WANITA TERAKHIR

WANITA TERAKHIR
RENCANA PERNIKAHAN


__ADS_3

Dokter Sifa kembali dengan membawa beberapa botol air mineral, dokter Sifa sempat menawarkan Sam air mineral itu, walaupun dia masih kesal dengan Sam.


"Ayo di minum Dav." Ucap dokter Sifa menyodorkan sebotol air mineral


Davian menerima dan langsung, meminumnya.


"Dav." Ucap dokter Sifa setelah Davian sudah selesai minum dan meletakkan boto di meja.


"Maafkan aku." Kata Davian dengan tatapan bersalah.


"Kamu tidak salah Dav." Balas dokter Sifa.


Davian menggeleng


"Maaf telah membuatmu mu takut." Kata Davian sambil tersenyum.


Dokter Sifa membalas senyuman


"Kamu jangan seperti itu lagi ya." Kata dokter Sifa sambil menyodorkan jari kelingking nya


"Janji." Lanjut dokter Sifa.


Davian mengaitkan kelingking nya dengan kelingking dokter Sifa


"Janji." Ucap Davian.


Mereka pun tersenyum bersama.


"Ada yang mau aku bicarakan Sifa." Ucap Davian kemudian.


"Apa Dav?" Tanya dokter Sifa sambil merapikan rambutnya.


"Perihal pernikahan kita." Kata Davian yang membuat dokter Sifa terkejut.


"Memang kamu pernah mengajak aku menikah?" Tanya dokter Sifa.

__ADS_1


"Memang belum ya." Kata Davian sembari tersenyum lebar.


Dokter Sifa langsung cemberut


"Melamar aja belum." Kata dokter Sifa ketus.


"Hahaha." Davian tertawa melihat ekspresi dokter Sifa, dia langsung mencubit pipi dokter Sifa dengan gemas.


"Aku mau kita langsung menikah." Kata Davian tegas.


Dokter Sifa diam dia kemudian menutup mulutnya dan air mata menggenang di pelupuk matanya


"Kita sudah saling kenal lama Sifa, aku yakin kamu adalah wanita terakhir untukku." Kata Davian menggenggam erat tangan dokter Sifa.


"Apa kamu mau menikah denganku Sifa." Ucap Davian sambil menatap mata dokter Sifa.


Dokter Sifa langsung mengangguk dan air mata menetes membasahi pipinya


"Aku mau Dav." Davian langsung memeluk erat dokter Sifa.


Sam menatap aneh Davian yang keluar dari ruangan dokter Sifa dengan senyum lebar, dokter Sifa memeluk erat lengan Davian.


"Ada apa Dav?" Tanya Sam bingung.


"Apa?" Kata Davian belum paham maksud pertanyaan Sam.


"Kenapa kamu jadi aneh." Ucap Sam menatap Davian dan dokter Sifa secara bergantian.


Davian langsung berbisik pada dokter Sifa, dia berencana menjahili Sam.


"Apa!" Ucap Sam sambil melotot setelah melihat tangan Davian mengelus perut dokter Sifa.


"Yang benar kamu Dav, ah kamu pasti sudah gila." Rancau Sam.


"Arrrg." Sam terlihat kesal, dia tidak menyangka dokter Sifa hamil.

__ADS_1


"Apa yang kamu pikirkan Sam?" Tanya Davian melihat Sam kesal.


"Aku tidak menyangka." Jawab Sam dengan wajah kesal.


"Hahaha." Davian tertawa keras sedangkan dokter Sifa hanya tersenyum.


"Aku belum segila itu Sam." Kata Davian melepaskan pelukan dokter Sifa di lengannya, dia kemudian memiting leher Sam.


"Kami baru saja akan menikah bagaimana dokter Sifa bisa hamil bodoh." Kata Davian mengacak acak rambut Sam.


Sam melepaskan pitingan di lehernya.


Sam kemudian menatap Davian dan dokter Sifa, dia tersenyum lebar dan berkata.


"Jadi kapan kalian menikah?" Tanya Sam dengan ekspresi bahagia.


"Wah wah kenapa kamu terlihat sangat bahagia mendengar kami akan menikah Sam." Ucap Davian tersenyum sinis.


"Apa kamu tidak sabar ingin menikah dengan Monica." Lanjut Davian.


Sam tersenyum kikuk karena di goda Davian


"Apa pernikahan kita diadakan sekaligus dengan pernikahan Sam dan Monica." Usul dokter Sifa sambil tersenyum jahil.


"Setuju." Sahut Sam keras


"Gak bisa." Ucap Davian ketus.


"Dav ayolah." Ucap Sam sambil bergelayut di bahu Davian


"Lepas Sam." Kata Davian melepaskan tangan Sam.


"Apa kamu tidak punya uang untuk modal menikah Sam." Kata Davian menatap Sam


Sam mengangguk dengan ekspresi wajah malu malu yang membuat Davian mengumpat karena melihat wajah Sam.

__ADS_1


__ADS_2