WANITA TERAKHIR

WANITA TERAKHIR
PERMINTAAN MAAF DOKTER SIFA


__ADS_3

Davian melangkah memasuki gedung pernikahan, dibelakang Davian terlihat Sam berjalan dengan langkah tegap.


Beberapa tamu langsung berjalan ke arah Davian ketika mengetahui kedatangan Davian. Sam dengan sigap langsung menghalau orang orang yang akan mendekati Davian, dia sudah sangat paham bahwa Davian tidak suka menjadi pusat perhatian.


Davian langsung menuju ke atas panggung untuk memberi ucapan selamat kepada pengantin, seketika orang orang yang sedang mengantri pun langsung memberi jalan kepada Davian setelah mendapat instruksi dari panitia.


"Apa kabar Dav?" tanya nyonya Lisa ketika Davian menyalaminya.


"Baik tante." jawab Davian singkat kemudian bergeser ke arah tuan Wisnu.


Tuan Wisnu langsung menyodorkan tangan untuk mengajak Davian berjabat tangan, Davian menerima jabat tangan tuan Wisnu tapi tidak ada obrolan apapun setelah itu Davian langsung menuju ke arah Aditya berdiri.


Dengan senyum bahagia Aditya menyambut Davian, setelah bersalaman Davian terlihat memeluk Aditya, biar bagaimanapun Aditya adalah keluarga Davian satu satunya.


"Selamat atas pernikahan mu Dit." ucap Davian setelah melepas pelukannya.


"Terimakasih Dav." jawab Davian dengan tersenyum.


Di samping Aditya berdiri Andini yang menatap Davian dengan mata berkaca kaca, Andini langsung memeluk Davian ketika Davian menghampirinya, Davian hanya diam tidak membalas pelukan Andini.


"Terimakasih kamu sudah hadir Dav." ucap Andini, Davian kemudian mengangguk.

__ADS_1


"Semoga kalian bahagia." ucap Davian pergi menuruni panggung.


Davian berjalan menuju meja yang sudah di persiapkan khusus untuknya, ditengah perjalanan itu Davian bertemu dengan dokter Sifa yang seperti sudah menunggu nya bersama dokter Ferry.


Davian melewati dokter Sifa begitu saja seakan tidak menganggap keberadaan dokter Sifa.


"Dav." panggil dokter Sifa ketika Aditya melewatinya.


Davian berhenti sesaat namun kemudian dia berjalan kembali menuju meja tanpa menoleh ke arah dokter Sifa, Sam yang melihat dokter Sifa langsung menatap tajam, dokter Sifa kemudian menunduk melihat Sam menatapnya.


Davian sedang duduk menikmati hidangan dengan di temani beberapa koleganya, Davian sebenarnya sudah muak karena mereka hanya mengucapkan kata yang menjilat Davian dari tadi.


"Aku mau bicara Dav." ucap dokter Sifa yang sudah berdiri di belakang Davian.


"Biarkan dia Sam." ucap Davian dengan suara dingin, beberapa kolega Davian langsung menyingkir setelah memberi kode pada mereka.


Dokter Sifa dan dokter Ferry langsung duduk di depan Davian.


"Aku hanya mau meminta maaf sudah mengecewakanmu Dav." ucap dokter Sifa dengan suara sendu.


Davian hanya diam saja bahkan terkesan mengacuhkan dokter Sifa

__ADS_1


"Bersikaplah seperti seorang laki laki Dav!" ucap dokter Ferry yang langsung membuat Davian menatapnya tajam.


"Aku sudah memberikan kesempatan kalian untuk pergi." Davian memberi jeda untuk meneguk minuman.


"Sepertinya aku terlalu baik pada kalian." Davian tersenyum sini menatap dokter Ferry.


"Aku hanya mau minta maaf Dav" ucap dokter Sifa dengan suara sendu.


"Pergilah selagi aku berbaik hati tidak menghancurkan hidup kalian." ujar Davian dengan suara ketus.


"Jangan terlalu sombong kamu." dokter Ferry sudah mulai emosi mendengar ucapan Davian.


Dokter Sifa yang melihat hal itu langsung menggenggam tangan dokter Ferry untuk menenangkan nya, tanpa dia sadari hal itu justru memancing kemarahan Davian.


"Sam." panggil Davian


Sam langsung langsung berdiri di samping Davian.


"Apa kamu mau melihat kesombongan ku yang sebenarnya." ucap Davian tersenyum sinis sambil menatap dokter Ferry.


"Dav aku mohon, maafkan aku." ucap dokter Sifa yang sudah terisak.

__ADS_1


Davian pun langsung berdiri meninggalkan meja itu, dia langsung keluar dari gedung pesta tanpa berpamitan.


__ADS_2