WANITA TERAKHIR

WANITA TERAKHIR
AKHIR KESOMBONGAN


__ADS_3

Andini berjalan malas menuju ruangan Niko, dia seperti sudah tahu masalah yang akan dibahas tuan Wisnu dan Niko.


"Ada apa kak?" tanya Andini begitu memasuki ruangan Niko


"Duduklah." ucap Niko


Tuan Wisnu hanya diam, dia bahkan tidak melihat kearah Andini sama sekali.


"Andini kakak mau minta tolong." ucap Niko begitu Andini duduk di depannya


"Apa itu kak?" jawab Andini pura pura tidak tahu


"Hari ini FW Corporate menarik semua sahamnya dari perusahaan kita." Niko menatap tuan Wisnu untuk meminta persetujuan, tuan Wisnu hanya memberikan gestur lewat matanya.


"Kakak minta tolong bantu kita bicara pada Davian." ucap Niko dengan nada memohon


"Apa kakak sudah bicara dengan Aditya?" tanya Andini balik


Niko langsung mengangguk


"Lalu?" lanjut Andini


"Dia tidak bisa membantu." jawab Niko dengan suara lemah


"Begitupun Andini." jawab Andini langsung berdiri ingin meninggalkan ruangan, tapi Niko mencegahnya


"Andini." ucap Niko


"Kak, Aditya saja yang merupakan salah satu pemilik FW Corporate tidak bisa membantu, apa lagi Andini yang hanya teman Davian." ucap Andini dengan suara tegas


"Apa kamu ada solusi lain?" tanya Niko penuh harap

__ADS_1


"Temui Davian lalu minta maaf, aku yakin dia akan memaafkan." ucap Andini sembari melirik tuan Wisnu.


Tuan Wisnu berbalik menatap tajam Andini, tapi Andini mengacuhkan dan berlalu meninggalkan ruangan itu.


- - -


"Hahahaha luar biasa, sepertinya aku juga harus berhati hati padamu Sam." ejek Davian setelah menyaksikan berita tentang anjloknya saham jaya group


"Biar dia tahu Dav." jawab Sam ringan


"Sampai kapan kamu mengerjai tuan Wisnu." tanya Davian


"Sampai dia datang dan memohon padamu Dav." ucap Sam sambil menyunggingkan senyum sinis di wajahnya


"Hahaha aku saja tidak mempermasalahkan, kenapa kamu marah Sam." ucap Davian sambil tertawa


"Kamu terlalu baik Dav." jawab Sam beranjak membuka pintu yang baru saja di ketuk


Terlihat sekretaris Davian berdiri di depan sana, kemudian dia berkata lirih pada Sam, Sam mengangguk dan berjalan menghampiri Davian


Sam kemudian menatap Davian dengan penuh arti seakan berkata


"Kita kerjai manusia sombong itu."


Davian menggeleng melihat tatapan Sam


"Sudah jangan menambah musuh." ucap Davian mengetahui arti tatapan Sam


"Persilahkan tuan Wisnu masuk." ucap Davian kemudian, Sam mengangguk dengan raut wajah kecewa sedangkan Davian membalas dengan senyum jahil.


- - -

__ADS_1


Setelah kepergian Andini, Niko terus berusaha membujuk tuan Wisnu, awalnya tuan Wisnu tidak mau menemui Davian, harga dirinya terlalu tinggi untuk melakukan hal memalukan itu.


"Niko sudah bicara dengan Aditya, dia menjamin Davian akan mengembalikan sahamnya jika ayah mau menemuinya." ucap Niko


Tuan Wisnu berpikir sejenak, dia menimbang nimbang, bagaimanapun perusahaan ini dia bangun dari nol tentu dia tidak rela jika perusahaan nya bangkrut dalam sehari.


"Baiklah, aku melakukan ini demi perusahaan ini." ucap tuan Wisnu ketus kemudian beranjak menuju gedung megah FW Corporate.


- - -


"Selamat datang tuan besar, pecundang sudah menunggu anda." ucap Sam mengejek tuan Wisnu, Davian yang mendengar hal tersebut langsung mendengus kesal, sedangkan Sam tertawa melihat Davian kesal.


"Silahkan duduk om." ucap Davian ramah


"Saya kesini karena paksaan dari Niko." ucap tuan Wisnu ketus


"Apa itu cara anda memohon tuan besar?" ejek Sam


Davian langsung menatap tajam Sam, yang hanya di balas kedipan mata oleh Sam


"Jangan dengarkan Sam om." Davian berusaha menghibur tuan Wisnu, walaupun dia berusaha menahan tawa


"Saya minta maaf dan kembalikan saham mu di jaya group." ucap tuan Wisnu masih dengan sikap sombongnya


Davian sebenarnya merasa jengah dengan tingkah tuan Wisnu, tapi dia merasa sungkan dengan tuan Wisnu jika harus mempermainkan nya, bagaimanapun tuan Wisnu merupakan calon mertua bagi Aditya.


"Baiklah om, saya akan menanamkan saham di jaya group." ucap Davian


"Kami minta maaf jika tindakan kami tidak berkenan." lanjut Davian


Tuan Wisnu langsung pergi tanpa mengucapkan apapun.

__ADS_1


Saat tuan Wisnu pergi Sam langsung tertawa keras.


"Kami memang sudah gila Sam." hardik Davian.


__ADS_2