WANITA TERAKHIR

WANITA TERAKHIR
PERNIKAHAN DAVIAN DAN DOKETER SIFA


__ADS_3

Davian dan dokter Sifa sedang duduk bersimpuh di samping makan Risa yang bersebelahan dengan makan Sam, hari ini tepat peringatan satu tahun Kematian Sam.


"Sam, Minggu depan aku akan menikah dengan Sifa." Ucap Davian yang duduk di tengah tengah antara makam Risa dan Sam.


"Aku selalu mendoakan mu setiap hari, semoga kamu bahagia di sana." Davian menyeka air matanya.


Davian kemudian beralih menatap makan Risa.


"Ris, Aku pernah mengenalkan Sifa padamu dulu, Minggu depan kita akan menikah, aku datang untuk meminta restu mu." Davian mengelus nisan Risa.


Dokter Sifa lalu menaburkan bunga di makam Risa dan Sam berganti sebelum mereka pergi.


- - -


Ribuan tamu undangan sudah memadati gedung pernikahan Davian dan dokter Sifa, gedung yang sudah di dekor sangat mewah.


Di atas panggung duduk sepasang pengantin dengan senyum mengembang di wajahnya, para tamu undangan menatap takjub Davian dan dokter Risa yang terlihat sangat serasi.

__ADS_1


Karangan bunga berjejer rapi di depan halaman gedung pernikahan, posisi Davian sebagai CEO perusahaan yang memiliki pengaruh sangat besar di negeri itu membuatnya kebanjiran ucapan selamat.


Banyak dari pejabat penting dan pesohor negeri menyempatkan hadir di acara pesta pernikahan yang sangat megah itu, sorot kamera dan kilatan lampu flash memenuhi hampir setiap sudut ruangan tempat pesta berlangsung.


Satu persatu tamu undangan berbaris mengantri untuk menyalami pasangan pengantin itu, senyum bahagia terpasang di wajah mereka yang hadir.


"Selamat Dav." Kata Aditya memeluk Davian, dibelakang Aditya berdiri Andini yang sedang menggendong anak mereka.


Andini menatap haru Davian, dia merasa sangat bahagia dengan pernikahan Davian.


Davian mengambil alih gendongan anak Andini darinya, dia mencium pipi balita itu beberapa kali yang menyebabkan balita itu bangun dari tidurnya.


"Sini sama Tante aja." Dokter Sifa merebut anak Andini dari gendongan Davian.


"Wah Dav sepertinya istrimu sudah tidak sabar menggendong anak." Kelakar Aditya yang di sambut tawa oleh Davian.


Setelah beberapa lama Aditya dan Andini pun turun dari panggung dan berganti dengan tamu lain menyalami Davian dan dokter Sifa.

__ADS_1


Davian dan dokter Sifa berdiri menggenggam bucket bunga, mereka nampak berbincang sebelum melempar bunga itu ke arah tamu yang sudah berbaris di belakangnya.


"Aku akan selalu berada di sampingmu dalam kondisi apapun Dav." Ucap dokter Sifa di telinga Davian.


"Aku akan mencintai dan menyayangi mu selamanya." Kata Davian sambil mengecup pipi dokter Sifa yang membuat beberapa orang bersorak.


"Pak Davian dan Ibu Sifa siap ya." Ucap MC memberi aba aba mereka.


"Dalam hitungan ketiga lempar bunganya, oke?. Lanjut MC sambil mulai menghitung.


"Tiga." Davian dan dokter Sifa melempar bunga ke belakang.


Para tamu undangan yang sudah bersiap pun langsung berebut, mereka melompat untuk berlomba mendapatkan bucket bunga itu.


"Yeeee." Teriak MC ketika bucket bunga berhasil ditangkap oleh seorang laki laki.


Ada beberapa yang berwajah kecewa karena gagal mendapatkan bunga itu, banyak yang tersenyum gembira juga.

__ADS_1


Lelaki itu mencium Bunga yang berhasil dia dapatkan, dia lalu menatap tajam pasangan pengantin yang sedang tersenyum lebar di atas panggung.


"Berbahagialah Davian karena sebentar lagi kamu akan kehilangan kebahagiaan mu." Ucapnya dalam hati sembari berlalu meninggalkan keramaian para tamu undangan.


__ADS_2