WANITA TERAKHIR

WANITA TERAKHIR
MENJEMPUT DOKTER SIFA


__ADS_3

"Hari ini kita pulang cepat Sam, kita butuh energi lebih untuk besok." Ucap Davian bersemangat ketika mereka sedang menikmati makan siang.


"Hemm." Jawab Sam seperti biasa.


Mereka kembali menikmati makan siang mereka, sesekali Davian masih menggoda Sam karena kejadian tadi pagi, Davian sebenarnya sudah tahu perihal Sam yang tertarik dengan Monica tapi dia memilih mendiamkannya, Davian ingin melihat Sam memperjuangkan cinta untuk pertama kalinya.


"Besok kita langsung berangkat atau ke kantor dulu Dav?" Tanya Sam ketika mereka sudah berada di mobil menuju rumah Davian.


"Mmmm." Davian berpikir sejenak.


"Ke kantor saja dulu." Jawab Davian.


"Baiklah." Ucap Sam.


Davian sebenarnya sudah tidak ada pekerjaan dikantor esok hari, tapi dia ingin Sam bertemu dengan Monica saja, karena beberapa kali Davian perhatikan Sam selalu bersemangat setelah berjumpa dengan Monica, selain itu Davian sudah menyiapkan kejutan untuk Sam.


- - -


Davian sudah berada di ruang kerjanya, Sam yang biasa menemani Davian di ruang kerjanya, Davian suruh untuk mengambil sesuatu di rumah Davian, Davian sudah merencanakan hal ini sedari kemarin.


"Saya Monica diminta menghadap pak Presdir." Ucap Monica pada sekretariat Davian.


"Tunggu sebentar Bu." Jawab sekretaris Davian ramah.


Dia kemudian meninggalkan Monica dan masuk ke dalam ruangan Davian.

__ADS_1


"Ada Bu Monica pak." Ucap sekretaris Davian.


"Suruh masuk." Jawab Davian sambil menyeringai.


Monica mengetuk pintu sebelum masuk ke ruang kerja Davian.


"Permisi pak." Ucap Monica sopan.


"Duduk." Kata Davian.


Monica duduk dengan perasaan gelisah, baru kali ini dia menghadap Davian secara langsung untuk urusan pekerjaan.


"Hari ini saya ada urusan di luar, kamu siap siap jam 9 kita berangkat." Ucap Davian, Monica melotot mendengar ucapan Davian tapi dia tidak berani bertanya lebih lanjut.


"Yasudah." Ucap Davian mempersilahkan Monica pergi.


"Permisi pak." Pamit Monica berdiri.


"Satu lagi." Ucap Davian memberi jeda, Monica berbalik menatap Davian.


"Langsung ke lobby nanti." Kata Davian dibalas anggukan kepala Monica.


- - -


Sam terkejut dan menatap Davian tajam ketika Monica masuk ke dalam mobil, apalagi Monica duduk bersebelahan dengan Sam.

__ADS_1


"Dav." Panggil Sam.


"Nikmati saja perjalanan kita." Kata Davian sembari menyenderkan kepalanya.


Melihat respon Davian yang acuh akhirnya Sam melajukan mobilnya meninggalkan kantor.


Sepanjang perjalanan Davian sengaja menutup mata berpura pura tidur untuk memberi ruang pada Sam, tapi Sam hanya diam dan fokus mengemudi tanpa mengobrol dengan Monica, Akhirnya Davian benar benar tertidur.


Davian membuka mata setelah Sam membangunkannya, ternyata mereka sudah sampai di lobby rumah sakit, di sana dokter Sifa sudah berdiri dengan koper cukup besar di sebelahnya.


"Hai Dav." Sapa dokter Sifa saat Davian baru turun dari mobil, Davian langsung merenggangkan badannya melemaskan otot otot di tubuhnya, Monica yang melihat hal itu menatap aneh, Davian yang terlihat sangat cool dikantor ternyata bertingkah konyol ketika di luar.


"Capek sekali Sifa." Ucap Davian setelah itu mengecup kening dokter Sifa.


"Ah kamu kurang olahraga." Jawab dokter Sifa terkekeh.


Dokter Sifa melirik Monica yang berdiri di sebelah Sam.


"Siapa?" Bisik dokter Sifa pada Davian.


"Sifa kenalkan ini Monica kekasih Sam." Sam langsung melotot sedangkan Monica tersenyum pada dokter Sifa, mereka lalu berjabat tangan kemudian cipika cipiki, Sam menatap aneh pada Monica


"Kenapa dia malah tersenyum." Ucap Sam dalam hati.


"Wah kamu luar biasa bisa menaklukan Sam." Ucap dokter Sifa setelah cipika cipiki dengan Monica, Monica hanya tersenyum kikuk, sedangkan Davian tertawa keras melihat ekspresi wajah Sam.

__ADS_1


__ADS_2