WANITA TERAKHIR

WANITA TERAKHIR
DAVIAN BIMBANG


__ADS_3

Hubungan Davian dan Risa sudah sangat dekat, beberapa teman kerja Risa bahkan menyangka mereka berpacaran, bahkan hampir seluruh karyawan FW Corporate mengetahui kedekatan hubungan Davian dan Risa.


Davian dan Sam baru saja masuk ke ruang kerja Presdir setelah selesai meeting, Davian langsung duduk di atas kursinya, Sam memperhatikan wajah Davian sesaat, beberapa hari ini wajah Davian terlihat murung.


"Ada apa Dav?" Tanya Sam menghampiri Davian.


"Apanya." Ucap Davian yang belum mengerti maksud dari pertanyaan Sam.


"Beberapa hari ini kamu terlihat murung." Ucap Sam memperjelas pertanyaannya


Davian mengambil nafas berat lalu mengedarkan pandangannya ke sudut sudut ruangan.


"Aku sedang bingung." Jawab Davian setelah terdiam beberapa lama.


"Kenapa?" Tanya Sam.


"Risa." Jawab Davian singkat.


Sam terdiam sesaat berpikir maksud dari ucapan Davian


"Apa kamu mencintai nya?" Tanya Sam kemudian .


Davian mengangguk


"Lalu apa masalahnya?" Sam berjalan duduk di sofa sebelah meja Davian.


"Aku takut Risa akan pergi seperti yang lain." Ucap Davian sambil menatap nanar Sam.


Sam dan Davian sama sama terdiam, Sam bingung akan menjawab apa, jika dulu dia akan langsung meminta Davian untuk mengungkapkan perasaannya, tapi dengan ketakutan Davian Risa akan pergi seperti kekasih Davian sebelumnya membuat Sam berpikir solusi yang harus dia berikan untuk Davian.

__ADS_1


Davian sudah memikirkan hal ini beberapa hari belakangan hingga membuat wajahnya terlihat murung karena dia belum menemukan solusi yang tepat. Davian takut jika dia mengungkapkan perasaannya dan Risa menerima itu kemudian Risa akan pergi meninggalkan dirinya seperti Andini dan dokter Sifa.


"Apa tidak sebaiknya kamu coba dulu." Kata Sam memberi masukan Davian.


"Aku tidak mau kejadian seperti sebelumnya terulang lagi Sam." Jawab Davian.


"Lalu apa kamu punya cara lain?" Tanya Sam yang belum menemukan solusi untuk masalah Davian.


"Entahlah." Jawab Davian putus asa.


- - -


Risa masih berkutat dengan pekerjaannya, dia harus segera menyelesaikan semua pekerjaan hari ini sebelum jam pulang kantor.


"Ris." Panggil Monica


Risa masih fokus dengan layar komputer di depannya.


"Jangan teriak dikantor," ucap Risa kesal.


"Apa kamu mau asisten Sam menegur mu." Lanjut Risa kembali fokus ke layar komputer.


"Hahaha, tidak mungkin dia ada di sini." Jawab Monica dengan suara tawa yang terdengar lirih.


"Ada apa?" Tanya Risa kemudian.


"Bagaimana hubungan mu dengan pak Presdir?" Tanya Monica yang sudah menggeser kursinya agar lebih dekat dengan Risa.


"Baik," jawab Risa.

__ADS_1


"Aku masih berstatus sebagai karyawan nya." Lanjut Risa yang membuat Monica mendesah kesal.


"Bukan itu," ucap Monica sambil mengeratkan giginya.


"Lalu?" Tanya Risa pura pura tidak tahu maksud dari Monica.


"Hubungan spesial." Jawab Monica dengan senyum genit.


"Oh." Ucap Risa singkat.


Monica kembali menggeser kursi kemejanya karena merasa kesal dengan Risa, beberapa kali dia bertanya perihal hubungan Risa dan Davian tapi respon Risa selalu sama.


- - -


"Bagaimana kalau kalian langsung bertunangan." Usul Sam setelah berpikir beberapa lama.


Davian yang sedang minum langsung terbatuk mendengar ucapan Sam.


"Kenapa?" Tanya Sam bingung melihat Davian.


"Apa kamu bilang tadi Sam?" Tanya Davian kemudian.


"Tunangan." Jawab Sam sambil menaikkan alis matanya.


"Tapi apa Risa mau." Ucap Davian ragu.


"Pasti mau." Jawab Sam penuh keyakinan


Davian diam sejenak.

__ADS_1


"Baiklah malam ini aku akan bicara dengan Risa dan mamah langsung." Kata Davian sembari tersenyum.


Sam yang mendengar ucapan Davian langsung tersenyum lebar.


__ADS_2