintu mobil untuk dokter Sifa.
Dokter Sifa menatap Davian dengan heran
"Saya akan antar dokter pulang." ucap Davian yang seakan mengerti arti tatapan dokter Sifa.
"Hari ini saya mengantar dokter pulang, besok mungkin saya akan mengajak makan malam." ucap Davian ketika mobil sudah berhenti di depan rumah dokter Sifa.
Dokter Sifa tertawa mendengar ucapan Davian
"Kenapa tidak mengajak makan malam hari ini saja?" tanya dokter Sifa di tengah suara tawanya.
"Nanti dokter terlalu cepat jatuh cinta." jawab Davian dengan percaya diri.
"Hahahaha baiklah." ucap dokter Sifa sambil turun dari mobil Davian.
"Satu lagi dokter." panggil Davian ketika dokter Sifa melangkah masuk menuju rumahnya setelah menerima kunci mobil dari Sam.
"Apa?" tanya dokter Sifa bingung.
__ADS_1
"Siapkan nomor telfon dokter Sifa saat kita makan malam." ucap Davian sembari berlalu dari rumah dokter Sifa.
Dokter Sifa tersenyum sambil menganggukkan kepala dan melambaikan tangannya.