WANITA TERAKHIR

WANITA TERAKHIR
ADA APA DENGAN RISA


__ADS_3

Risa sekarang menjadi penyendiri semenjak rekan kerjanya mengetahui hubungan pertunangan dia dan Davian, banyak yang mencibir Risa bahkan beberapa secara terang terangan menghardik Risa dengan mengatakan bahwa Risa pembohong.


Monica tetap menjadi sahabat baik bagi Risa, dia terus menyemangati Risa, beberapa kali Monica harus adu mulut dengan orang yang menyindir Risa, tapi Risa selalu menenangkan Monica dan memintanya sabar.


"Kamu kenapa?" Tanya Davian saat dia sedang berada di rumah Risa.


"Tidak papa." Jawab Risa sembari tersenyum manis.


Tapi Davian bukanlah orang yang mudah percaya, apalagi ekspresi Risa menunjukkan bahwa ada sesuatu yang dia sembunyikan.


"Cerita saja Ris." Ucap Davian sembari membelai lembut kepala Risa.


"Hanya kecapean saja Dav." Ucap Risa berusaha meyakinkan Davian.


Davian menatap Risa tajam hal itu membuat Risa merasa tidak nyaman


"Benar Dav, akhir akhir ini sedang banyak pekerjaan." Risa tersenyum berusaha membuat Davian percaya.


"Apa perlu aku pindahkan kamu ke bagian lain." Ucap Davian


"Sepertinya dia mulai percaya, syukurlah." Ucap Risa dalam hati.


"Tidak perlu Dav, kan memang akhir tahun banyak laporan yang dikerjakan bagian keuangan." Risa berbicara dengan nada yang manja.


"Baiklah, tapi jangan paksakan dirimu." Ucap Davian sambil tersenyum.


Davian meninggalkan rumah Risa setelah berpamitan dengan mamah Risa. Di dalam mobil Sam sedang fokus menyetir sedang Davian masih terdiam dia yakin ada sesuatu yang di sembunyikan Risa.

__ADS_1


"Sam." Panggil Davian.


"Hem." Jawab Sam seperti biasa.


"Aku rasa ada sesuatu yang terjadi dengan Risa." Ucap Davian.


"Terus?" Tanya Sam tanpa menoleh.


"Cari tahu apa yang terjadi." Perintah Davian yang langsung membuat Sam menatapnya.


"Kenapa aku." Ucap Sam dalam hati.


"Kan kamu tunangannya, harusnya kamu lebih tau ada sesuatu dengan Risa." Protes Sam.


"Risa bilang dia baik baik saja." Ucap Davian.


"Apa kalian sedang ada masalah?" Tanya Sam yang membuat Davian memukul lengan Sam pelan..


"Apa kamu berharap aku ada masalah dengan Risa." Ucap Davian kesal


"Dasar sensitif." Gerutu Sam dalam hati.


"Bukan begitu maksud ku." Sam mencoba menjelaskan pada Davian.


"Lalu?" Tanya Davian dengan suara kesal.


"Baiklah nanti aku cari tahu." Sam mengalah dari pada terjadi perdebatan yang pada akhirnya Sam tetap harus mencari tahu.

__ADS_1


- - -


Risa berangkat paling awal dan pulang paling akhir beberapa hari ini, pekerjaannya sangat banyak dengan deadline yang sangat dekat, dia merasa semua pekerjaan bagian keuangan di limpahkan padanya, tapi Risa tetap menikmati pekerjaan itu tanpa mengeluh.


"Semua sudah harus selesai sebelum jam 3 sore ini." Ucap Devi ketus sambil melemparkan beberapa berkas di meja Risa.


"Baik Bu." Jawab Risa tersenyum, Devi langsung meninggalkan meja Risa.


"Dia seperti mengerjai mu Ris." Ucap Monica dengan nada kesal.


"Sstt, jangan menduga yang tidak tidak." Ucap Risa dengan suara lirih.


"Kamu lihat saja, yang lain banyak yang tidak ada pekerjaan bahkan hanya tertawa sambil membicarakan mu tapi dia malah memberi semua pekerjaan padamu." Ucap Monica dengan jengkel.


"Sudahlah, aku masih bisa kok mengerjakan semua ini." Kata Risa menenangkan Monica, karena memang Monica jika bicara tidak bisa pelan, Risa malas menjadi perhatian karyawan lain.


Monica sedang membatu pekerjaan Risa, awalnya Risa menolak tapi dengan sedikit memaksa akhirnya Risa bersedia Monica untuk membantunya.


"Siapa yang menyuruhmu membantunya!" Bentak Devi ketika dia melihat Monica sedang berada di meja Risa.


"Maaf Bu." Ucap Risa langsung di potong oleh Devi.


"Tidak ada yang menyuruhmu bicara." Devi menunjuk wajah Risa.


Risa langsung menunduk sedangkan Monica ingin berdiri dan menjawab ucapan Devi tapi ditahan oleh Risa.


Beberapa karyawan langsung berbisik sesekali mengeluarkan suara yang cukup keras mencibir Risa.

__ADS_1


__ADS_2