WANITA TERAKHIR

WANITA TERAKHIR
Bab 113. Soal Pernikahan Lagi


__ADS_3

Cytra merasa kedatangannya ke rumah Mira dalam situasi yang tidak tepat. Begitu pun Vionita kecewa kenapa Cytra datang lebih cepat dari yang ia harapkan.


Jauh hari sebelumnya Vionita dan Mira sudah bicara dari hati ke hati tentang anak Mira yang sampai sekarang belum mempunyai pacar. Mira yang kali pertama mencetuskan ide bagaimana jika Ridwan dijodohkan saja kepada Cytra.


Saat itu Vionita tahu kalau Cytra sedang pacaran dengan seorang pria anak konglomerat di Bali, namanya Ibra. Sehingga Vionita ia abaikan saja ide yang terlontar dari sahabat karibnya itu.


"Yang aku ketahui darimu, Cytra katanya belum serius pacaran dengan Ibra. Bahkan sedang ada konflik mereka berdua, hingga Cytra pergi bersembunyi di rumah salah satu teman akrabnya," kata Mira kala itu.


Mira sangat bersemangat mewujudkan angan-angannya itu. Hari demi hari Mira selalu menanyakan kepada Vionita tentang kelanjutan rencana baiknya itu. Dan jawaban Vionita masih mengambang. Apakah jadi atau tidak.


"Nanti aja Mir kalau aku sudah ketemu Cytra. Saya akan berikan jawaban yang pasti mengenai hal itu," kata Vionita akhirnya.


"Ah! Kamu itu selalu lamban kalau bekerja. Terlalu banyak berpikir. Nanti kita terlambat lho menjadi besan, karena Ridwan keburu digaet gadis lain."


"Ya, tidak apa- apa kalau nanti Ridwan digaet gadis lain lebih dalu," Vionita menganggap ringan masalah tersebut.


"Iih! Kamu itu gimana sih. Diajak besanan, biar persahabatan kita makin akrab sampai tua dan punya cucu, kok apriori gitu." Mira agak sewot Vionita tidak serius diajak besanan.


"Aku bukannya tidak serius, Mir. Tetapi aku belum tahu posisi Cytra sekarang," jawab Vionita dengan perasaan bimbang.


"Kapan-kapan kamu temui saja Cytra, tanyakan dia masih serius atau tidak dengan pacarnya. Kalau masih ngambang ya cepat-cepat saja kita nikahkan dengan anakku."


Namun setelah itu Vionita belum juga menemui Cytra. Masih banyak pertimbangan kalau anaknya dengan anak Mira menikah. Jangan sampai mereka bertemu dulu.


Tapi hari ini tanpa diduga Cytra datang menemuinya. Lebih cepat dari yang ia harapkan. Dan Mira merasa kaget Cytra sudah punya calon suami.


"Siapa calon suamimu itu, Cy," tanya Mira, nampak sekali mimik wajahnya kecewa mengetahui Cytra sudah punya pasangan.


Cytra tidak ingin menjawab pertanyaan itu. Karena seharusnya hal itu akan diutarakan kepada mamanya secara khusus.


"Ah! Malu saya menyebutnya kepada Tante," Cytra ingin menghindar agar Mira tidak tahu.

__ADS_1


"Masa dengan tante sendiri malu. Saya ini dengan mamamu sudah seperti saudara kakak beradik. Tidak pernah kami satu sama lain menyembunyikan rahasia," kata Mira makin membuat bingung Cytra.


"Benar kata Tante Mira. Mama dan dia saling terbuka dalam masalah apa pun. Katakan saja tidak usah malu," timpal Vionita membuat Cytra tak bisa berkutik.


"Anu Ma....Citra mau menikah dengan...Radita."


"Hah!?"


Kedua wanita sebaya itu terperangah tak percaya Cytra mau menikah dengan Radita. Lebih-lebih Vionita.


"Kamu masih waras kan, Cy. Kamu sedang tidak mengalami gangguan jiwa?" Vionita sampai berkata begitu karena saking tak percayanya.


Cytra menunduk malu memandang wajah mamanya.


"Kamu tahu kan siapa Radita?"


Cytra masih menunduk, malu sekali untuk menjawabnya.


"Betul, Cy. Coba kamu pertimbangkan lagi. Apakah kamu tidak ingat bahwa Radita juga sudah pernah mengecewakan mamamu ini," timpal Mira.


Ya, Tuhan. Apa benar aku ini sudah gila, gemuruh pikiran Cytra dicecar pertanyaan yang sangat mengoyak hati dan pikirannya itu.


"Maaf, Ma...Tante. Tapi kami sudah sepakat mau... Menikah," ucap Cytra dengan mulut bergetar.


"Mumpung belum terlaksana Mama mohon kamu batalkan saja rencanamu itu. Mama tidak merestui!" Kata Vionita terdengar seperti hakim yang mengetok palu di depan persidangan.


"Tapi, Ma. Radita sudah menyiapkan semuanya untuk pernikahan dengan matang. Tinggal pelaksanaan ijab kabulnya beberapa hari lagi," Cytra memaparkan situasinya agar Vionita mau merubah sikapnya itu.


"Yang dialami Mama dulu juga begitu. Dia Bilang sudah mantap untuk menikah dengan Mama. Walaupun aku adalah Mama tirinya. Tapi apa yang terjadi setelah itu. Dia mencampakan Mama begitu saja seperti sampah," Vionita bicara dengan perasaan sedih mengingat masa lalunya. Sehingga Mira mengelus-elus punggungnya supaya tabah.


"Tapi sekarang Radita tidak seperti dulu, Ma. Dia sudah sangat dewasa dan mencintai Cytra, Putra dan Sanjaya," kilah Cytra.

__ADS_1


"Misalkan benar Radita mencintai kamu. Apakah anak-anakmu mau juga mempunyai ayah dari anak mendiang suamimu?


"Semula memang Putra menolak, Ma. Tapi kemudian mau menerima Radita sebagai papanya."


"Itu tandanya ada masalah antara anak-anakmu dengan Radita. Sekarang putra mungkin mengalah karena kasihan kepadamu. Tapi tidak tahu nanti," Vionita memberikan kesadaran baru dalam menelaah pernikahannya.


"Sudahlah kamu turuti saja mamamu. Tidak ada orangtua yang mau menjerumuskan anaknya sendiri," timpal Mira.


Kalimat Vionita dan Mira itu begitu tajam mengoyak cakrawala berpikir Cytra.


"Tidak ada yang salah apa yang dikatakan Mama dan Tante Mira. Tapi yang sulit adalah menjalankannya. Saya tidak tega membatalkan pernikahan yang sudah kami rancang bersama."


"Itulah resiko dalam kehidupan. Kadang kebahagiaan datang begitu besar kepada kita. Tapi di lain waktu musibah yang pedih akan menimpa juga. Suka dan duka silih berganti dalam kehidupan ini," ujar Vionita.


"Saya tidak bisa membayangkan bagaimana nanti reaksi Radita bila saya batalkan pernikahan. Sudah banyak kebaikan yang dilakukan Radita selama ini. Dan sepertinya semua itu dilakukannya demi perasaan cintanya kepadaku."


"Mama dan Tante Mira cuma memberi saran saja. Keputusannya ada ditanganmu. Apakah tetap kau teruskan, atau kau batalkan. Tapi kalau niatmu datang kesini untuk minta doa restu, maaf Mama tidak bisa memberi," tegas Vionita berkata.


Cytra langsung terpuruk dalam pangkuan mamanya. Persis seperti dulu ketika Cytra mengaku sudah digauli oleh Samyokgie yang saat itu statusnya masih suami Vionita, walaupun sudah pisah ranjang.


Beda lagi perasaan Vionita. Ia merasa sedih tidak bisa merestui anak satu-satunya itu. Tapi demi untuk kebaikan hidup Cytra ke depan dia tega bersikap tegas begitu.


Sedangkan dulu Vionita bisa merestui Cytra menikah dengan Samyokgie karena sudah terjadi hubungan intim. Kalau tidak ia restui Cytra akan menanggung derita lebih dalam dibandingkan dirinya. Selain itu dia memang sudah ingin berpisah dengan Samyokgie yang tidak pernah mencintainya sebagai istri. Saat itu Samyokgie masih terkenang terus dengan almarhum istrinya, Agustin.


"Sudah sekarang kamu pulang dan pikirkan masak-masak sebelum melangkah. Pertimbangkan, mana yang baik kau ambil. Dan mana yang jelek kau buang," kata Vionita yang terakhir.


Setelah itu Cytra pamitan pulang. Ketika ia melangkah dari pintu rumah Tante Mira ke mobil mewahnya yang sudah stanby datang Ridwan dengan mengendarai sepeda motornya.


"Wahai bidadariku yang cantik! Kenapa wajahmu murung begitu?" Seru Ridwan.


Cytra tak peduli. Dia cuma menatap wajah cowok tampan tapi urakan itu sebentar. Lalu ia palingkan muka masuk ke dalam mobilnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2