
Aditya terlihat sangat grogi, di dalam mobil dia terus memainkan jari jarinya, Davian yang melihat hal itu langsung menggoda Aditya.
"Tenanglah, meskipun aku belum pernah bertunangan tapi aku yakin tidak akan seperti dirimu nanti." ucap Davian sambil tertawa,
Aditya pun ikut tertawa mendengar ucapan Davian, dia menepuk pundak Davian berkali kali sebagai ucapan terimakasih telah menghiburnya.
- - -
Keluarga tuan Wisnu sudah sampai terlebih dahulu di gedung pertunangan, gedung sudah di hias sedemikian mewah untuk pertunangan Andini dan Aditya, semua tamu yang sudah hadir tersenyum bahagia begitupun anggota keluarga tuan Wisnu, hanya David dan Andini yang sedari tadi tidak memperlihatkan senyum mereka.
Mobil Aditya sudah tiba di depan gedung, Sam langsung keluar untuk membukakan pintu Davian dan Aditya, beberapa tamu yang melihat kedatangan Aditya langsung mendekat dan menyapanya, Aditya memang lebih di kenal dari pada Davian, kebanyakan orang lebih mengenal Aditya sebagai orang nomor satu di FW Corporate hal itu juga karena perintah Davian, dia enggan untuk tampil di depan publik.
Keluarga tuan Wisnu langsung berdiri dan melangkah ke depan begitu mendapat kabar Aditya sudah tiba.
Dari jauh mereka melihat Aditya yang sedang di kerumuni beberapa orang, di belakangnya ada Davian dan Sam yang berdiri.
Tuan Wisnu langsung menampilkan ekspresi tidak suka melihat kehadiran Davian, dia belum mengetahui siapa Davian Sekarang.
Di sisi lain Andini tersenyum melihat kehadiran Davian, senyum yang menandakan kelegaan di hatinya, dia sudah berpikir kalau Davian membencinya.
__ADS_1
Rombongan Aditya memasuki gedung acara, dia di sambut hangat oleh tuan Wisnu, tapi tidak dengan Davian, kehadirannya seakan tidak dianggap oleh tuan Wisnu, Sam yang melihat hal tersebut menatap geram kepada tuan Wisnu ketika dia hendak melangkah menghampiri tuan Wisnu Davian langsung menahan Sam.
"Biarkan saja, jangan melakukan apapun tanpa perintahku!" ancam Davian kepada Sam
Sam hanya diam sembari menahan emosinya, dia tentu saja tidak akan melawan Davian.
Acara berlangsung dengan sangat meriah, Davian memilih menyingkir setelah acara inti selesai, Sam masih setia berdiri di belakang Davian yang kini menatap calon pengantin itu dengan tatapan sedih.
"Apa kamu sedang sakit hati?" suara wanita membuat Davian menoleh ke belakang.
"Dokter Sifa." ucap Davian terkejut.
"Hahaha sepertinya benar kamu sedang patah hati." dokter Sifa tertawa melihat ekspresi Davian.
"Begitulah." jawab Davian singkat.
Davian dan dokter Sifa terlarut dalam obrolan sesekali gelak tawa mewarnai obrolan mereka.
"Bagaimana kamu bisa berada di sini?" tanya Davian.
__ADS_1
"Aku dapat undangan kalau tidak mana mungkin aku kesini." jawab dokter Sifa ringan.
"Ya ya ya kamu benar." ucap Davian yang seolah kehabisan kata kata mendengar jawaban dokter Sifa.
Tiba tiba datang seorang laki laki yang langsung menarik tangan dokter Sifa hingga dokter Sifa hampir terjatuh, Davian reflek memegang bahu dokter Sifa.
"Hei sopan kamu!" bentak Davian pada orang itu.
"Apa apaan kamu Fer" ucap dokter Sifa dengan nada suara tinggi.
"Aku tidak suka kamu mendekati Sifa." ucap dokter Ferry ketus pada Davian.
"Apa kamu kekasihnya?" tanya Davian dengan suara yang menandakan emosinya.
"Bukan." jawab dokter Sifa yang berdiri di tengah tengah Davian dan dokter Ferry.
"Apa hak kamu melarang ku, jika kamu tidak memaksaku aku tidak akan menemanimu kesini." ucap dokter Sifa geram.
Sam berniat mendekati Davian tapi Davian langsung memberi kode dengan tangannya.
__ADS_1
Davian kemudian tersenyum sinis ke arah dokter Ferry.
Keributan itu menarik perhatian beberapa orang yang berada di situ, taun Wisnu yang sedang berbincang dengan beberapa orang berjalan mendekati Davian.